Deliverance Love

Deliverance Love
31


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar Ayahanda, Mawar berjalan menuju kamarnya, ia mendapati Briant yang sedang menunggunya di depan pintu kamar.


Melihat Briant menunggunya senyumannya semakin lebar.


Mawar berlari kecil menghampiri Briant yang merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan kekasih dalam pelukan, grep.. kini mereka berpelukan didepan kamar Mawar.


"Ada hal apa yang membuatmu bahagia honey..?" tanya Briant.


"Ayahanda sudah semakin sehat dan.." berhenti berkata mendongak melihat Briant.


"Dan apa?" tanya Briant.


"Dan Ayahanda sudah mengetahui pertunangan kita Bri.. dan kau tau apa respon dari Ayahanda Bri..?"


"Apa honey?" tanya Briant dengan harap-harap cemas.


"Rahasia!" kata Mawar sambil melepaskan diri berlari masuk kedalam kamar.


"Brak.. pintu kamar tertutup meninggalkan Briant sendiri di depan kamar.


"Jangan bercanda honey, jangan buat aku penasaran, Briant sudah cemas didalam hatinya tapi kekasihnya malah mempermainkannya, "awas ya.. jika kena aku hukum kamu honey" kata Briant sambil berdiri di depan pintu kamar Mawar.


"Hormat hamba Pangeran" tiba-tiba ada prajurit penjaga yang menemuinya didepan kamar Mawar.


"Ya ada hal apa yang perlu kamu sampaikan?" tanya Briant.


"Baginda memanggil Pangeran untuk menemuinya di tempat peristirahatan, mari saya antarkan anda kesana" kata penjaga.


Briant mengikuti langkah prajurit menuju tempat yang peristirahatan. Tak berselang lama mereka akhirnya sampai juga ditempat peristirahatan Raja.


Penjaga tempat peristirahatan Raja melaporkan kedatangan Briant dengan lantang.


"Pangeran Briant telah tiba ditempat peristirahatan!" kata penjaga dengan lantang.


Briant memasuki ruangan.


"Salam Yang Mulia Raja" kata Briant sambil membungkuk dan mengepalkan kedua tangan didepan dada.


Raja mengangguk dan mempersilahkan Briant duduk di depannya dan mereka duduk saling berhadapan terpisahkan jarak dengan adanya meja ditengah.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Yang Mulia Raja? tanya Briant.


"Seperti yang terlihat, aku baik-baik saja" jawab Raja.


"Pangeran Briant, aku memanggilmu untuk membicarakan statusmu yang sekarang menjadi tunangan putriku, aku harap kamu tidak berbesar hati terlebih dahulu karena restuku masih belum menyertaimu!" kata Raja.


Briant nampak tenang di permukaan namun dalam hatinya gelisah menghadapi calon mertua, ternyata lebih menegangkan dari hal apapun yang pernah ia alami selama ini.


Raja melihat reaksi Briant yang terlihat tenang, ia salut dengan kekuatan pertahanannya. Raja tidak menahan diri untuk melepaskan aura ditubuhnya sehingga apa yang dikatakan seakan mengandung intimidasi yang membuat lawan kalah dan dalam kondisi ketakutan dan lawan merasakan kehilangan rasa percaya diri.


"Hamba mengerti Yang Mulia Raja, identitas Dewi Mawar bukanlah identitas sembarangan, ia memiliki kualitas dalam berbagai hal, hamba akan berusaha memantaskan diri sehingga layak untuk mendampinginya. Satu hal yang bisa saya pastikan untuk saat ini yaitu perasaan saya terhadap Dewi Mawar tulus, saya benar-benar mencintai Dewi Mawar" kata Briant dengan percaya diri.


"Tentu saja putriku bukanlah wanita biasa maka dari itu buktikan ucapanmu wahai pemuda!, setelah mengatakan hal itu Yang Mulia Raja diam dan berkata didalam hatinya "selain itu ia memiliki trah yang istimewa, barang siapa yang menjadi suami Dewi Mawar maka ia beserta keturunannya akan mendapatkan kejayaan dan kekuatan yang tiada banding."


Karena ramalan yang disampaikan oleh Maha Guru, sangat perlu bagi sang Raja untuk berhati-hati memilihkan pendamping putrinya, jika putrinya mendapatkan pendamping yang tidak baik maka takutnya hal itu akan menjadi bencana.


Raja teringat peristiwa lampau ketika Dewi Mawar dilahirkan, cahaya di langit membentuk burung Phoenix yang bersinar terang begitu indah.


Di hari itu Maha Guru memanggilnya, apa yang disampaikan Maha Guru sungguh sangat mengejutkan bahwa kelahiran putrinya dengan tanda burung Phoenix yang terletak diatas kamar tidur dimana sang istri melahirkan adalah pertanda baik yaitu kelahiran Mawar memiliki trah kejayaan dan kekuasaan bagi suami dan anak turunnya.


