
"Itu sangat masuk akal, jika dilihat bahwa satu desa bisa hilang dalam satu malam pasti mereka menjadi korban dari Briant dan para prajuritnya" kata Mama Briant.
"Jadi tujuan Iblis ini adalah untuk merubah dunia dan Kahyangan menjadi kekuasaan mereka dengan perantara Bintang" kata Briant.
Mereka mendesah karena masalah yang mereka hadapi tidaklah mudah. Selain itu baik Briant dan Mawar memiliki kekuatan dibawah Bintang.
Kenapa semua harus terjadi disaat Istriku tengah mengandung buah hati kami, apa yang harus aku lakukan.. di satu sisi kami harus secepatnya bergerak, namun disisi lain ada Istri dan anak kami kata Briant dalam hati.
Briant menghela nafas berat betapa beratnya masalah yang mereka hadapi.
"Bri.." panggil Mawar pada suaminya. Mawar memegang tangan Briant mengusapnya "jangan khawatirkan apa pun, jangan jadikan kami.." berkata sambil mengelus perutnya "sebagai kelemahan mu, mari berjuang sama-sama."
Briant menatap lekat Istrinya merengkuhnya dalam pelukan lalu mencium kening Istrinya "terimakasih dear.." kata Briant lalu berjongkok dan mencium perut Mawar.
"Aku pergi dulu ke rumah Kakek untuk mencari buku yang Mama katakan" kata Briant pada Istrinya.
Mawar mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Mama Briant yang menyaksikan keluarga kecil putranya yang harmonis juga ikut merasa bahagia. Keputusannya untuk memberikan izin pada putranya untuk menikahi Mawar tidak lah salah.
Ibu mana yang mau jika putranya menikah dengan seseorang dan sudah mengetahui jika mereka bersama maka umur mereka tidak lah panjang.
Namun ternyata kekuatan cinta keduanya telah mengalahkan segala ujian dan semoga kedepannya ikatan diantara mereka semakin kuat.
Briant berangkat menuju Kediaman Kakeknya dengan diantar Mawar sampai depan rumah.
Briant mencium dahi Mawar lalu ia berjongkok mencium perut Mawar "Papa pergi dulu ya sayang.." kata Briant di depan perut Istrinya.
Briant berjalan menuju mobil, Ia masuk kedalam melambaikan tangan pada Istri tercintanya.
Dibalik jendela Mama Briant tersenyum menyaksikan interaksi Putranya dengan sang Istri, lalu ia melangkah pergi menuju kamarnya.
Setelah mobil tak terlihat lagi Mawar masuk ke dalam kediaman, ia berjalan menuju kamar, sesampainya ia dikamar ia memanggil Fox dengan telepati. Mawar memejamkan matanya dengan kaki bersila, ia memusatkan pikirannya kepada Foxi.
Di lain tempat Foxi yang tengah berada di Kahyangan tepatnya di daerah tempat para rakyat Kahyangan tinggal. Foxi menjalankan perintah Nona nya untuk menyelidiki situasi yang tengah terjadi di Kahyangan baik di dalam Istana maupun luar Istana. Foxi mendengar panggilan dari Nona nya, segera ia mencari tempat sepi, setelah menemukan tempat yang sesuai Foxi duduk bersila, memejamkan mata sambil memusatkan pikirannya pada Nona Mawar.
__ADS_1
"Foxi.. foxi.. fox.."
"Iya Nona.."
"Foxi datanglah ke kediamanku."
"Baik Nona."
Setelah panggilan berakhir Foxi beranjak dari duduknya lalu pergi menuju bumi untuk menemui Dewi Mawar.
Srat.. Foxi melesat pergi menuju kediaman Briant.
_________
Di tempat lain di Desa Selo Kencono.
Briant telah sampai di kediaman Kakeknya. Mobil berhenti di depan rumah. Briant keluar dari mobil, ia lalu berjalan menuju rumah Kakeknya.
__ADS_1
"Selamat siang Tuan Muda" sapa kepala pelayan dengan berdiri dan menundukkan kepala kepada Briant.
Briant menganggukkan kepala sebagai jawaban. Briant melepaskan mantel yang ia kenakan, kepala pelayan menerima dan menyerahkan kepada bawahannya lalu mempersilahkan Briant masuk kedalam.