Deliverance Love

Deliverance Love
81


__ADS_3

Briant mau pun Mawar dalam kondisi terluka parah.


Tangan Bintang bergerak dan keluarlah cahaya menuju Briant dan Mawar.


"Sraaa..."


Briant beranjak dari duduknya berlari kearah Mawar untuk melindungi Mawar dari serangan Bintang.


Duar.. ledakan kembali terdengar.


Tubuh Briant dan Mawar terpental jauh ke belakang dengan posisi Briant memeluk Mawar. Kondisi Briant dan Mawar semakin parah terlebih lagi Briant.


Serangan yang Bintang lakukan mengenai bahu Briant dan Naga yang bersemayam di dalam sana tersegel tanpa bisa keluar.


"Tuan muda, Nona!" kata Ace sambil berlari menuju Briant dan Mawar. Namun belum sampai ia pada Briant dan Mawar, Ace mendapat serangan pada tubuhnya.


"Akh.." suara Ace terdengar karena menahan kesakitan akibat serangan Bintang.


Bintang mengayunkan tangan dan keluarlah cahaya yang ia arahkan pada Briant dan Mawar lagi.


Mawar yang mengetahui serangan yang Bintang lakukan ia membalikkan tubuhnya menutupi tubuh Briant.


"Akh.." suara Mawar terdengar kesakitan.


Kini baik Briant dan Mawar keduanya sama-sama terluka parah.


Para pasukan Briant datang mendekat untuk menyelamatkan junjungannya.

__ADS_1


Namun "sraaaat.. duaar..." ledakan terdengar menghancurkan seluruh pasukan yang berusaha menyelamatkan Briant dan Mawar.


Bintang menyerang para pasukan Briant dan Mawar dan tubuh mereka terpental terjatuh hingga mati.


Kondisi Istana Kahyangan semakin mengenaskan dengan mayat berserakan dimana-mana, baik pasukan Briant maupun Bintang banyak dari mereka yang telah meninggal.


Begitu pula dengan Briant, Mawar dan Ace ketiganya juga terluka parah.


Bintang menggerakkan tangan nya lagi cahaya keluar dari tangannya. Bintang menyerang Mawar dan Briant lagi.


"Sraaat.. duar.."


Kondisi Mawar dan Briant semakin mengenaskan.


Bintang menggerakkan tangannya lagi untuk menghabisi Briant dan Mawar.


Cahaya berwarna hitam mengenai tubuh keduanya, namun tiba-tiba sra.. tubuh Briant dan Mawar terlindungi oleh cahaya yang keluar dari bahu Mawar.


Bahu Mawar bercahaya dan naik ke angkasa berputar-putar lalu sesekali berhenti begitu berulang kali hingga nampak burung phoenix terbang melayang ke sana kemari lalu turun kembali menuju bahu Briant.


Bahu Briant seketika itu bercahaya dan keluarlah naga lalu terbang melayang di langit disusul oleh burung phoenix yang ikut terbang di langit.


Keduanya terbang berputar lalu turun kebawah dengan kecepatan kilat menuju Bintang.


"Duar" ledakan keras terdengar. Tubuh Bintang terpental jauh lalu dengan perlahan menghilang.


Langit yang mulanya berwarna merah semerah darah berubah menjadi hitam dengan bintang yang menghiasinya. Semua kembali seperti semula. Manusia yang terpengaruh Iblis hitam juga kembali seperti semula, tubuh mereka jatuh pingsan tak sadarkan diri.

__ADS_1


Naga dan phoenix yang sebelumnya menampakkan wujudnya juga telah kembali lagi dalam bahu Briant dan Mawar.


Briant berusaha bangkit dengan sisa tenaga yang dimiliki lalu menggendong Mawar yang tengah pingsan.


Briant berjalan lalu berkata pada pengawalnya "Ace bereskan segala urusan disini, aku kembali terlebih dahulu."


"Baik Tuan" kata Ace dengan tubuh membungkuk.


Briant menggerakkan tangannya lalu portal terlihat didepannya. Briant masuk kedalam portal dengan Mawar yang berada dalam gendongannya.


Setelah kepergian junjungannya, Ace membereskan segala hal yang tertinggal di Istana kahyangan. Beberapa saat kemudian semua kembali seperti semula.


Portal yang mengantarkan Briant dan Mawar telah tiba di hutan kematian tepatnya di dalam goa dimana Briant dan Mawar tinggal.


Briant melangkahkan kakinya menuju kolam dengan Mawar yang berada di gendongannya.


Briant berendam didalam kolam dengan Mawar berada di pangkuannya.


"My dear.." panggil Briant pada Istrinya dengan suara lirih dan air mata keluar dari kedua matanya.


Briant sangat takut jika Mawar tak bangun lagi. Tangan Briant bergerak menuju urat nadi dan tak ada tanda kehidupan di sana, namun hatinya memungkiri akan kenyataan itu.


"Istriku bangunlah.. aku mohon, ingatlah pada anak kita yang sekarang ada di dalam perutmu.. jangan pergi tinggalkan aku sendiri disini."


Briant mengguncang-guncangkan tubuh Mawar namun tidak ada pergerakan sama sekali.


"Arrgh.." teriak Briant.

__ADS_1


__ADS_2