Deliverance Love

Deliverance Love
24


__ADS_3

Cahaya matahari terpancar dengan sinar keemasan jatuh ke bumi . Mawar mengeliat dari tidurnya . Matanya mengerjap saat sinar matahari mengganggu kenyamanan dalam tidurnya .


Tak berselang lama mata yang tertutup perlahan terbuka . Diedarkan pandangannya melihat jam dinding .


" Astaga .. ! " katanya dengan terkejut .


Tubuhnya tersentak terbangun dengan tiba - tiba . " Jam 09.00 ! " segera ia beranjak dari tempat tidur . Namun , tangan kekar yang ada disampingnya menarik Mawar dalam pelukan .


" Kya.. ! jerit Mawar " tangan kekar itu merengkuh Mawar dalam pelukan dengan sangat erat , " Bri .. lepas ! katanya dengan nada tinggi "


" My dear .. tidur lagi , apa yang kamu khawatirkan ! " kata Briant .


" Bri .. sudah siang " kata Mawar lagi , " lapar juga "


Mendengar ucapan sang pujaan hati Briant melepaskan pelukannya , diedarkan pandangan melihat pada jam dinding di depannya , pantas saja kekasihnya ini kelaparan .


" Ayo ke kamar mandi , lalu kita turun dan sarapan " kata Briant . Segera Briant beranjak dari ranjang tangannya terulur membopong Mawar .


" Kya .. ! jerit Mawar lagi "


" Kenapa kamu sangat suka berteriak my dear , telingaku sakit honey .. "


" Kamu mau apa Bri .. jangan aneh - aneh ! "


" Aneh - aneh gimana hem ? " tanya Briant sambil menurunkan di bath up setelah ia menyiapkan air hangat . " Apakah maksudmu kita mandi berdua , jika kamu ingin dengan senang hati aku akan melakukannya " kata Briant sambil menaikturunkan alisnya .


Blus .. pipi Mawar seketika memerah dan cup Briant mencium bibir Mawar dan berjalan keluar kamar mandi .


Mawar benar - benar malu dengan apa yang ada difikirannya .


Di depan pintu kamar mandi dengan posisi membelakangi pintu , Briant tersenyum dan berkata . " Kenapa tadi tidak ku lanjutkan saja .." . Briant berjalan keluar dari kamar Mawar menuruni tangga ia menuruni tangga menuju dapur untuk menyiapkan sarapan roti panggang dengan 2 gelas susu untuk mereka berdua .


Setelah selesai Briant naik ke atas apakah Mawar telah siap , melihat Mawar telah keluar kamar mandi , Briant memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya .


Sepuluh menit kemudian Briant keluar kamar mandi . Melihat Mawar ternyata masih di kamar Briant berkata " ayo .. turun , aku telah menyiapkan sarapan untuk pagi ini " tangan Brian terulur menggandeng Mawar dan keduanya menuruni tangga menuju tempat makan .


Setibanya di bawah , Briant menarik kursi mempersilahkan pujaan hatinya untuk duduk . Mawar mengikuti apa yang di persiapkan Briant dengan patuh .


Mawar masih sangat malu akan apa yang ia fikirkan tadi ditambah lagi sekarang perlakuan Briant padanya sangatlah manis .


Briant melihat Mawar , wajahnya masih terlihat merona . Briant tersenyum dan berkata " kamu sangat cantik bila pipimu ini berwarna merah merona "

__ADS_1


" Bri .. " panggil Mawar


" Ya honey .. melihat raut muka Mawar , Briant tak tega untuk terus menggodanya . Dengan menggenggam tangan Mawar Briant berkata " ayo sarapan semoga sesuai dengan selera mu dan maaf aku hanya bisa menyiapkan ini " .


Mawar tersenyum dan menjawab" aku bukan pemilih makanan " lalu keduanya sarapan berdua untuk pertama kalinya .


Selesai sarapan , datanglah Foxi .


"Selamat siang Tuan Briant dan Nona "


" Selamat siang Fox " jawab Mawar dan Briant hanya merespon dengan mengangguk . " Ada hal penting apa yang perlu kamu sampaikan ? " tanya Mawar .


" Ada undangan dari Yang Mulia Raja , Nona disuruh kembali ke Istana Kahyangan bersama Tuan Briant untuk menghadiri festival rakyat , kereta dan segala kebutuhan perjalanan telah disiapkan "


" Kapan berangkat Fox ? "


" Malam ini Nona " setelah selesai menyampaikan undangan Foxi pamit undur diri , " kalau begitu saya pamit kembali ke kantor Nona "


" Ya Fox " kata Mawar . " Bri .. apakah kamu sibuk malam ini ? " tanya Mawar


" Untuk kamu aku tak pernah sibuk " jawab Briant .