Sang Raja merasa curiga dengan fakta itu apakah hal itu benar adanya, "lihatlah pada punggung putrimu apakah ada tanda lahir burung phoenix disana, jika ia maka apa yang aku sampaikan adalah kebenaran.


Kecurigaan sang Raja bukanlah tanpa alasan karena yang lahir pada hari itu bukan hanya sang istri tapi juga bersamaan dengan salah satu dayang.


Raja menuju tempat dimana sang istri berada, sesampainya ia dikamar Ratu, Raja menanyakan keberadaan putrinya.


Dibukanya baju yang membungkus putri kecilnya dan apa yang disampaikan Maha Guru benar adanya, ada tanda burung phoenix dipunggung putrinya.


Kebahagiaan menyelimuti hatinya, senyum dibibirnya semakin melebar namun tak berselang lama kehawatiran akan putrinya juga ia rasakan.


Senyum yang tadinya mengembang hilang dengan raut muka hawatir yang terpancar.


Sang istri menyadari raut muka suaminya bertanya "ada masalah apa Raja hingga wajahmu bermuram durja, apakah engkau tidak bahagia dengan kelahiran putri kita suamiku?" tanya Ratu.


"Aku sangat bahagia istriku, engkau telah memberikan permata yang sangat berharga kepadaku, aku baru saja pulang dari tempat Maha Guru, ia mengatakan perihal kelahiran putri kita yang sangat luar biasa namun juga membuat aku hawatir" kata Raja.


"Ceritakanlah hal itu suamiku" kata Ratu.


"Kelahiran putri kita dengan tanda burung phoenix dipunggungnya menandakan bahwa siapapun yang menikahi putri kita, suami dan anak turunnya akan memiliki kejayaan dan kekuatan yang luar biasa. Mendengar hal itu aku sangat bahagia namun aku juga bersedih jika hal ini akan disalah gunakan oleh orang jahat nantinya " kata Raja.

__ADS_1


"Terus apa keputusan yang akan engkau ambil suamiku?" tanya Ratu.


"Berita ini hanya akan menjadi rahasia diantara kita adinda, jangan engkau katakan pada siapapun termasuk orang tua atau orang kepercayaanmu" kata Raja.


"Baik suamiku" jawab Ratu, ratu yang mendengar penuturan sang Raja ia kini juga merasakan apa yang dirasakan suaminya. Kebahagiaan dan kehawatiran menyelimuti hatinya.


Pangeran Briant berulang kali memanggil Raja, namun sang Raja masih belum sadar dari lamunannya tentang kejadian di masa lalunya.


Setelah beberapa saat panggilan pangeran Briant yang semakin keras membuat Raja kembali dari lamunannya.


"Hamba sangat mengerti Yang Mulia atas kehawatiran anda pada Dewi Mawar, tapi saya memohon sudi kiranya Yang Mulia Raja memberi hamba kesempatan untuk membuktikan kesungguhan hati hamba Yang Mulia" kata Briant.


"Ku berikan kesempatan padamu Pangeran Briant, lakukan yang terbaik dan buktikan bahwa kamu pantas mendampingi putriku" kata Raja.


"Baik Yang Mulia, terima kasih atas kesempatan yang anda berikan" kata Briant.


Pembicaraan mereka terhenti ketika ada dayang yang datang memberikan minuman. Setelah kepergian para dayang pembicaraan diantara mereka berlanjut kembali.


Keduanya bermain catur bersama seakan perdebatan keduanya tadi tidak pernah terjadi, pertarungan sengit dalam permainan membuat keduanya lupa akan permasalahan yang baru mereka perdebatkan.


Dalam kejauhan Mawar dan Ibunda Ratu melihat keduanya dari jauh.


"Ibunda apakah Ayahanda tidak menyetujui hubungan kami, kenapa mereka terlihat tegang?" tanya Mawar.


"Kau tidak perlu hawatir putriku, apapun yang dilakukan Ayahmu semua demi kebaikanmu dan percayalah pada rekan yang telah kamu pilih" kata Ratu.


"Baik Ibunda" jawab Mawar.


*


*


*


Author benar-benar minta maaf karena ada ketidakpastian waktu update cerita, karena kesibukan author didunia nyata, namun akan tetap author usahakan untuk bisa update setiap harinya meskipun hanya 1 bab.


Semoga kedepannya author berharap pekerjaan didunia nyata dapat dilaksanakan dengan lancar sehingga memiliki banyak waktu update.


Salam bahagia

__ADS_1


Dan Happy reading


🤩🙏


__ADS_2