Deliverance Love

Deliverance Love
32


__ADS_3

Yang Mulia Raja dan Pangeran Briant keduanya tidak merasa bahwa permainan catur keduanya telah berjalan selama satu jam.


Setelah beberapa saat keduanya mengakhiri permainan, Pangeran Briant meminta izin untuk kembali ke tempat dimana ia beristirahat.


"Yang Mulia Raja hamba mohon untuk undur diri" kata Briant.


Raja menganggukkan kepalanya.


Pangeran Briant berjalan keluar sambil menghela nafas dan menuju ke tempat istirahatnya. Pangeran Briant merasa lega meskipun restu dari Yang Mulia Raja belum ia dapatkan, tapi ia mendapat kesempatan untuk memperjuangkannya.


Sesampainya dikamar Pangeran Briant mendapati sang kekasih.


"My dear" panggil Briant, Pangeran Briant tidak menyangka Dewi Mawar akan berada didalam kamarnya.


Mawar mendapat panggilan itu berjalan menghampiri Pangeran Briant.


"Bri.. bagaimana tadi pertemuan antara kamu dan Ayahanda?" tanya Mawar dengan raut muka hawatir.


Briant memegang tangan Mawar menariknya untuk duduk di tempat tidur. Mendapat pertanyaan dari Mawar Briant diam.


Mawar semakin merasa cemas melihat reaksi Briant.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak my dear.. percayakan semua padaku" kata Briant.


Perkataan Briant membuat Mawar semakin penasaran.


"Ceritakan Bri.. apa yang terjadi saat kalian bermain catur tadi" kata Mawar sambil memegang tangan Briant.


Briant melihat raut muka Mawar akhirnya luluh juga.


"Yang Mulia belum memberikan restu pada hubungan kita, tapi beliau memberikan kesempatan untuk membuktikan kelayakanku sebagai pendampingmu, maka percayakan semua padaku my dear" kata Briant.


Mawar mendengar apa yang dikatakan Briant hatinya merasa sedih, bukankah Ayah telah menyetujui hubungan kami kata Mawar dalam hati, dipagi hari dimana Mawar dipanggil Ayahnya kala itu raut muka Ayahnya nampak menyetujui hubungan Mawar dan Briant, lalu kenapa sekarang semua berbeda bukankah aku telah menceritakan segalanya dan tanggapan Ayahanda positif, lalu apa yang membuat Ayah berubah batin Mawar.


"Apa yang kamu pikirkan my honey" kata Briant sambil mencubit dagu Mawar menariknya untuk bertatapan dengan briant.


"Bukan apa-apa Bri" jawab Mawar.


"Percayalah padaku my dear, serahkan semua padaku!" kata Briant yang berusaha meyakinkan kekasihnya.


"Baiklah" jawab Mawar.

__ADS_1


Mendengar jawaban Mawar, Briant merasa lega. Ditariknya Mawar kedalam pelukannya dan dikecupnya dahi Mawar dengan penuh rasa kasih sayang.


Setelah beberapa saat pelukan keduanya terlepas.


"Bri.. nanti sore kita akan kembali ke bumi" kata Mawar.


" Ya" jawab Briant.


"Kalau begitu aku ke kamar dulu" kata Mawar.


"Istirahatlah disini my dear" kata Briant.


"Bri.. jangan aneh-aneh deh.. kita saja belum direstui Ayahanda" jawab Mawar.


"Baiklah.. maaf" kata Briant dengan wajah lesu.


Mawar yang mendapati raut muka Briant tertawa pelan, betapa lucunya raut mukanya. Seorang ceo yang biasanya berwajah garang kini berekspresi seperti itu.


"Ha.. ha.. ha.." tawa Mawar.


"Briant yang dalam keadaan tidak bersemangat mengeryitkan alisnya ia merasa heran kenapa Mawar tampak bahagia, apakah ia begitu bahagia melihatnya merasa mati karena rindu.


"Apa yang kamu tertawakan my dear.. apakah kamu tidak merindukanku sebagaimana aku merindukanmu?" kata Briant dengan muka bersedih.


"Memangnya biasanya raut mukaku seperti apa?" tanya Briant.


"Galak!" jawab Mawar dengan singkat.


"Benarkah?" kata Briant.


"Ya tapi ketika kamu didepan para pegawaimu" jawab Mawar. Udah ah.. aku ke kamar dulu Bri sambil mengecup pipi Briant" kata Mawar sambil berjalan pergi dari kamar Briant.


