
Briant meletakkan Mawar dengan pelan di dalam kolam pemandian, sebelum pergi ia mengecup dahi wanitanya dan keluar dari pemandian.
Pandangan Briant beralih ke tempat tidur keduanya. Bibirnya terangkat membentuk senyuman melihat bercak darah yang berada di atas tempat tidur.
Briant merasa bahagia karena ia pertama dan satu-satunya bagi keduanya, karena ia juga pertama kali melakukannya.
Briant bertelanjang dada dengan hanya menggunakan celana pada bagian bawahnya. Mawar berjalan perlahan karena masih merasakan sakit pada tubuhnya. Briant melihat Mawar kembali segera berjalan mendekat dan membopong Briant menuju tempat tidur.
Mawar reflek mengalungkan tangannya dan menundukkan pandangan karena merasa malu. Briant meletakkan Mawar dengan perlahan, ia berjongkok disamping Mawar dengan jari mengangkat dagu Mawar keatas agar pandangan keduanya saling bertatapan.
"My dear.. lihat aku" kata Briant.
"Dear.." panggil Briant lagi karena Mawar masih saja menunduk "jika kamu tidak mau melihatku maka aku akan memakan mu lagi kata Briant sambil berbisik ditelinga Mawar.
Mawar mengangkat kepala dan melihat Briant. Melihat Briant setengah telanjang Mawar memalingkan mukanya lagi. Briant tersenyum tangan Briant memegang tangan Mawar menariknya dan meletakkannya di tubuhnya.
"Bukankah tadi malam kamu sudah memegangnya?" goda Briant.
Mawar semakin malu mendapatkan perlakuan seperti itu.
__ADS_1
Briant berdiri dari sana menuju kolam pemandian. Mawar berguling-guling diatas ranjang. Astaga.. aku malu sekali, pipinya merona merah. Ingatan semalam masih tergambar dengan jelas dan perlakuan manis Briant semakin membuatnya meleleh.
Mawar menjentikkan jarinya, tubuh yang awalnya polos kini telah berpakaian kembali. Mawar mengenakan gaun berwarna putih ia nampak secantik peri dengan rambut tergerai panjang sepinggang.
Mawar menyiapkan pakaian Briant, sambil menunggu Briant ia mengistirahatkan tubuhnya lantaran masih terasa sakit dan lelah.
Briant keluar dari kolam hanya menutup tubuh bagian bawah. Mawar tersipu melihat kesempurnaan tubuh Briant. Mawar berjalan mendekat menggandeng tangan Briant membantunya mengenakan pakaian pada tubuhnya.
Briant terdiam dengan kepala menunduk mendapat perlakuan romantis dari kekasihnya, ia merasa sangat bahagia.
Begini kah indahnya mempunyai istri katanya dalam hati.
Saat membantu
Briant mendengar panggilan Mawar, pandangannya menoleh kearah Mawar yang tengah memegang bahunya dengan mata berkaca-kaca.
"Ada apa my dear?" tanya Briant.
"Bahu mu Bri.." kata Mawar dengan pandangan berseri-seri terpancar diwajahnya.
__ADS_1
Briant menangkup muka mawar dengan ke dua tangannya. "Apa yang membuatmu sampai menangis?" tanya Briant dengan rusau.
Bukannya menjawab, Mawar langsung memeluk Briant dan semakin erat memeluk Briant. "Honey.." panggil Briant lagi dengan hati-hati.
Mawar tidak menjawab pertanyaan Briant, namun tangannya bergerak dan dalam sekejap ada kaca besar didepan mereka. "Lihatlah.." kata Mawar sambil menuntun Briant untuk melihat tubuh bagian bahu.
Briant melihat tubuh bagian bahu, ia terkejut karena melihat gambar naga berada di bahunya.
"Bri.. ternyata kamu adalah titisan Naga sama sepertiku dengan tanda phoenix di bahu."
Briant menganggukkan kepala merasa bahagia. Ternyata dirinya adalah Naga pasangan phoenix. Keduanya berpelukan dengan bahagia.
Mawar melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda membantu Briant memakai pakaiannya. Mawar mengancingkan baju Briant, jarak mereka begitu dekat hingga tercium aroma bunga mawar dari tubuh Mawar.
Cup.
Briant mencium Mawar, kedua pipi Mawar merona merah lagi.
"Bri.. jangan goda aku, kita harus segera berangkat ke rumah orang tuamu, apa kamu lupa dengan apa yang kamu lakukan tadi malam? kamu harus bertanggung jawab segera" kata Mawar.
__ADS_1
Hahaha.. Briant terkekeh mendengar celotehan wanitanya yang sebentar lagi akan jadi istrinya.
"Beribu-ribu siap Nyonya" jawab Briant.