" Bri .. aku serius ! "


" Festival rakyat itu apa my dear ? " tanya Briant


Itu adalah perayaan rakyat untuk menyambut hari panen raya acara ini begitu berarti untuk para rakyat , dan kehadiranku sangatlah penting disana apalagi statusku sekarang sebagai penerus dari Ayahanda , keikutsertaan ku adalah keharusan . Apalagi ini adalah keikutsertaan pertama kali setelah aku terbebas dari kutukan .


Briant mengangguk - anggukkan kepalanya tanda mengerti , Briant sangat memahami posisi calon istrinya .


Dilihatnya tangan Mawar tanda kepemilikan yang sebelumnya dihilangkan oleh Dewa Bintang kini telah kembali . Lambang ukiran Nama Mawar tampak sangat cantik berada disana .


Dengan adanya tanda itu , hati Briant tenang karena dimana pun Mawar berada dan bagaimana keadaan Mawar maka dalam sekejap Briant bisa datang kapan pun dengan cepat . Dengan begitu keselamatan Mawar ia bisa menjaganya dengan baik .


Namun peristiwa kemarin ketika Dewa Bintang bisa menghapuskan tanda kepemilikan menjadikan Briant was - was .


Briant menyadari bahwa tanda itu bisa dihilangkan , meskipun tidak nyata yaitu dengan menumpang tindih pola kepemilikan dengan pola baru secara sihir . Sepertinya aku harus menemui Ibunda untuk menanyakan masalah ini kata Briant dalam hati .


" My dear .. aku pergi sebentar , tunggu aku kembali , kita berangkat bersama - sama" . cup .. Briant mengecup bibir Mawar sekilas dan ia melesat pergi dari hadapan Mawar " sraat .. "


Sepeninggal Briant Mawar kembali ke kamar .

__ADS_1


Bangunan mewah dengan taman bunga bermekaran menambah keindahan tempat tersebut .


Briant bersama dengan pengawalnya Ace sampai pada tempat itu . Sang sopir bergegas membukakan pintu mobil Briant , Briant keluar dari mobil berjalan memasuki kediaman yang nampak begitu asri dengan banyaknya pohon dan hamparan bunga yang sangat indah dengan diikuti Ace dibelakangnya .


" Tuan Muda " sapa Kepala Pelayan


" Sampaikan kepada Ibunda , kedatanganku "


" Baik Tuan Muda "


Briant berjalan menaiki tangga menuju ruang kerja yang berada dilantai dua bersama dengan pengawalnya , Ace . Keduanya menunggu di dalam ruangan tersebut .


Tak berselang lama pintu itu terbuka .


" Putraku .. " sambil memeluk Briant , " dasar anak nakal " dengan tangan menarik telinga Briant . " Apakah kamu tidak mencintai Ibunda lagi , kenapa hanya datang jika ada perlu ? "


" Ampun Ibunda " jawab Briant yang menahan rasa sakit pada telinganya . " Bukan maksud Bri .. seperti itu ? "


" Kapan kamu bawa istrimu kemari ? "


" Segera Ibunda "


" Duduklah Putraku " keduanya duduk kecuali sang pengawal , Ace .


" Ibu , Bri .. takut tidak bisa menjaga Mawar . Karena kejadian kemarin , kejadian saat Dewa Bintang yang mampu menghapus meskipun hanya sebuah ilusi sementara , namun hal itu sangatlah berbahaya jika ketidak sadaran Mawar akan dimanfaatkan oleh orang jahat .


" Ibunda adakah solusi akan masalah tadi ? "


" Tidak ada solusi sebagaimana yang kau maksud anakku , kecuali dengan kekuatan cinta yang tergantung pada diri kalian sendiri , jika perasaan kalian sangat kuat , maka simbol itu akan semakin kuat dan masalah apapun tidak akan dapat menghancurkan simbol itu begitu sebaliknya "


" Terima kasih Ibunda "


" Ya putraku , tunggu sebentar " tangan yang terulur tiba - tiba saja diatas telapak tangan ada gelang giok yang sangat cantik .


" Pakaikan benda ini pada tangan Mawar , gelang giok ini akan melindungi siapa saja yang memakainya "


" Terima kasih Ibunda "


" Malam ini ada undangan dari Istana Kahyangan oleh karena itu hamba harus kembali , kalau begitu saya pamit undur diri Ibunda "


" Baiklah .. restuku selalu bersamamu dan segera bawa calon istrimu kemari "

__ADS_1


" Baik Ibunda "


Briant berjalan keluar kediaman memasuki mobil diikuti Ace . Mobil perlahan - lahan pergi meninggalkan Kediaman Ibundanya .


__ADS_2