
Mawar merasakan cinta kasih tulus yang diberikan padanya , ia menyadari perlahan - lahan hatinya terbuka untuk menerima Briant .
Tidak ada yang kurang dari diri Briant , lelaki seperti ini siapa pun tidak akan menolak dijadikan istri , kekasih bahkan sekedar gundik sekalipun pasti banyak yang mengantri .
Anehnya laki - laki ini hanya berputar disekitarnya seorang wanita penganut asas monogami , pria yang menjadi pendampingnya tidak boleh mendua .
Dipandanginya sosok laki - laki ini secara fisik sangatlah menggoda , bahkan Mawar sadari ia sering hilaf jika berada didekatnya , sosoknya sangatlah menawan , menjadikan Mawar dengan suka rela menyerahkan dirinya padanya .
Namun akal sehatnya seketika kembali yang menyelamatkan kewarasannya , ia berprinsip keperawanannya hanya untuk suaminya kelak karena hal itu ia sangat menjaga dirinya .
Briant yang sering mencuri - curi ciuman padanya menjadikan ia semakin lemah iman , semakin ia menghindari keberadaan Briant , maka ia semakin gencar mengejarnya . Keberadaannya layaknya bakteri yang tak ada habisnya jika dibasmi .
Satu yang ditakutkan Mawar yaitu jika ia juga hilaf nantinya . " Ya Tuhan .. kuatkan aku " gumam Mawar pada dirinya dengan lirih
Tinggi tubuh 189 , wajah ganteng , kulit tidak terlalu putih , bentuk tubuh yang nampak seksi , kekayaan yang tiada tara dan juga kuat serta perlakuan yang begitu manis siapa pun akan meleleh bila bersamanya .
" Ah .. Briant kamu benar - benar sesuatu " gumam Mawar lagi dengan lirih .
Sore ini Mawar hanya berguling - guling bosan dikamarnya , tak berselang lama datanglah paket dengan diantar pelayan .
" Sore Nona , ada kiriman paket dari Tuan Briant "
" Masuk Bik "
" Ini Nona paketnya "
" Ya Bik , terima kasih "
Setelah menerima paket itu , Mawar segera membukanya , dan ternyata isinya adalah gaun berwarna putih yang sangat indah , dan terdapat note kecil disana yang berbunyi " Dear .. kenakan ya .. nanti malam , aku akan menjemputmu jam 07.00 , dandan yang cantik my dear ... "
Setelah membaca isi pesan ia tersenyum , " benar - benar manis "
__ADS_1
Mawar sedang bersiap - siap , ia menyapukan make up pada wajah dan memakai gaun itu dan terakhir adalah high hill mempercantik penampilannya dengan tas tangan menambah nampak semakin sempurna . Tak berselang lama Briant datang menjemput .
Bunyi klakson terdengar didepan rumahnya , tit .. tiit .. dan Mawar keluar dari rumah menghampiri Briant .
Mawar melihat penampilan Briant , ternyata mereka memakai baju couple dan malam ini Brian nampak berbeda ia semakin tampan begitu pun dengan Briant yang terpesona dengan penampilan Mawar yang menawan .
" Kenapa aku menjadi tidak ingin berangkat ? "
" Kenapa .. apa ada hal yang penting , kita bisa pergi lain waktu Bri .. "
" Bukan dear , bukan karena itu .. tapi karena kamu terlihat sangat cantik malam ini , hingga aku tak rela jika ada yang melihatmu "
Sontak saja wajah Mawar memerah , apalagi ketika perkataan Brian berada di dekat telinganya dan mengenai leher jenjangnya , tubuh Mawar seakan tersengat listrik , untuk menetralkan dirinya Mawar berkata , " Bri .. jangan gombal , gombalanmu tidak akan mempan untukku "
" Benarkah itu Tuan Putri " Kata Briant sambil membukakan pintu mobil . Briant memanfaatkan kesempatan dengan sangat baik , ketika Mawar masuk dan duduk dalam mobil , Briant membungkuk dan berkata , " jika kamu tidak tergoda kenapa kedua pipimu sangatlah merah my dear "
Setelah mengatakan itu , Briant berlari kecil menuju tempat kemudi setelah ia melihat betapa meronanya wajah sang pujaan hati , hatinya sangat berbunga malam ini .
