
Briant meletakkan sang Istri di ranjang Kediamannya dengan perlahan. Sekembalinya mereka dari hutan kematian.
Dikecupnya kening sang Istri dengan penuh cinta dan tak lupa ciuman juga mendarat di perut Istrinya yang masih tampak datar itu.
Briant beranjak lalu berjalan menuju sisi ranjang disebelah Mawar. Ia ikut terlelap dengan Mawar yang berada dalam pelukannya.
_____
Setelah kematian Bintang dan Iblis yang bersemayam dalam tubuhnya, semua telah kembali seperti semula.
Orang tua Mawar juga telah kembali ke Istana Kahyangan. Banyak hal yang perlu mereka lakukan akibat kekacauan yang telah terjadi karena ulah Bintang.
Sedangkan orang tua Briant juga telah kembali ke kediaman mereka.
Cahaya matahari telah menyinari seluruh bumi. Mawar mengeliat dari tidurnya. Matanya perlahan terbuka.
"Selamat pagi my wife?" panggil seseorang yang suaranya sangat familiar ditelinga ku.
Aku menoleh dan Briant tersenyum padaku. Briant mendekatkan dirinya lalu ciuman mendarat di keningku.
"Sini belum" kataku sambil menunjuk bibirku dengan telunjuk tanganku.
__ADS_1
Cup. Kecupan mendarat di bibirku dengan singkat.
"Selamat pagi juga my husband?" jawabku meskipun telat.
Briant tersenyum dengan memandang wajahku.
"Kenapa? ada kotoran ya di mukaku?" tanyaku padanya.
Briant menggelengkan kepala lalu berkata "kira-kira boleh gak ya jenguk debay?" tanyanya dengan tangan mengusap perutku.
Aku mengeryitkan mata karena tidak mengerti dengan apa maksud Briant. Sedangkan Briant tersenyum lalu mendekatkan mukanya padaku dan mencium bibirku dengan lembut.
Aku hanya terdiam tanpa membalas ciuman suamiku namun detik berikutnya aku pun ikut terbuai dengan ciuman Briant dan kegiatan itu pun berlanjut dengan panas.
Aku mengerjapkan mata dengan perlahan lalu aku menoleh kesamping, ku dapati Briant yang tengah menatapku dengan penuh cinta.
"Aku ambilin sarapan ya.." katanya sambil beranjak dari tempat tidur.
Briant langsung beranjak dari ranjang lalu berjalan menuju meja yang berada disudut ruangan dan membawanya kearah ku.
Aku hanya menatap Briant yang bertelanjang dada dengan celana pendek melekat ditubuhnya.
__ADS_1
"Gantengnya suamiku.." kataku dalam hati mengagumi sosoknya yang pastinya membuat kaum hawa tergila-gila.
Briant mendekat dipinggiran ranjang lalu duduk di sana. "Maaf" ujarnya padaku dengan raut muka yang nampak bersalah.
"Kenapa?" tanyaku yang malah berbalik bertanya padanya.
"Maaf sayang.. membuat kamu kelelahan" kata Briant dengan menatapku. "Pasti baby kelaparan ya?" ujarnya lagi dengan arah pandang yang telah berpindah pada perutku dengan tangan mengusap perutku yang masih nampak datar itu.
Aku yang baru menyadari apa maksud ucapannya lalu tanganku bergerak memegang pipinya sambil berkata "suapin" pintaku dengan manja.
Briant tersenyum setelah tanggapan yang aku berikan yang berarti itu tidak masalah buatku. Briant lalu menyendok nasi dengan lauk lalu menyuapi ku.
Porsi makanan yang seharusnya untuk berdua itu ternyata tanpa terasa habis tak bersisa masuk semua dalam mulutku.
"Lapar ya?" kata Briant padaku.
Aku yang ditanya reflek melihat piring yang dipegang Briant dan tentunya aku sangat terkejut melihat porsi makan ku yang luar biasa.
"Bagaimana nanti kalau aku gendut Bri?" tanyaku dengan raut muka khawatir.
"Gak papa sayang.. kan wajar juga kamu lagi hamil, pasti butuh asupan banyak juga" katanya dengan mengelus pipiku dengan penuh cinta pastinya.
__ADS_1
Begitulah hari-hari kami lewati dengan penuh cinta setelah peristiwa-peristiwa buruk yang telah kami lewati apalagi dengan kondisi ku yang kini tengah hamil, tentu saja suamiku tambah cinta dan sayang pastinya.