
Mawar terbangun di pagi hari, ia mengeliat cahaya matahari mengenai penglihatannya membuat ia terganggu dalam tidurnya.
Mawar melihat dimana ia berada, ternyata ia tidur dikamarnya, dilihatnya ranjang sebelah ia tidur tidak ada Briant disana, hatinya terasa ada yang kurang, "apakah aku sudah ketergantungan akan keberadaannya" kata Mawar bergumam dengan pelan.
Mawar bangun dan berjalan menuju tempat mandi untuk membersihkan dirinya.
Pintu kamar Mawar terbuka, Briant memasuki kamar Mawar, Briant melihat ranjang dan tidak ada Mawar disana, pendengarannya menangkap suara gemericik air dikamar mandi, hati Briant merasa lega.
Entah kenapa hatinya merasa hawatir sekarang, sekelebat bayangan hitam yang ia liat tadi membuat ia risau. Seperti ada yang mengawasi kekasihnya.
Briant semakin waspada sekarang, meskipun Mawar bisa membela dirinya tapi dari peristiwa terakhir atas penculikan Mawar membuat ia hawatir akan keselamatan kekasihnya, apalagi dengan mandat dari Yang Mulia Raja.
Bayangan hitam yang ia lihat tanpa sengaja ketika Briant berdiri di balkon kamar Mawar membuat rasa hawatirnya semakin besar.
Briant berlari mengejar bayangan hitam itu, namun dengan secepat kilat bayangan hitam itu melesat pergi seperti debu berterbangan berbaur dengan udara dan tidak ada wujudnya.
Melihat kekuatan lawan yang tidak biasa yang bisa berbaur dengan udara Briant menduga bahwa itu adalah kekuatan kegelapan yang sangatlah berbahaya.
Ia teringat dengan cerita Ibundanya bahwa dari kaum Iblis jangan pernah bekerja sama dengan kekuatan kegelapan, jika ada yang melakukannya maka mala petaka besar akan terjadi dan untuk mengatasi masalah itu tidaklah mudah hanya pasangan naga dan phoenix yang mampu mengalahkan kekuatan kegelapan.
Sangat sulit mencari dimana keberadaan Naga dan phoenix, jika kedua pasangan bukanlah pasangan dalam artian keduanya sudah memiliki pasangan masing-masing maka semua akan percuma.
Dibutuhkan penyatuan layaknya suami istri bagi keduanya untuk menjadi naga phoenix yang sesungguhnya.
Bisa dibayangkan betapa bahayanya masalah ini jika sampai terjadi.
Apalagi dengan bayangan yang Briant liat tadi, Briant semakin hawatir, Briant merasa bahwa bayangan tadi tengah mengawasi Mawar calon istrinya.
Pintu kamar mandi terbuka, Mawar keluar kamar mandi dengan jubah mandinya.
Mata Briant melihat dimana Mawar berada, Briant menghampiri Mawar dan merengkuh Mawar dalam pelukan.
Dipeluknya Mawar dan diciuminya leher yang beraroma sangat manis. "Bri.. geli lepasin" kata Mawar.
__ADS_1
Briant masih betah saja dalam posisinya, tangan Mawar berada di dada Briant mendorong agar pelukan Briant terlepas.
"Bri.. mandi sana gih, kamu bau" kata Mawar sambil menjepit hidungnya.
Briant yang melihat reaksi Mawar spontan saja ia mencium bau dirinya, "enggak bau kok" kata Briant.
"Bau!" jawab Mawar dengan posisi sama masih dengan menjepit hidung dengan tangannya.
Mawar berjalan menuju tempat ganti untuk berganti pakaian sedangkan Briant berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah berganti pakaian Mawar berjalan menuju balkon dan ia melihat keluar, Mawar melihat bayangan hitam tengah mengawasi kamarnya, bayangan itu tersenyum pada Mawar.
Bulu kuduk Mawar merinding ia merasa takut.
Bayangan itu dalam sekejap menghilang dari sana, sebelum Mawar memastikan keberadaannya.
Briant keluar dari kamar mandi melihat Mawar di balkon kamar dan menyusulnya. "Apa yang kamu lihat my dear..?" tanya Briant.
"Mawar merasakan kedatangan Briant menoleh dan berkata "tadi aku melihat ada bayangan hitam disana" kata Mawar sambil mengarahkan telunjuknya ke arah bayangan tadi berada.
