Deliverance Love

Deliverance Love
30


__ADS_3

Pagi itu Ratu pergi ke tempat istirahat Briant untuk memastikan bahwa laporan dari mata-ma tanya adalah benar, namun setelah ia sampai di tempat dimana Briant istirahat ia tak mendapati sang putri didalam kamar, hatinya terasa lega.


Setelah itu ia menuju ke tempat istirahat putrinya.


Didalam kamar Mawar, "Ada apa Ibunda pagi-pagi datang ke kamar Mawar?"


"Ibunda ingin menanyakan tentang apa yang terjadi tadi malam putriku."


"Masuklah Ibunda" kata Mawar sambil berjalan menggandeng tangan sang Ratu memasuki kamar.


"Ibunda tidak perlu menghawatirkan apapun, semua bisa Mawar selesaikan dengan baik apalagi ada Briant sebagai pendamping Mawar" kata Mawar.


"Syukurlah.. semua berjalan dengan lancar" kata Ratu.


"Ibunda ayo kita ke tempat Ayahhanda" ajak Mawar.


"Yang Mulia.. Yang Mulia.." tiba-tiba ada dayang yang masuk kamar Mawar, maafkan hamba yang mulia, ada hal penting yang perlu hamba sampaikan, ini mengenai Yang Mulia Raja."


"Katakan!" jawab Ratu.


"Yang Mulia Raja telah sadar" jawab sang dayang.


Setelah mendengar kabar yang begitu menggembirakan mereka semua pergi menuju tempat istirahat sang Raja. Namun sebelum itu Yang Mulia Ratu memerintahkan salah satu dayang untuk mengabari Briant, bagaimanapun juga Briant adalah calon menantunya sekarang.


"Dayang.. tolong kabarkan juga pada Pangeran Briant" kata Ratu.


"Baik Yang Mulia" jawab dayang.


Setelah memerintahkan dayang, Ratu dan Mawar beserta para dayang pergi ke tempat istirahat Raja.


Sesampainya mereka disana Ratu dan Mawar memasuki kamar. Di dalam kamar sudah ada tabib yang memeriksa keadaan Raja.


"Bagaimana keadaan Raja tabib?" tanya Ratu


"Raja dalam keadaan baik Yang Mulia" jawab tabib.


Ratu dan Mawar mendekati ranjang Raja.


"Ayahanda" panggil Mawar sambil berjalan memeluk sang Raja.


Raja menepuk-nepuk pundak belakang Mawar sambil berkata "tidak apa-apa putriku Ayah baik-baik saja."


Mawar merasa lega, ia keluar dari pelukan bergantian dengan Ibundanya yang kini duduk didekat suaminya.


"Apa yang kau rasakan suamiku?" tanya sang Ratu

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, hanya saja tubuhku masih terasa lemah" jawab sang Raja.


"Tabib coba jelaskan hasil dari apa yang kamu lihat" kata Ratu.


Tabib menjawab "Yang Mulia keadaan Baginda baik-baik saja, jika sekarang masih merasa lemas itu hal yang wajar karena setelah tidur lama ketika bangun pasti membutuhkan penyesuaian dan saya menyimpulkan apa yang dialami Baginda adalah efek dari racun yang membuat Baginda tertidur dalam waktu dua hari ini"


"Apa!" Yang Mulia Ratu mendengar berita itu sangat terkejut, "apakah hal ini ada hubungannya dengan acara festival rakyat tanyanya dalam hati"


Mawar yang mendengar hal itu juga merasakan hal yang sama dengan Ratu.


"Lapor yang mulia, Pangeran Briant telah tiba dan menunggu didepan" kata pengawal.


"Suruh dia masuk penjaga" jawab Raja.


Setelah dipersilahkan masuk Briant masuk ke dalam ruangan Raja.


"Hormat hamba Yang Mulia" kata Briant sambil membungkukkan tubuhnya.


Sang Raja menganggukkan wajahnya tanda ia menerima salam dari Briant.


Namun tiba-tiba tabib menyela, "Ampun beribu ampun Yang Mulia Ratu, karena kondisi Baginda Raja masih butuh pemulihan maka hamba menyarankan untuk meninggalkan Baginda Raja beristirahat, diperbolehkan untuk satu orang yang menemani Baginda".


Karena kondisi Raja, akhirnya Mawar dan Briant keluar dari kamar Yang Mulia Raja. Tinggallah sang Ratu dan tabib di sana, setelah kebutuhan Raja selesai, tabib juga keluar.


"Hamba pamit undur diri Yang Mulia Ratu" kata tabib.


