
Istana Kahyangan.
Bintang sedang duduk di singgasana ia merasa sangat bahagia. Keinginannya bisa duduk di atas tahta kini menjadi kenyataan. Namun ada ruang yang kosong dalam hatinya yaitu tidak adanya pendamping yang menemaninya.
Ia telah mengerahkan para bawahannya untuk mencari keberadaan Dewi Mawar, bahkan sampai mengutus para bawahannya mencari Dewi Mawar di bumi. Namun tidak ada yang bisa menemukan dimana Dewi Mawar berada.
Para petinggi yang berkumpul pada pertemuan di aula Kerajaan melirik satu sama lain. Mereka saling bertanya ada apa dengan Raja Bintang? pasalnya pertemuan yang mereka bahas ini adalah hal penting yang membutuhkan persetujuan Raja.
Kesadaran Bintang kembali tatkala penasehat Kahyangan membuyarkan lamunannya dengan menyentuh Bintang.
"Pertemuan kali ini cukup sampai disini" kata Raja Bintang.
Setelah mendengarkan perintah Raja Para petinggi yang berada di aula membubarkan diri mereka. Mereka yang awalnya sudah tidak setuju Bintang sebagai Raja semakin tak menyukai Bintang karena Bintang tidak memperdulikan keluh kesah para rakyat.
Bintang memerintah Istana Kahyangan dengan sewenang-wenang.
Sepeninggal para petinggi, penasehat Kahyangan berkata "hal apa yang menggangu Yang Mulia hingga tak konsentrasi dalam pertemuan kali ini?"
Bintang tak menjawab pertanyaan bawahannya namun ia malah bertanya "Apakah sudah ada kabar tentang keberadaan Dewi Mawar?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Bintang penasehat mengerti bahwa yang membuat pikiran Bintang tidak fokus adalah karena Dewi Mawar. Sang penasehat menghela nafas karena Bintang bersikap bodoh demi seorang wanita.
"Yang Mulia.. perjuangan anda dalam mendapatkan tahta tidaklah mudah."
"Yang kau katakan benar penasehat."
"Yang mulia maaf jika perkataan saya menyinggung perasaan anda namun hal ini perlu saya sampaikan."
"Katakan penasehat."
"Yang Mulia anda adalah Raja yang bodoh."
Penasehat langsung bersujud "ampun beribu ampun Yang Mulia.. saya mengatakan hal itu karena anda lupa dengan hal yang seharusnya anda utamakan. Jika sikap anda tetap seperti ini maka tahta yang anda pegang saat ini akan hilang dari genggaman anda Yang Mulia."
Bintang yang siap membunuh penasehat ia urungkan karena perkataan bawahannya.
Penasehat yang melihat respon dari Bintang bibirnya melengkung ke atas membentuk senyuman samar karena Bintang telah masuk dalam rencananya. Ia telah mempertaruhkan dirinya sendiri untuk bisa menjadi seseorang yang Bintang percayai dan apa yang ia lakukan dengan mempertaruhkan nyawanya mendapat hasil yang sepadan.
"Yang Mulia hamba tidak menghalangi jika anda menginginkan Dewi Mawar sebagai pendamping anda kelak. Namun ada hal yang lebih penting saat ini yaitu menguatkan posisi anda agar tahta yang sekarang berada dalam genggaman semakin kuat tak tergoyahkan."
__ADS_1
"Apa maksudmu penasehat?"
"Pergantian penguasa karena anda merebut tahta secara paksa membuat para rakyat membenci anda Yang Mulia. Yang menghawatirkan yaitu jika mereka nantinya akan membentuk kelompok tertentu untuk membelot dan menghancurkan anda Yang Mulia, jadi sangat penting merebut hati para rakyat.
Meskipun anda sangat kuat dan mampu menghancurkan mereka dengan mudah namun bukankah sangat menyenangkan jika anda berhasil mengambil hati rakyat dan berbalik membuat para rakyat membenci Raja yang terdahulu."
Briant terdiam mendengar perkataan penasehatnya. Beberapa saat kemudian ia berbicara "apa yang kamu katakan benar dan langkah apa yang perlu aku lakukan?"
Penasehat semakin bersorak dalam hatinya lantaran Bintang telah masuk dalam genggamannya.
"Langkah yang perlu anda lakukan pertama-tama anda harus menyelesaikan masalah rakyat seolah-olah anda adalah Raja yang baik. Lalu yang kedua membuat rumor dimasyarakat tentang kejelekan Raja terdahulu."
"Usulan mu sangat bagus penasehat." kata Briant. Susunlah rencana apa yang perlu aku lakukan dan satu lagi tetap cari dimana keberadaan Raja, Ratu dan Dewi Mawar."
"Baik Yang Mulia."
Briant berdiri dari singgasana dan berjalan pergi meninggalkan aula pertemuan.
Penasehat membungkukkan badan hingga Bintang tak nampak lagi di aula. Senyum penasehat semakin lebar karena Bintang telah berada dalam genggamannya.
__ADS_1