"Dan anehnya bayangan itu tersenyum padaku Bri.. aku jadi merinding" kata Mawar lagi.
Perkataan Mawar membuat Briant semakin yakin bahwa bayangan itu menginginkan Mawar dan entah apa niatnya.
"Aku tadi juga melihatnya dan sempat mengejarnya, sayangnya aku kehilangan jejak" kata Briant.
"Ikutlah denganku dan tinggal dimansionku, aku merasa bayangan itu mengincarmu my dear" kata Briant dengan posisi berhadapan dan tangan Briant memegang tangan Mawar.
Mawar diam belum bisa menjawab keinginan Briant.
Briant yang tidak mendapat jawaban dari Mawar lalu ia berkata "tidak ada penolakan" kata Briant dan menggandeng tangan Mawar untuk pergi ke mansion bersamanya.
"Bri.. kita belum nikah, aku.." kata Mawar dengan perkataan yang tidak diselesaikannya.
__ADS_1
"Ayo nikah kalau begitu!" ajak Briant.
"Bri.. Ayahanda belum memberi restu" kata Mawar dengan wajah sendu.
Briant menghela nafas, ia merasa frustasi. Ia sangat menghawatirkan keselamatan calon istrinya hingga ia lupa akan posisinya yang belum mendapat restu dari calon mertuanya.
Tarikan tangan Briant mengendur, langkah Briant berhenti setelah ia mendengar kata-kata Mawar yang mengingatkannya bahwa ia belum mendapatkan restu dari mertuanya untuk mempersunting Mawar menjadi istrinya. Briant berbalik menghadap Mawar dan berkata "tinggallah bersamaku, aku yakin Yang Mulia Raja akan mengerti apalagi mereka telah menitipkanmu padaku, jadi keselamatanmu adalah hal utama dan menjadi tanggungjawab ku" kata Briant berusaha meyakinkan Mawar dengan menggunakan mandat dari Orang tua Mawar.
Akhirnya Mawar menyetujui keinginan Briant. Briant menghubungi Foxi untuk menjemput mereka.
"Kita langsung pergi sekarang saja Bri.. kenapa harus pakai mobil sih kan lama sampainya" kata Mawar.
"Baiklah" Briant bersiul dan datanglah burung Garuda dengan ukuran yang sangat besar sebagai kendaraan mereka.
Briant membawa Mawar menaiki Burung Garuda, keduanya naik dengan posisi Mawar didepan Briant.
"Kenapa kamu tidak seperti biasanya, melesat lalu menghilang, kenapa harus pakai kendaraan?" tanya Mawar.
"Ingin lebih lama dalam perjalanan my dear.., ingin menikmati perjalanan apalagi ini adalah pertama kalinya kamu mau tinggal denganku tanpa ada paksaan dan dengan status kamu telah menjadi calon istrimu meskipun baru Ibunda yang memberi restu" jawab Briant.
Burung Garuda telah naik mengudara di angkasa, Mawar menikmati pemandangan dari atas dan benar apa kata Briant semua nampak indah dan berbeda.
Briant melihat Mawar nampak bahagia, dikecupnya pipi kanan Mawar. Mawar meraba pipinya dengan tangan kanannya dan ia merasa malu, entah kenapa ia masih saja malu padahal ini bukanlah ciuman pertamanya bersama Briant, apalagi ini hanyalah kecupan singkat.
Briant mempererat pelukannya, mereka berdua menikmati perjalanan pagi itu.
Di tempat lain senyum nampak dibibirnya, ia teringat akan pertemuannya dengan sang pujaan hati, "Dewi Mawar aku sangat merindukanmu. Sayangnya kekuatanku belumlah sempurna sehingga aku belum bisa merebut mu kembali, tunggulah aku, aku pasti akan segera menemuimu" kata sosok itu.
Di dalam hutan di daerah yang terpisah dari kehidupan manusia ia menghimpun kekuatan dan pasukan untuk bisa menjadi penguasa dan memperistri Dewi Mawar dan menghancurkan apa pun yang menghalangi jalannya.
Setiap harinya ia akan berburu darah manusia untuk memperkuat dirinya.
Tidak ada yang mengetahui pergerakannya, ia melakukan gerakannya dengan diam-diam menunggu kapan tiba waktunya ia akan memulai rencana yang telah ia susun dengan matang.
__ADS_1
Senyum bahagia nampak menghiasi bibirnya karena ia teringat pertemuannya pada sang pujaan hati.