
Istana Kahyangan.
"Penasehat! buat pengaturan untuk membentuk prajurit lalu jadikan mereka berkelompok dan sebar mereka ke setiap penjuru untuk mencari keberadaan Dewi Mawar."
"Baik Tuanku."
Aku yakin mereka berada dalam satu tempat yang sama. kata Briant dalam hati.
"Bagaimana perkembangan tentang keberpihakan rakyat padaku."
"Sedikit demi sedikit mereka mulai memihak pada anda Yang Mulia."
"Apa katamu hanya ada sedikit peningkatan? lakukan apa pun jika tidak maka nyawamu dan keluargamu sebagai gantinya."
"Ampun Yang Mulia Raja.. berikan kesempatan lagi pada hamba." berlutut dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Baiklah untuk saat ini kamu saya maafkan tapi tidak untuk kegagalan berikutnya."
"Terima kasih Yang Mulia Raja."
______
Di Kediaman Briant.
__ADS_1
Acara makan bersama berlangsung dengan tenang.
Beberapa saat kemudian mereka selesai makan.
"Mawar ceritakan apa yang terjadi saat kalian berperang di Kahyangan" kata Ibu Mawar.
"Baik Ibunda.. waktu itu saya pergi dengan pengawal dan prajurit ke sana, tanpa Suamiku Briant. Kami menuju markas lalu menuju Istana Kahyangan. Dalam kejauhan terlihat Bintang dan dua ribu prajurit telah siap menyambut kedatangan kami dengan jumlah prajurit kami yang hanya berjumlah seribu prajurit. Dalam hal jumlah kami memang kalah karena pasukan kami tak sebanding dengan pasukan Bintang.
Waktu itu Bintang menawarkan perdamaian perang dengan syarat saya harus mau menjadi Istrinya, namun saya menolak dan akibat penolakan itu peperangan akhirnya terjadi.
Saya berhadapan langsung dengan Bintang dan tau-tau semua hal yang saya lihat berubah menjadi gelap dan saya gak tau apa yang terjadi setelahnya."
Orang tua Briant dan orang tua Mawar mendengarkan dengan seksama.
"Tidak Putraku.. kamu sudah melaksanakan dengan baik" kata Ayah Mawar.
"Lalu bagaimana dengan mu besan apa yang terjadi hingga kalian berakhir di goa didalam hutan dekat Istana." tanya Mama Briant
"Mereka menyerang Istana saat tengah malam. Semua prajurit, pengawal telah dikalahkan. Saat itu saya merasakan aura hitam yang sangat kuat datang mendekat. Karena itulah kami pergi meninggalkan Istana Kahyangan dan bersembunyi di goa di dalam hutan.
"Kami sangat prihatin dengan apa yang menimpa kalian, saya doakan semoga masalah kalian bisa segera terselesaikan. Kata Mama Briant."
"Terima kasih" jawab Ibunda Mawar.
__ADS_1
"Aura hitam ya.. sepertinya dugaan saya benar, Bintang telah dimasuki aura kegelapan" kata Mama Briant.
"Apa maksud Mama kenapa saya baru pertama ini mendengar hal seperti itu?" tanya Mawar.
"Saat berusia lima belas tahun, secara tidak sengaja aku menemukan sebuah buku mitologi kuno, di dalamnya membahas mengenai tentang aura kegelapan iblis, aura kegelapan iblis merasuki seseorang yang dianggapnya cocok sebagai wadah. Pada permulaan orang yang kemasukan aura kegelapan iblis akan mendapatkan apa yang diinginkannya seperti kekuatan, kekuasaan dan kekayaan. Namun setelah keinginannya terpenuhi maka Iblis yang telah mengakar dalam tubuhnya dengan sangat kuat akan membalikkan keadaan.
Seseorang yang awalnya mendapatkan keinginannya maka ia harus membayarnya dengan tubuh dan jiwanya sebagai ganti dari semua hal yang ia inginkan. Inilah yang sangat berbahaya jika tubuh Bintang sudah dikuasai oleh Iblis maka yang memimpin Kerajaan bukan lagi manusia namun iblis. Lalu bagaimana nasib para rakyat kedepannya."
"Kira-kira apa yang diinginkan iblis itu sampai berbuat demikian?" kata Briant.
Semua terdiam karena tidak mengetahui hal apa yang menjadi tujuan
iblis.
"Sepertinya ini bukan hal yang bisa dianggap sepele Briant, ingat pesan Mama kemanapun kalian harus selalu bersama."
"Baik Ma" jawab Briant.
"Mawar Briant untuk sekarang jangan keluar kediaman dulu,.aku yakin para prajurit Bintang pasti mencari dimana keberadaan kita selama ini." kata Ayahanda
"Baik" jawab Briant dan Mawar.
"
__ADS_1