
Kabar gembira akan kehamilan Mawar membuat mereka melupakan masalah yang tengah mereka hadapi. Seakan menjadi penyegar dikala panas melanda.
Suka cita mereka rasakan hingga kabar ini sampai juga pada orang tua Briant yang tengah menjalankan bisnis di luar negri.
Mereka begitu antusias hingga mereka menyegerakan agenda mereka untuk cepat kembali ke tanah air menemui putra dan menantunya.
"Pa aku sangat bahagia mendengar kabar ini, sudah sangat lama aku menantikan cucu hingga pada akhirnya angan-angan yang sekian lama aku inginkan telah terwujud juga."
Papa Briant yang mendengar berita itu juga tak kalah bahagia, namun kebahagiannya seakan berlipat tatkala ia melihat kebahagiaan Istrinya yang terpancar dengan jelas di raut mukanya.
Mama Briant menelusuk masuk dalam pelukan Suaminya dan menyandarkan kepala pada dada sang suami sambil berkata "sebentar lagi rumah kita akan ramai dengan suara bayi kata Mama Briant dengan senyum merekah indah di bibirnya.
"Pa mari kita segerakan pekerjaan kita disini agar bisa pulang segera."
__ADS_1
Papa Briant mengangguk dan pelukan keduanya terurai. Mama Briant mengambil tas kerja suaminya di tangan satunya dan tangan yang lain melingkar di tangan Suaminya. Keduanya berjalan keluar kamar dimana mereka menginap lalu berjalan menuju tempat mereka melakukan pertemuan bisnis.
_________
Satu minggu telah berlalu dimana Bintang dan para prajuritnya memuaskan rasa lapar mereka di bumi dengan menghisap darah manusia yang mereka temui.
Mereka tidak merasakan rasa sakit akibat kelaparan di setiap harinya. Namun hal itu terjadi di setiap satu bulan sekali. Setelah mereka bisa menghisap darah tubuh mereka layaknya manusia pada umunya namun jika rasa lapar itu mulai datang maka tubuh mereka berubah seperti zombi dari hari ke hari semakin parah.
Mereka yang telah menjadi prajurit Briant semua bukan manusia biasa namun sebenarnya mereka adalah zombi.
Untuk itulah keberadaan persembunyian mereka aman dari Raja mereka Bintang.
Sungguh mereka menyesal telah mengikuti bahkan percaya pada Bintang hingga mereka berubah menjadi monster yang bisa membahayakan kelurga mereka sendiri. Namun nasi telah menjadi bubur, para prajurit dengan kompak merencanakan hal yang sama agar kelurga mereka selamat, dengan cara bersembunyi di bawah tanah yang mereka gali di dalam rumah mereka.
__ADS_1
Persembunyian di bawah tanah mampu menghilangkan bau darah dari endusan hidung mereka.
Hal itu mereka lakukan karena jika pada malam dimana mereka berubah menjadi zombi pikiran dan hati mereka tak akan bisa terkontrol lagi. Kemungkinan sangat besar jika mereka bisa menyakiti bahkan membunuh keluarga sendiri.
Dan hal itu masih berlaku hingga sekarang tanpa sepengetahuan Bintang.
Dalam hati mereka berterimakasih pada Dewi Mawar. Karena kegilaan Bintang pada Dewi Mawar telah mengalihkan pikiran Bintang sehingga ia tidak merasakan keganjalan dengan apa yang para prajurit lakukan.
Suasana Istana kembali seperti semula dengan cahaya matahari yang bersinar menyinari seluruh bumi.
Tidak seperti sebelumnya, Istana Kahyangan tertutup awan berwarna hitam pekat. Semua wilayah Istana Kahyangan nampak suram sangat menakutkan.
Bintang berjalan menuju ruang pertemuan. Setibanya ia di sana ia menaiki singgasana lalu ia duduk di sana.
__ADS_1
Pandangan Bintang menyapu seluruh ruangan. Nampak para mentri, penasehat, pengawal dan komandan berkumpul di aula Istana.