
Setelah mencapai kesepakatan, Briant dan Mawar memutuskan untuk pergi ke Kahyangan dan membicarakan kesepakatan keduanya untuk bersama.
"Kapan kita berangkat ke Kahyangan Bri?"
"Kalau besok bagaimana?"
"Baiklah"
"Aku keluar dulu ada rapat penting yang harus ku hadiri"
"Baiklah"
"Ingat, jangan keluar mansion tanpa izin dariku, jangan nakal my dear" kata Ashraf.
"Iya iya Bri, berangkatlah jangan khawatir padaku, aku akan patuh."
Briant menunduk mencium kening Mawar berlalu meninggalkan Mawar di Mansion nya.
Briant masuk mobil dengan beserta asistennya. Mobil berlalu pergi meninggalkan Mansion. Dalam perjalanan, hati Briant gelisah karena meninggalkan Mawar di Mansion. Ingatannya melayang pada kejadian akhir-akhir ini karena adanya seseorang yang tengah mengintai sang kekasih.
Sayangnya ia belum bisa menemukan informasi siapa yang tengah mengintai sang kekasih. Semoga semua baik-baik saja kata Briant dalam hati.
Mobil Briant berhenti di depan hotel, sang asisten dengan sigap membuka pintu mobil. Briant melangkah keluar, melangkah menuju ruang pertemuan diikuti Rian setelah ia menutup pintu mobil.
Mereka berjalan memasuki Hotel dengan posisi Briant berada didepan dan asisten dibelakang.
Dan tibalah di ruangan yang mereka tuju.
Para petinggi perusahaan sudah berkumpul di sana. Briant memasuki ruangan dengan asisten nya Ace berjalan dibelakangnya.
Para petinggi perusahaan membungkuk hormat menyambut kedatangan Briant. Briant duduk di kursi utama bersama Ace yang berada di sebelah kanannya.
"Mari kita mulai presentasinya" kata Briant mempersilahkan mereka memaparkan keunggulan-keunggulan produk mereka. Satu persatu maju mempresentasikan produk mereka. Hingga tibalah perusahaan terakhir.
"Pilih Perusahaan Utama Group Ace"
"Baik Presdir"
Ace maju ke depan dan mengumumkan hasil presentasi. "Selamat kepada Perusahaan Utama Group"
Tepuk tangan menggema di seluruh ruangan.
Perusahaan yang terpilih maju ke depan berjabat tangan dengan Briant dan Ace. Namun Briant menghindar lantaran mereka perempuan. Briant sangat memahami arti tatapan wanita perwakilan perusahaan di mana mereka bekerja.
Wanita itu menurunkan tangannya karena malu.
__ADS_1
Banyak wanita serakah tidak pernah puas sampai rela menjual diri untuk melancarkan karir mereka, gelagat wanita itu mengarah ke sana. Briant merasa sangat jijik, bagaimana ia sebanding dengan Mawar ku. Apa ia tidak tau kalau aku punya kekasih lebih segala-galanya dari nya.
Meeting akhirnya selesai, Briant dan Ace keluar berjalan menuju mobil.
Mobil Briant telah terparkir di depan hotel, Brian dan Ace masuk ke dalam.
"Apa agenda ku selanjutnya?"
"Tuan Besar meminta anda pulang ke mansion utama"
"Kita ke mansion utama" kata Briant.
Mobil yang mereka naiki melaju ke kediaman utama, kebetulan sekali aku ingin membicarakan rencana pernikahanku pada Ayah Ibu.
"Tuan Muda apakah anda akan menikahi Nona Mawar?"
"Ya Ace, kami telah mengambil keputusan"
"Meskipun taruhannya adalah nyawa Anda?"
"Ya Ace, cinta itu gila tapi lebih gila jika aku tak bersamanya"
"Bagaimana jika Tuan dan Nyonya besar tidak menyetujuinya"
"Aku akan meyakinkan mereka"
"Hmm"
Tibalah mobil mereka di Mansion Utama. Ace keluar mobil dan segera membukakan pintu di jok Briant. Briant keluar berjalan masuk diikuti Ace dibelakangnya setelah Ace menutup pintu mobil Briant.