Briant yang mendapat ciuman itu merasa sangat bahagia, sepeninggal Mawar dari kamar, tangan Briant menyentuh pipinya yang mendapat ciuman dari Mawar sambil tersenyum bahagia.


Mawar memasuki kamarnya untuk mempersiapkan keperluan yang dibutuhkan dan kemudian beristirahat.


Sore hari kereta yang membawa Mawar dan Briant untuk kembali ke bumi telah siap, begitu juga dengan Mawar dan Briant.


"Ayahanda Ibunda, Mawar pamit" kata Mawar sambil memeluk Ayahanda dan Ibunda.


"Ya Putriku jaga dirimu baik-baik" jawab Ibunda.

__ADS_1


"Jagalah dirimu baik-baik Putriku" Kata Ayahanda.


"Pangeran Briant saya titipkan putriku padamu" kata Ratu.


"Baik Yang Mulia Ratu" jawab Briant.


"Anak muda buktikan ucapanmu" kata Raja pada Briant.


"Tentu Yang Mulia Raja" jawab Briant.


Dengan diantar Yang Mulia Raja dan Ratu, Mawar dan Briant memasuki kendaraan yang telah disiapkan. Briant mengulurkan tangan untuk membantu Mawar memasuki kereta.


Melihat perlakuan Briant pada Mawar, kedua orang tua Mawar semakin yakin akan ketulusan hati Briant. Tapi bagaimanapun sang Raja masih ingin ada pembuktian untuk lebih meyakinkan hatinya untuk benar-benar menyerahkan Putrinya pada Briant.


Setelah Mawar dan Briant memasuki kereta, kereta berangkat menuju bumi, Mawar membuka tirai kereta dan berkata "Ayahanda Ibunda selamat tinggal" kata Mawar sambil melambaikan tangannya dan disambut dengan lambaian oleh ibunya.


Kereta melaju meninggalkan Kahyangan, setelah kereta tak terlihat Raja dan Ratu masuk kembali menuju kediaman dengan diikuti para dayang.


"Yang Mulia kenapa rasanya sangat singkat kebersamaan kita dengan Putri kita" kata Ratu.


"Iya Istriku, tentu saja apalagi kita sudah tidak bertemu dengan Putri kita sangatlah lama karena hukuman yang dijalani Putri kita di hutan kematian, namun kita tidaklah harus mengedepankan perasaan kita, apalagi Mawar akan menjadi penggantiku suatu hari nanti" jawab Raja.


"Kenapa Yang Mulia mengirim Putri kita ke bumi suamiku.. tugas Mawar menangkap Dewa Bintang bukankah telah terlaksana?" tanya Ratu.


"Aku juga tidak tau Istriku, hanya saja aku merasa jika Mawar dibumi maka hatiku akan tenang" jawab Raja.


"Perasaanku juga mengatakan seperti itu Suamiku" kata Ratu.


Sesampainya Raja dan Ratu di kamar, keduanya masuk dan beristirahat.


Di sisi lain di sudut yang tak terlihat, seseorang secara diam-diam melihat adegan keluarga harmonis itu. Tangannya mengepal dengan penuh kebencian, "Dewi Mawar sampai kapanpun adalah milikku" kata sosok itu sambil melesat meninggalkan tempat dimana ia berada.


Di dalam kereta, Briant menepuk pelan kepala yang berbaring di pangkuannya dengan penuh kasih sayang.


Dengkuran halus terdengar, mulut gadis itu sedikit terbuka, Briant menelan ludah kerongkongannya bergerak menahan gejolak, ingin rasanya ia memakan pemandangan indah yang sedang terlelap di pangkuannya.


Hanya dengan kondisi seperti ini saja, gadis ini membangkitkan gairahnya, apalagi.. ia memakai pakaian yang sexy Katanya dalam hati, ah.. mikir apa aku, kenapa pikiranku berpetualangan kemana-mana.


Kereta yang mereka naiki berjalan tanpa gangguan, nampak langit biru dengan gumpalan warna putih nampak sangat indah.


Briant sangat takjub melihat pemandangan yang ia liat, sebelumnya ia tidak memperhatikan sekitarnya karena fikirannya hanya tertuju pada Mawar yang di culik oleh Dewa Bintang.

__ADS_1


Tak berselang lama kereta tiba di kediam Mawar.


Briant berjalan perlahan dengan menggendong Mawar ditangannya menaiki tangga menuju kamar Mawar. Briant membaringkan tubuh Mawar di tempat tidur, kemudian ia pun ikut berbaring tidur.


__ADS_2