Deliverance Love

Deliverance Love
49


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul empat sore. Mawar terbangun dari tidurnya. Perutnya terasa lapar, Mawar mengangkat tangan Briant yang melingkar diperutnya dengan hati-hati. Kemudian ia bangun dari tidurnya.


Namun tubuhnya terasa sakit semua dan lemas, dengan tenaga tersisa ia membangunkan Briant dengan memukulkan tangannya padanya.


Berulang kali ia memukul Briant tapi gagal karena sangat pelan. Kenapa tubuhku terasa lemas dan sakit semua.


Akhirnya Briant terbangun merasakan ada pergerakan kecil ditubuhnya. "Sayang.. kenapa?"


"Lapar" jawab Mawar dengan muka pucat dan lemas.


Briant beranjak dari ranjang memencet bel yang ada di atas ranjang. Setelah itu ia menggendong Mawar menuju kamar mandi, disiapkannya air hangat dalam bathup kemudian dengan hati-hati ia meletakkan Mawar di sana.


Briant dengan telaten membantu Mawar membersihkan tubuhnya. Mawar memegang tangan Briant memintanya berhenti.


Briant melepaskan tangan Mawar yang memegangnya. Ia sangat tau jika istrinya saat ini merasa malu. "Istriku.. semua ini karena ulahku jadi biarkan aku membantumu, kamu tak perlu malu bagaimana pun kita adalah suami istri."


Iya sih.. tapi aku kan malu.


Perkataan Briant membuat pipi Mawar yang awalnya merah kini tambah merah.


Briant melanjutkan membersihkan tubuh Mawar dengan telaten, setelah selesai ia mengangkat tubuh Mawar dan membawanya ke ranjang. Briant mengambil pakaian Mawar dan membantunya memakai baju.


Tanda merah kebiruan memenuhi tubuh Mawar. Bibir Briant terangkat keatas membentuk senyuman melihat maha karya karena ulahnya.

__ADS_1


Mawar terdiam mendapat perlakuan Briant dengan menahan rasa malu. Kedua pipi Mawar semakin berwarna merah. Briant mengambil hairdryer dan mengeringkan rambut Mawar.


Setelah selesai Briant berjalan pergi, masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Mawar berguling-guling di atas ranjang karena perlakuan Briant yang begitu manis membuat hatinya semakin meleleh.


Setelah beberapa saat kemudian, Briant keluar dengan handuk yang hanya menutupi pinggang sampai setengah paha. Mawar melihat tubuh Briant setengah telanjang menutup mukanya dengan kedua tangan namun tetap terlihat di balik sela-sela jemarinya.


Briant terkekeh melihat kelakuan Istrinya.


Briant masuk walk in closed untuk memakai pakaian. Diambilnya kaos dan celana sepanjang lutut, setelah selesai ia keluar.


Sesampainya diluar terdengar suara ketukan pintu.


Briant berjalan membuka pintu dan kembali ke dalam dengan mendorong troli makanan menuju ranjang dimana Mawar berada.


"Sayang.. ayo makan, tubuhmu butuh nutrisi yang banyak setelah pertempuran kita."


" Mendengar perkataan Briant pipi Mawar tersipu lagi, "ka..kamu juga Bri juga makan."


Briant menyuapi Mawar baru kemudian dirinya begitu seterusnya hingga tanpa terasa makanan telah habis tak bersisa. Briant memencet tombol di atas ranjang. Tak lama kemudian pelayan datang.


Tok.. tok..

__ADS_1


"Masuk" kata Briant. Briant menyerahkan troli makanan. Pelayan menerima troli makanan membawanya kembali.


Sepeninggal pelayan, Briant duduk mendekati Mawar. "Apakah masih terasa sakit?"


"Bri..! jangan tanya hal yang membuatku malu."


"Berarti sudah sembuh ya.. jadi kita bisa bercinta lagi."


Mawar melotot mendengar perkataan Briant lalu ia menjawab. "Ini aja masih sakit!" Mawar keceplosan bicara, ia lalu reflek menutup mulutnya dengan kedua tangan.


Briant terkekeh senang karena berhasil mengerjai Mawar.


Briant berjalan menuju meja ranjang, dibukanya laci. Tangan Briant mengambil salep kemudian ia kembali duduk di samping Mawar. Briant membuka genggaman tangan dan memperlihatkan obat yang ada ditangannya.


Mawar melihat obat tersebut namun ia tetap tidak tau obat apa itu.


"My dear ini obat untuk mengobati mis v mu yang masih terasa sakit!".


Setelah paham Mawar meraih salep ditangan Briant namun dicegah Briant. Briant berkata biar aku yang melakukannya. Dengan terpaksa Mawar mau diobati Briant. Mawar meringis menahan sakit pada bagian pangkal pahanya.


Briant dengan susah payah menahan hasratnya karena melihat bagian tubuh Mawar karena ia tidak tega melihat kondisi Mawar yang terlihat lemah karena ulahnya.


Beberapa saat kemudian Briant telah selesai mengobati Mawar. Mawar terlihat mengantuk, Briant membantu menidurkan Mawar kemudian ia ikut merebahkan dirinya dengan memeluk Mawar. Keduanya tertidur dengan tubuh saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2