
Setelah dari kediaman orang tuanya Briant dan Mawar langsung pulang ke rumah. Mobil berjalan membelah jalan raya.
Pandangan Mawar melihat keluar di balik jendela mobil. Lalu lalang kendaraan adalah pemandangan yang jarang Mawar lihat. Selama di bumi Mawar selalu memakai kekuatannya, jarang baginya melakukan perjalanan dengan mengendarai mobil.
Pemandangan yang ia lihat membuat Mawar betah hingga tanpa terasa mobil telah sampai di kediaman Briant.
"Kenapa cepat sekali sampainya?"
"Benarkah dear.. mungkin karena kamu jarang naik mobil jadi keasyikan. Lain kali mari kita jalan-jalan setelah masalah kita selesai" kata Briant dengan mencium dahi Mawar sebelum ia turun Mobil.
Briant turun dari mobil dan berjalan memutari mobil ke arah Mawar untuk membukakan pintu mobil.
Tangan Briant terulur di depan Mawar dan Mawar meraih tangan suaminya. Keduanya berjalan beriringan dengan senyum di wajah keduanya.
Keduanya berjalan memasuki kediaman. Ketika langkah keduanya sampai ruang tamu lalu berhenti ketika mendengar ada yang memanggil Briant.
"Tuanku.."
Briant dan Mawar yang tengah berjalan menuju kamar berbalik dan melihat siapa yang menghalangi langkah mereka.
"Dragon.. kau sudah kembali?"
"Ya Tuanku.."
"Mari kita berbicara di ruang kerja."
__ADS_1
Naga terbang dan masuk dalam tangan Briant.
Swaaa.. dragon telah masuk ke dalam tangan Briant.
Briant dan Mawar berjalan menuju ruang kerja.
Semenjak Briant dan Mawar bersatu. Lambang naga yang ada dipunggung Briant keluar dengan wujud naga. Berbeda dengan Mawar dengan lambang burung phoenix di punggung tidak bisa keluar karena Mawar belum sempurna sebagai wanita. Ia dikatakan sempurna jika ia sudah melahirkan anak baik putra maupun putri.
Keluarnya hewan naga dari punggung Briant berawal ketika keduanya bersatu untuk pertama kalinya di hutan kematian.
Hewan naga dan phoenix yang tergambar indah di langit kembali ke bumi, yaitu di bahu Briant dan Mawar saat malam berganti menjadi pagi.
Hanya saja hewan Naga lah yang keluar terlebih dahulu karena status tuannya telah sempurna dengan adanya keberadaan Mawar.
Sedangkan Mawar belum sempurna sehingga phoenix belum bisa keluar sampai ia melahirkan seorang anak baik putra maupun putri.
Briant melambaikan tangannya dan keluarlah dragon dari sana.
Swaaa.. naga keluar dari tangan Briant.
"Katakan.. informasi apa yang kamu dapatkan di Kahyangan?"
"Tuanku.. ada hal yang tidak wajar pada bintang ada aura hitam yang terpancar dari dalam tubuhnya, saya menduga ia memakai ilmu iblis atau ilmu hitam dalam tubuhnya."
"Ini sama dengan dugaan Mama Bri..?"
__ADS_1
"Iya dear.."
"Informasi apa lagi yang kamu dapatkan Dragon?"
"Orang tua Nona Mawar dalam keadaan baik-baik saja dan aman. Saya juga membuat batas transparan agar persembunyian mereka aman tidak diketahui siapa pun."
"Terimakasih Dragon" kata Mawar.
"Sama-sama Nona. Ada satu hal penting, saat ini Bintang tengah memperkuat posisinya sebagai Raja Kahyangan dan merekayasa untuk menjatuhkan nama baik orang tua Nona di hadapan rakyat Kahyangan."
"Biadap kamu Briant!" kata Mawar dengan Marah.
"Ada hal lain lagi Dragon?"
"Tidak Tuanku.. saya pamit undur diri Tuan, Nona" Dragon membungkukkan badan lalu tubuhnya melayang dan masuk ke dalam tangan Briant.
Swaaa.. Dragon telah masuk ke dalam tangan. Briant.
"Kita harus segera melakukan sesuatu Bri.. jika hal ini dibiarkan terus menerus maka akan berujung fatal, rakyat akan menjadi korban nantinya."
"Ya dear.."
"Akan aku panggil Ace untuk mengumpulkan para tentara."
"Jangan Bri.. biar aku yang mengatasi masalah ini dan kamu hanya cukup menemaniku dan membatu ku jika aku tidak sanggup untuk menangani masalah ini, bagaimana pun semua masalah berawal dari diriku."
__ADS_1
"Baiklah aku selalu senantiasa berada disamping mu dear.."
Briant memeluk Mawar yang tengah menyandarkan kepala di pundaknya. Dengan pelukan Briant menyalurkan kekuatan pada Istrinya agar ia kuat menjalani masalah yang bertubi-tubi menimpanya.