Setibanya mereka di lokasi , Briant menutup mata Mawar dan membawanya ke tempat dinner romantis yang ia rencanakan . Dengan dituntun Briant , Mawar mengikuti langkah kemana pun Briant membawanya .
Tibalah mereka di ruangan , dan Briant membuka penutup mata , mata Mawar mengerjap perlahan menyesuaikan dengan cahaya , dan pemandangan didepan sangatlah menakjubkan begitu indah .
Bunga - bunga bermekaran berwarna putih tersebar ditempat yabg pas pada tempatnya ada kolam dengan penataan meja ditengahnya dengan burung merpati putih berpasangan yang cantik .
" Bri .. apa ini ? "
" Kejutan my dear .. "
Tangan Briant terulur dan Mawar menyambut uluran tangan itu , Briant membawa Mawar ditengah kolam dengan berjalan dan sampailah mereka ditengah dan Membukakan kursi mempersilahkan sang pujaan hati duduk segera setelah itu ia pun duduk .
Dengan tepukan tangan Briant maka musik klasik berbunyi dengan indah dan sajian makanan tidak lama kemudian di hidangkan .
__ADS_1
Makan malam berjalan dengan sangat romantis , Briant sesekali menyuapi Mawar dengan makanan untuk dicoba oleh Mawar ,
Briant benar - benar pandai modus agar Mawar mau disuapi dengan dalih merasakan menu yang berbeda , dan sendok yang ia gunakan menyuapi Mawar ia pakai untuk makan , bukankah ini sama saja dengan ciuman tidak langsung .
Dan Mawar nampak tidak melakukan protes sama sekali akan perlakuan ganjil Briant mencuri - curi kesempatan .
Setelah selesai makan , satu tangkai bunga Mawar Merah tiba - tiba berada ditangan Briant . Briant berjongkok didepan Mawar dan menyatakan cintanya .
" Mawar pada malam ini aku mengungkapkan perasaan didalam hatiku bahwa aku sangat sangat sangat mencintaimu , aku harap kamu mempunyai rasa yang sama , ulurkan tanganmu untuk menerima Mawar ini jika kamu menerima perasaanku "
Briant menunduk menunggu jawaban Mawar , tubuhnya bergetar dengan hebat dan jantungnya berdetak dengan sangat cepat . Keringat dingin membanjiri tubuhnya , tiba - tiba tangan itu terulur menerima bunga pemberian Briant . Briant masih tidak percaya dengaan hal itu, ia bertanya sekali lagi "
" Apakah kamu menerima perasaanku ? "
Mawar mengangguk dan berkata " aku menerimamu dan aku mencintaimu "
Mendengar jawaban Mawar Briant bersorak dengan bahagia dan ia menggendong Mawar didepannya dan menurunkan tubuh Mawar agar sejajar dengannya dan ******* bibir merah ceri , ciuman pelan lembut itu semakin inten menjadi ******* yang hebat dan berlangsung lama , setelah Mawar terengah - engah Briant baru melepaskan ciuman mereka .
Namun bibir Mawar bagaikan candu baginya , Briant kembali mencium Mawar dengan membara , hasrat yang selama ini ia tahan ia tumpahkan pada saat ini .
Setelah ciuman terlepas , Briant menangkup wajah Mawar dengan kedua tangannya dan berkata " aku sangat bahagia malam ini , terima kasih sayangku cintaku "
Briant menarik Mawar ke area yang lebih luas dan mengajak Mawar berdansa diiringi musik klasik menambah keromantisan diantara mereka dan Mawar berkata .
" Terima kasih Bri kamu dengan sabar mau menungguku "
" Aku tidak keberatan untuk itu sama sekali sayangku my dear "
Mereka berdansa layaknya merpati putih sangat indah , keduanya benar - benar nampak serasi .
Sang asisten yang membantu menyiapkan segala keperluan ikut bahagia menyaksikan segala proses yang dilalui Tuannya , semoga mereka selalu bahagia dan langgeng sepanjang masa .
__ADS_1
Namun ia sendiri merasa miris dengan nasibnya yang jomblo , asisten sepertinya bagaimana punya waktu untuk pacaran , sungguh menyedihkan hidupnya sebagai jomblo kelas akut diusianya yang ke 30 tidak pernah satu kali pun ia menjalin hubungan intim dengan lawan jenis , sungguh kasihan .