"Sudah menjadi kewajiban hamba Yang Mulia Ratu" jawab tabih.


Setelah membungkukkan badannya dengan mengepalkan kedua tangan didepan dada tabib pamit undur diri.


Kini tinggallah Ratu dan Raja didalam ruangan.


"Bagaimana dengan acara festival rakyat Istriku?" tanya Raja.


"Festivalnya berjalan lancar, semua berkat Pangeran Briant" jawab Ratu.


"Ceritakan apa yang terjadi" kata Raja.


"Maaf karena adinda mengambil keputusan ini, sebenarnya hal ini atas permintaan putri kita yang meminta persetujuan status pertunangan dengan Pangeran Briant, awalnya adinda keberatan namun setelah mendengar penjelasan putri kita, bahwa keinginannya bertunangan tidak serta merta karena keadaan tapi karena mereka berdua saling mencintai akhirnya adinda menyetujui hal itu."


"Mungkin itu solusi istriku.. tapi aku sangat mengerti kondisi tahta Kahyangan, pasti mereka akan mengambil celah apapun itu untuk merongrong sehingga keinginan mereka terpenuhi, apalagi status Briant hanyalah seorang manusia bumi, ini bukan hal yang bisa diremehkan" kata Raja.


"Panggil Mawar kemari!" kata Raja.


"Suamiku apakah kondisimu sudah memungkinkan jika membahas masalah ini?" tanya Ratu

__ADS_1


"Tidak apa-apa, panggilkan Mawar aku tidak akan tenang sebelum mendengar langsung apa yang sebenarnya terjadi" kata Raja.


"Baiklah" jawab Raja.


"Jika kondisimu tidak memungkinkan maka nanti jangan dipaksakan suamiku" kata Ratu.


"Tentu" jawab Raja.


Ratu berjalan menuju ke tempat penjaga dan memerintahkan pengawal untuk memanggil putrinya.


"Pengawal panggil Dewi Mawar untuk datang ke tempat istirahat Yang Mulia Raja" perintah Ratu.


"Baik Yang Mulia" jawab penjaga.


Setelah memberi perintah Ratu kembali ke kamar Raja dan menunggu kedatangan Mawar, ia sendiri penasaran bagaimana Mawar bisa mengatasi masalah yang timbul di acara festival rakyat.


Setelah beberapa saat tibalah Mawar ke tempat istirahat Raja.


"Salam Ayahanda Ibunda" sapa Mawar. "Ada apa gerangan Ayahanda memanggil Mawar kemari?"


"Putriku mendekatlah.." kata Raja. Mawar duduk disebelah Raja.


"Katakan bagaimana bisa kamu bisa mengatasi masalah yang ada di perjamuan dengan status Pangeran Briant yang hanya seorang manusia bumi?" tanya Raja.


"Mawar juga tidak mengerti Ayahanda, ketika panglima Antaraksa terus saja membuat Mawar tidak diakui diantara para pejabat dan Raja dari luar Negara, Pangeran Briant hanya berdiri dan menjentikkan telunjuknya dan Panglima Antararaksa jatuh terduduk dilantai dengan gemetar ketakutan" jawab Mawar.


"Itu menandakan bahwa Pangeran Briant memiliki kekuatan yang luar biasa" kata Raja.


"Ia Ayahanda, Mawar juga baru mengetahui hal itu kemarin malam, selama Mawar bersamanya ini adalah pertama kalinya Mawar merasakan aura yang terpancar dari tubuhnya sangatlah besar" kata Mawar.


"Jika seperti itu kejadiannya maka Pangeran Briant memang pantas menjadi pendampingmu dan Ayah merasa tenang menyerahkan kamu padanya" kata Raja.


Mawar yang mendengar penuturan tentang persetujuan hubungan antara ia dan Briant tersipu malu.


"Sepertinya putri kita memang telah dewasa istriku" kata Raja.


"Ia Suamiku" jawab Ratu.


"Ayahanda adakah hal lain lagi?" tanya Mawar.


"Tidak Putriku" jawab Raja.


"Kalau begitu Mawar pamit undur diri dan selamat istirahat Ayahanda" kata Mawar.


Setelah kepergian Mawar sang Raja istirahat dengan ditemani istrinya.

__ADS_1


Mawar keluar dari tempat istirahat Raja dan berjalan ke lorong menuju kamarnya. Di depan kamar ada seseorang yang bersedekap berdiri bersandar tembok menunggunya, siapa lagi kalau bukan Briant.


Dengan senyuman kebahagiaan Mawar menyambut Briant, begitu juga Briant yang tersenyum mendapati sang kekasih telah berada di depannya.


__ADS_2