Keduanya menuju ruang keluarga.
"Selamat datang putraku" sapa nyonya besar yang tak lain adalah Ibu Briant.
"Selamat datang Ibu, Ayah" sapa Briant kembali, Tuan Besar mengangguk memberi tanggapan.
Mereka berempat duduk diruang keluarga.
"Putraku benarkah berita yang kami dengar bahwa kamu telah menjalin kasih dengan seorang gadis?"
"Benar Ayah"
"Kami senang mendengarnya Putraku, bawa dia kesini"
"Bagaimana dengan latar belakang keluarganya Briant?" tanya Ayah Briant.
__ADS_1
"Sangat bagus Ayah"
"Benar Tuan, mereka sepadan. Dalam seumur hidup saya hanya Nona Mawar yang pantas mendampingi Tuan Muda dalam berbagai aspek"
"Benarkah itu Putraku"
"Benar Ibunda, namun yang lebih dari itu kami berdua saling mencintai"
"Kami sangat bahagia mendengarnya Briant, bawa segera ia menemui kami"
" Baik Ibunda"
"Ada hal penting yang perlu saya sampaikan pada Ayah Ibu, ini mengenai hubungan kami"
"Katakanlah Putraku" kata sang Ibu.
"Mawar adalah gadis dengan kelahiran phoenix, maka jika ia menikah maka pasangannya haruslah Naga. Jika tidak maka umur kami berdua tidaklah panjang"
Mendengar penuturan Briant orang tua Briant merasa sangat sedih, putranya bukan seperti manusia pada umumnya, ia memiliki kelebihan, ia berbeda dari manusia kebanyakan. Sangat sulit mencari seorang gadis yang layak untuk Briant, apalagi gadis itu gadis yang membuat Briant tertarik.
"Apa keputusanmu putraku" tanya Ayah Briant.
"Seperti yang saya sampaikan diawal, kami memutuskan bersama, sedangkan untuk penerus, kami akan memberikan pada putra putri kami kelak. Ayah Ibu saya sangat mencintai Mawar, saya tidak akan sanggup menikah jika tidak dengannya." kata Briant sambil berlutut didepan orang tuanya.
Orang tua Briant terkejut melihat Briant sampai berlutut untuk mendapatkan persetujuan dari kedua orang tuanya.
"Bangunlah Putraku" kata Ayah Briant.
"Ayah Ibu Briant saling memandang dan berkata "apa pun keputusanmu kami akan merestuimu, segera bawa Mawar kesini."
"Terima kasih Ayah Ibu" Briant bangun dari duduk sambil dibantu sang Ayah.
"Sebelum pergi makanlah dulu, ibu menyiapkan makanan kesukaanmu Bri"
"Baik Bu"
mereka berempat pergi menuju ruang makan, setibanya di sana mereka duduk di tempat masing-masing.
Ibu Briant mengambilkan makanan ke piring Ayah Briant kemudian baru ke piring Briant, setelah itu ia baru mengambil untuk dirinya sendiri.
Sedangkan Ace mengambil makanannya sendiri.
Mereka makan dengan lahap.
Setelah mereka selesai makan, Briant dan asistennya pamit pulang dengan diantar kedua orang tua Briant di depan rumah.
__ADS_1
Mobil yang dinaiki Briant melaju pergi meninggalkan Mansion Utama. Mobil melaju kembali menuju kediaman Briant. Sesampainya Briant di Mansion nya hal pertama yang ia lakukan adalah mencari Mawar di kamar Mawar.
Briant membuka pintu kamar Mawar dan mendapati Mawar tengah tidur dengan lelapnya, Briant beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai ia naik ke ranjang tidur dengan memeluk Mawar. Dan ia tertidur bersama Mawar dalam satu ranjang yang sama.