
Keesokan harinya.
Mawar tengah bersiap dengan baju zirah nya. Ia tersenyum dengan mata tertuju pada setiap gerakan suaminya yang membantunya mengenakan baju zirah ditubuhnya.
Ekor mata Briant melirik muka istrinya dengan senyum tersungging di bibirnya.
"Kenapa tersenyum begitu.. godain suami ya.." canda Briant pada Istrinya.
"Enggak hanya.."
"Hanya?" tanya Briant dengan salah satu alis terangkat keatas dan menghentikan gerakan tangannya.
"Hanya lupa" jawab Mawar sambil tertawa.
Tangan Briant menggelitik bagian tubuh Mawar yang gampang merasa geli.
Mawar tertawa pura-pura mendapat perlakuan seperti itu, bagaimana bisa ia merasa geli jika baju yang dikenakannya bertekstur keras telah terpasang ditubuhnya.
Jari tangan Briant memegang bedak di meja dan mengoleskannya di pipi istrinya. Mawar juga gak mau kalah, ia juga melakukan hal yang sama.
Dan keduanya berakhir dengan saling kejar-kejaran.
Briant memeluk Mawar ia merengkuh tubuh istrinya dengan begitu erat. Rasa khawatir menyelingkupi hatinya yang tengah berdamai mengizinkan istrinya pergi berperang.
Ia menyembunyikan perasaan dalam hatinya dengan canda tawa.
Kini keduanya saling berpelukan.
Briant dan Mawar merenggangkan pelukan mereka. Pandangan mereka saling bertemu dan Briant berkata "Berhati-hati lah, apa pun itu pulanglah dengan tak ada satu kekurangan sedikitpun."
__ADS_1
Mawar menganggukkan kepala mengiyakan pesan Briant.
Perlakuan Briant yang manis dan romantis membuat Mawar jatuh cinta padanya lagi dan lagi.
___________
Fox telah siap menunggu Mawar di ruang tamu di kediaman Briant.
Mawar dan Briant menuruni tangga berjalan ke ruang tamu.
Fox yang melihat kedatangan Mawar dan Briant berdiri dari duduknya lalu membungkukkan badan ketika Mawar dan Briant sampai di depannya.
"Jaga istriku dengan baik jangan sampai ada luka ditubuhnya."
"Baik Tuan" jawab Fox dengan hormat.
Aura Briant yang dulunya hanya manusia biasa saja sudah membuat Fox ketakutan apalagi kini Briant telah menjadi Suami Nona nya, ditambah lagi dengan fakta bahwa Briant adalah pasangan phoenix untuk Nona nya.
"Bri.. aku berangkat dulu."
"Ya berhati-hati lah." dengan muka mendekat dan mencium dahi istrinya.
Fox tercengang melihat perlakuan Briant dan tutur katanya yang lembut. Berbanding terbalik ketika berbicara dengan dirinya seakan-akan ia telah membuat kesalahan yang fatal tak termaafkan.
Mawar dan Briant berjalan keluar rumah diikuti Fox dibelakangnya. Mawar dan Fox naik kereta. Kereta melayang terbang di angkasa menuju Istana Kahyangan.
Briant melepas kepergian Istrinya hingga tak nampak lagi di matanya.
"Ace!" panggil Briant pada asistennya.
__ADS_1
Asisten Briant muncul dari balik pintu karena menyembunyikan keberadaannya dari Mawar.
"Ya tuanku"
"Siapkan kereta, aku akan bersiap terlebih dahulu."
"Baik Tuanku." jawab Ace yang telah siap dengan baju zirah ditubuhnya.
Briant berlari menuju kamar untuk berganti pakaian sedangkan Ace menyiapkan segala hal yang di perlukan.
Beberapa saat kemudian keduanya telah siap dan memasuki kereta. Kereta melayang terbang di langit menuju tempat dimana Istrinya berada.
________
Kereta yang membawa Mawar dan Fox telah sampai di markas dimana para prajurit berkumpul.
Mawar keluar kereta setelah kusir membuka pintu kereta dan diikuti Fox dibelakangnya.
Mawar dan Fox berjalan ke tempat prajurit yang tengah berbaris sebelum keberangkatan mereka ke Istana Kahyangan.
Mawar dan Fox telah tiba didepan para prajurit. Mawar berpidato sejenak sebelum keberangkatannya menuju Istana Kahyangan.
"Hari ini adalah hari dimana kita berjuang bersama untuk merebut kembali Istana Kahyangan. Demi rakyat demi keluarga mari kita berjuang bersama!"
"Hidup Dewi Mawar!" kata Fox dengan lantang.
"Hidup!" kata para prajurit.
Mawar naik kereta tempur dengan Fox yang duduk disampingnya.
__ADS_1
Para prajurit mengikuti Kereta Mawar dengan kuda sebagai tunggangan mereka.