
Pertahanan pasukan Bintang semakin melemah, para pasukan Briant berhasil menembus penjagaan dan mereka menuju aula tempat berlangsungnya upacara.
Briant terbang melayang menuju tengah upacara. Ia mendarat di samping Bintang.
Bintang membuka matanya lalu beranjak dari duduknya.
"Lancang! beraninya kau mengganggu upacara kami!" kata Bintang.
"Apa yang harus ditakuti" kata Briant.
"Sepertinya luka yang ku torehkan ditubuh mu tidak membuatmu jera, jadi rasakan ini!" Bintang berlari menyerang Briant.
Briant yang mendapat serangan menangkis dengan kedua tangannya.
Di sudut lain Mawar juga bertarung dengan para prajurit begitu juga dengan prajurit Bintang maupun Briant mereka saling menyerang satu sama lain.
Prajurit Bintang semakin lama semakin sedikit, mereka semakin terdesak.
Namun tiba-tiba suara ledakan terdengar begitu keras menggema di seluruh Istana Kahyangan.
__ADS_1
"Duaaar..." tubuh Briant terpental jauh, "uhuk.." Briant terbatuk hingga mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
Mawar terbang melayang di udara mendekati Briant yang dalam kondisi terluka parah. Mawar berjongkok memeriksa kondisi Briant. Dengan sigap keduanya duduk bersila memusatkan pikiran lalu duduk bersila.
Beberapa saat kemudian kondisi Briant telah pulih kembali. Briant berdiri dari duduknya diikuti Mawar dibelakangnya. Keduanya saling memandang lalu tubuh keduanya terbang melayang mendekat ke arah Bintang yang tengah duduk bersila melanjutkan upacara.
Cahaya rembulan bergeser sedikit demi sedikit menuju tengah cawan.
Berangsur-angsur warna langit terganti dengan warna merah semerah darah. Suasana berubah menakutkan. Para penduduk ketakutan, mereka seakan merasakan bencana yang maha dahsyat yang akan melanda negri mereka.
Para penduduk masuk dalam rumah mereka tanpa berani keluar dari rumah. Langit bertiup semakin semakin keras, membuat suasana semakin mencekam.
Tubuh Briant dan Mawar mendarat di sisi Bintang. Keduanya menyerang Bintang yang sedang duduk bersila dengan mata terpejam.
Bintang beranjak dari duduknya ke tiganya saling menyerang satu sama lain.
Mereka semua bertarung dengan sengit.
Cahaya rembulan terus bergerak ke arah tengah cawan. Bintang sangat murka karena Briant dan Mawar terus berupaya untuk menggagalkan upacara yang ia lakukan.
__ADS_1
Kini Bintang sudah tidak lagi mengingat rasa cintanya pada Mawar. Tubuhnya sepenuhnya telah dikuasai oleh Iblis yang tengah bersarang dalam dirinya.
Ketiganya bertarung dengan sengit.
Hingga "Arrrgg" pukulan Bintang mengenai tubuh Briant.
Briant terpukul mundur dengan darah keluar dari mulutnya.
Mawar mendekat kearah Bintang, tangkisan dan serangan terjadi diantara keduanya. Cahaya merah keluar dari tangan Bintang dan mengenai Mawar, Mawar terpukul mundur dan darah keluar dari mulutnya.
Briant terbang mendekat ke arah Mawar, menangkap tubuh Istrinya sebelum jatuh ke tanah.
Bintang semakin menggila karena marah, tubuhnya berubah mengerikan. Ia menyerang Briant dan Mawar dengan membabi buta.
Briant dan Mawar menyatukan kekuatan keduanya. Cahaya ungu keluar dari tangan keduanya yang menyerang Bintang dengan posisi tangan menyatu.
Cahaya hitam keluar dari tangan Bintang menangkis serangan Briant dan Mawar.
Cahaya Ungu dan hitam saling bertabrakan hingga cahaya hitam mengalahkan cahaya ungu dan "duar" ledakan besar terdengar.
__ADS_1
Mawar dan Briant terpental jauh ke belakang. Briant yang mengetahui Istrinya terbang kearah Mawar dan menangkap tubuh Mawar.
Keduanya jatuh dengan posisi Briant ditimpa tubuh Mawar. Darah keluar dari tubuh keduanya. Baik Briant mau pun Mawar dalam kondisi terluka parah.