
Briant berjalan menaiki tangga yang berbentuk memutar dan berjalan menyusuri lorong menuju kamar tempat Mawar berada. Setibanya ia di depan kamar tangan Briant meraih handle pintu dan memutarnya.
Klek. Pintu kamar terbuka, pemandangan yang nampak didepannya, Mawar nampak mondar mandir dengan gaun pengantin masih melekat di tubuhnya.
Mawar mendengar pintu terbuka pandangannya beralih ke arah pintu dan nampak Briant di sana. Mawar berlari kecil berhambur ke dalam pelukan Briant. Briant reflek tangannya terbuka memeluk Mawar.
Mawar mendongakkan kepala melihat Briant dengan posisi keduanya masih berpelukan.
"Ada apa dear.. bukankah tadi aku meminta padamu untuk beristirahat, tapi apa ini kamu saja belum berganti pakaian!"
"Bagaimana aku bisa istirahat suamiku.. jika hatiku menghawatirkan mu?"
"Apa yang kamu khawatirkan hem.. kedua orang tua kita hanya ingin menitipkan putrinya padaku dan memberi wejangan tentang bekal berkeluarga."
"Benarkah?"
"Tentu my dear.." jawab Briant.
__ADS_1
"Baiklah aku percaya padamu."
"Ya meskipun sempat ada sedikit ketegangan karena aku telah menyentuhmu sebelum kita menikah, tapi tak masalah semua baik-baik saja sekarang."
Mawar mendengar perkataan Briant hatinya merasa tenang.
Mawar melepaskan pelukannya dengan satu tangan menggandeng Briant dan tangan satunya menutup pintu. Mawar membawa Briant masuk ke dalam kamar mandi. Setibanya mereka di dalam kamar mandi Mawar membantu Briant melepaskan pakaian.
Mawar melepaskan kancing baju satu persatu setelah semua terlepas. "Untuk celana kamu sendiri ya.. yang nglepasin."
"Kenapa my dear.. bukankah kita sudah sah sebagai suami istri kenapa kamu gak mau?"
Briant mengetahui istrinya akan pergi ia segera memeluk Mawar dari belakang. "Bri..lepaskan" kata Mawar dengan lirih.
Hembusan nafas Briant mengenai pundak Mawar. Tubuh keduanya terasa panas. Briant membawa Mawar di bawah shower dan menyalakannya. Tubuh keduanya terguyur air shower. Mawar menundukkan pandangan karena malu, Briant mengangkat pandangan Mawar hingga pandangan mereka beradu dengan kabut gairah. Briant mencium Mawar di bawah guyuran air dingin.
Bukan mereda panas didalam tubuh keduanya namun semakin panas. Ciuman Briant semakin menuntun, tangan Briant bergerak ke atas bawah tubuh Mawar dan meraih resleting gaun dan menurunkannya.
__ADS_1
Gaun yang dikenakan Mawar meluncur ke bawah hannya tersisa kain tipis yang menutupi tubuh Mawar yang tercetak jelas membentuk lekuk tubuh Mawar karena basah terkena air.
Suara indah sesekali terdengar keluar dari keduanya karena gairah yang semakin menyala.
Entah sejak kapan tangan Briant dengan lihainya telah melepaskan baju Mawar bahkan tanpa Mawar sadari. Begitu dengan kondisi Briant yang polos tanpa sehelai benang pun.
Keduanya beradu kenikmatan didalam guyuran air shower.
Briant menggendong Mawar ala bridal style menuju ranjang, Mawar melingkarkan kedua tangan dengan kepala masuk ke dada Briant. Entah kenapa ia masih merasa malu padahal ini bukan kali pertama bagi keduanya bercinta.
Briant menyunggingkan senyuman melihat reaksi wanitanya karena malu. Mawar nampak imut dimatanya.
Briant membawa Mawar di ranjang. Sesampainya keduanya di sebelah ranjang, Briant meletakkan Mawar dengan perlahan. Kemudian ia menautkan ciuman yang sempat terlepas diantara keduanya.
Suasana kamar terasa panas menggairahkan. sesapan, decapan dan ******* melingkupi aroma kamar karena percintaan keduanya hingga entah berapa lama percintaan keduanya terjadi.
Mawar tertidur dengan pulasnya dengan Briant memeluknya dari arah belakang. Keduanya tertidur dengan pulas setelah kegiatan panas yang keduanya lakukan.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui tanda pada bahu keduanya keluar membentuk cahaya dan bersatu membentuk pasangan naga phoenix diangkasa.
Para pengikut keduanya tertunduk sebagai tanda penghormatan pada junjungan mereka.