Deliverance Love

Deliverance Love
40


__ADS_3

Setelah sarapan keduanya siap berangkat menuju Kahyangan. Mawar dan Briant masuk kamar, bersiap berangkat ke Kahyangan.


Mawar membuat portal gambar, terbentuklah gambar lingkaran dengan pola rumit yang mengelilingi, pola itu berputar dan nampaklah cahaya. Mawar memegang tangan Briant, keduanya masuk lingkaran cahaya portal dan menghilang.


Taman bunga di Istana Kahyangan. Muncul portal lingkaran bercahaya keluarlah dua orang dari dalam portal yang tak lain adalah Briant dsn Mawar.


Keduanya berjalan menuju Istana Kahyangan untuk menemui Raja Kahyangan yang tak lain adalah Ayah Mawar.


Setiba mereka para prajurit memberi tahukan kedatangan mereka kepada Baginda Raja.


"Kemuliaan tetap atas mu Yang Mulia Raja" kata Prajurit sambil duduk menekuk salah satu kaki dengan tangan mengatup di atas kepala dengan muka tertunduk.


"Katakan ada hal apa yang perlu kau sampaikan"


"Diluar ada Dewi Mawar dan Pangeran Briant menghendaki untuk bertemu anda Yang Mulia"


"Persilahkan mereka masuk"


"Baik Yang Mulia"


Prajurit berdiri membungkuk dan pergi untuk mempersilahkan Briant dan Mawar masuk.


Briant dan Mawar memasuki aula istana utama.


"Kemuliaan dan kesehatan selalu menyertaimu Baginda" sambil membungkukkan badan.


Baginda menganggukkan kepala menerima salam Briant.


"Ayahanda" sapa Lea, berjalan maju ke depan memeluk Ayahnya. Keduanya berpelukan melepaskan rindu. Setelah beberapa saat Lea melepaskan pelukan dan kembali ke tempat duduk.


"Apakah kedatangan kalian ingin mengutarakan kesepakatan tentang kelanjutan hubungan kalian kedepannya?"


"Benar Baginda, kami telah memikirkannya dengan matang dan penuh kehati-hatian. Kami memutuskan untuk tetap bersama, meskipun nantinya umur kami berdua tidaklah panjang" jawab Briant.


Mendapat pernyataan Briant, Raja menghela nafas berat dan bertanya "Lalu bagaimana dengan calon penerus Kerajaan serta perusahaan mu Briant"


"Anak-anak kami yang akan menjadi penerus"


"Baiklah jika itu keputusan kalian, saya merestui hubungan kalian dan segera resmikan hubungan kalian dengan pernikahan"


"Terima kasih Baginda" jawab Briant.

__ADS_1


"Ubahlah panggilan mu itu padaku Briant, panggil aku seperti Lea memanggil ku"


"Baik Ayah"


Baik Briant dan Mawar tersenyum bahagia.


Baginda Raja merentangkan kedua tangan meminta keduanya datang dan memeluknya. Mereka berpelukan dengan bahagia.


Raja merasa bahagia melihat putri semata wayangnya tersenyum bahagia, inilah yang diimpikan nya sebagai seorang Ayah yaitu kebahagiaan putrinya.


"Ayah saya ingin bertemu Ibunda" kata Lea


"Ya, temui Ibumu, pergilah bersama Briant dan katakan berita ini padanya."


"Baik Ayah" jawab Mawar.


Keduanya berjalan keluar aula utama dan menemui Ratu. Di sepanjang perjalanan keduanya nampak bahagia akhirnya setelah lama perjuangan mereka kini cinta keduanya bisa bersatu.


Briant dan Mawar menelusuri lorong Istana menuju ruang peristirahatan keluarga. Setelah Mawar memastikan keberadaan Ratu kepada pelayan.


"Kami ingin bertemu Ratu" kata Briant.


"Baik Pangeran, saya akan melaporkan kedatangan anda dan Dewi Mawar.


Mendengar laporan prajurit Ratu merasa senang dan memerintahkan untuk mempersilahkan ke duanya masuk kepada prajurit.


Prajurit berbalik dan mempersilahkan keduanya masuk.


Briant dan Mawar masuk ke dalam ruang peristirahatan keluarga. Kedatangan keduanya disambut dengan antusias oleh baginda Ratu.


"Putriku.." tersenyum sambil berjalan mendekati Lea dan keduanya saling berpelukan.


Briant melihat interaksi keluarga calon istrinya hatinya menghangat ikut merasakan kebahagiaan.


Pelukan keduanya terlepas, Briant menyapa Ratu, "Ibunda.. " sapa Briant dengan membungkukkan badan.


Ratu menjawab dengan mengangguk.


"Silahkan duduk"


"Baik Ibunda" kata ke tiganya.

__ADS_1


Setelah ke tiganya duduk, dengan Briant berada disebelah Mawar dan Ratu di sebrang meja. Briant dan Mawar mengutarakan kedatangan mereka.


"Ibunda kami akan menyampaikan berita bahagia bahwa kami telah mendapatkan persetujuan Ayahanda untuk menikah." kata Briant.


"Benarkah?" kata Ratu dengan mata berbinar bahagia.


"Ibu turut bahagia mendengarnya, berarti kalian berdua telah siap dengan segala konsekuensinya?"


"Benar Ibunda" jawab Mawar.


"Apakah kalian telah memikirkan tentang pewaris pengganti kalian?"


"Ya Ibunda, putra putri kami nantinya yang akan menggantikan kami" kata Briant.


Ratu yang awalnya bahagia kini wajahnya nampak sendu, ia turut bahagia melihat kebahagiaan Putrinya, namun ia bersedih jika mereka menikah maka umur mereka tidak lah lama. Ratu meneteskan air mata, Mawar maju ke depan mengusap air mata Ibunya.


"Janganlah bersedih dihari bahagia kami Ibunda, meskipun kami nantinya tidak berada disamping kalian tapi kami akan selalu ada dalam hati Ibunda dan Ayahanda, Mawar titip putra kami Ibunda."


Mendengar kata-kata putrinya, Ratu semakin menangis tersedu-sedu dan Mawar yang sedari tadi menahan kesedihan, kini ikutan menangis.


Keduanya berpelukan bersama saling menumpahkan perasaan.


Briant hanya terdiam menyaksikan dua orang yang ia cintai larut dalam kesedihan.


Tak berselang lama. "Ada apa ini, kenapa ada suara tangisan terdengar santer sampai luar?"


Mereka yang berada dalam ruangan melihat ke arah pintu kedatangan Yang Mulia Raja.


Ratu dan Mawar menguraikan pelukan dan menghapus air mata yang masih tersisa ada dibawah mata.


"Jangan nodai pertemuan ini dengan tangis kesedihan istriku, putri kita sebentar lagi akan berbahagia" kata Raja.


Ratu menjawab dengan anggukan.


"Mari kita ke ruang makan, sudah waktunya untuk makan siang" kata Raja.


Mereka berjalan menuju ruang makan.


Setibanya mereka di sana, mereka duduk pada posisi masing-masing. Raja berada di kursi utama, Ratu sebelah kanan, sebelah kiri adalah Briant dan Mawar berada di samping Briant.


Para pelayan maju untuk memberikan pelayanan. Mereka makan bersama dengan hikmat.

__ADS_1


Setelah makan bersama usai, Briant dan Mawar pamit kembali ke bumi untuk melanjutkan rencana berikutnya untuk menemui orang tua Briant.


__ADS_2