Deliverance Love

Deliverance Love
18


__ADS_3

Dipandanginya gadis cantik yang tertidur dengan lelapnya , kulit putih yang cantik , bulu mata lentik , hidung kecil mancung dan mulut semerah ceri siapapun terpesona hanya dengan melihatnya .


Tangan Briant terulur menyentuh surai hitam Mawar . " Aku akan selalu menjagamu istriku " . Mawar merasa sentuhan hangat ditubuhnya dan beringsut memeluk tangan yang menyentuhnya dengan begitu erat .


Tubuh Briant yang mendapat tarikan itu condong ke depan , jarak keduanya begitu dekat . " Kucing kecil kamu menggodaku ya .. bagaimana bisa aku menahannya gumam Briant dengan pelan " .


Dengan menahan hasrat membara dalam dirinya Briant berbaring dan keduanya terlelap dalam tidur indahnya .


Siang hari Mawar mengerjapkan kedua matanya , dalam kesadaran yang perlahan kembali , ia begitu kaget ada seseorang yang berbaring bersamanya dengan begitu intim .


Tangan Mawar reflek membekap mulutnya untuk tidak menjerit . Pipi Mawar merona ia benar-benar malu dengan posisi tidurnya seperti sepasang suami istri .


Dengan perlahan dilepaskannya tangan Briant yang memeluk begitu erat , namun bukannya terlepas tapi pelukan itu semakin erat .


" Sayang .. sebentar lagi ya .. ayo tidur lagi gumam Briant dengan suara serak dan lirih yang terdengar menggoda , tubuh Mawar terasa merinding karena suara Briant yang mengenai tengkuknya , wajah Mawar semakin merona mendengar kata - kata yang diucapkan Briant .


Namun Mawar tidak menyerah , ia tetap berusaha melepaskan pelukan Briant , namun naas semua sia - sia , tenaganya tidak sebanding dengan Briant .


Karena menyadari usahanya sia - sia Mawar akhirnya menyerah , ia tidak berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Mawar .


Selang beberapa saat , " Bri .. aku mau ke toilet

__ADS_1


Briant yang mendengar penuturan Mawar , perlahan bangun dan menggendong Mawar menuju toilet ."


" Kya .. ! , apa yang kamu lakukan , Bri .. turunkan aku ! "


" Kamu masih lemah sayang , biarkan aku merawat mu "


" Bri .. turunkan gak ! "


" Enggak ! "


Hanya dengan meronta , Mawar seakan kehilangan tenaga , dengan terpaksa ia menuruti perlakuan Briant . Setelah meletakkan Mawar dikamar mandi , Briant berjalan keluar dan menutup pintu .


Tanpa menjawab Briant , Mawar menuntaskan urusannya dalam kamar mandi . Setengah jam kemudian Mawar keluar , dengan cepat ada dua tangan terulur menggendong Mawar menuju ranjang .


" Kya .. ! jerit Mawar , kalau mau apa-apa itu ngomong dulu ! "


Briant yang mendengar omelan Mawar hanya tersenyum , dimatanya calon istrinya sangatlah cantik kalau marah , jatuh cinta membuat orang gila .


Tok .. tok .. tok .. terdengar suara ketukan di pintu .


" Masuk , ucap Briant "

__ADS_1


" Ini makan siangnya Tuan , kata pelayan "


Briant menerima makanan dari pelayan .


" Makanlah honey , sambil meniup makanan ditangannya "


" Aku bisa makan sendiri , ucap Mawar "


" No honey biarkan aku merawat mu , atau kamu ingin disuapi dengan cara lain ? kata Briant dengan senyum jahatnya "


Alis Mawar mengerut tanda tidak mengerti . Briant mengarahkan sendok ke mulutnya dan menyuapi Mawar dengan bibirnya , kedua bibir itu menyatu , dan Briant memanfaatkan hal itu dengan baik , dilumatnya Bibir Mawar dengan perlahan .


Mawar yang mendapati perlakuan yang tiba - tiba kedua matanya membesar , ia benar - benar terkejut . Belum sampai Mawar kembali ke mode sadar , Briant telah melepas bibir mereka .


Dengan penuh menggoda Briant membersihkan bibirnya dengan menggunakan jempol jarinya dan berkata " manis "


" Dasar mesum kamu Briant ! " sambil memukul Briant menggunakan bantal .


Briant hanya nyengir menanggapi kemarahan Mawar , Bagi Briant itu sah-sah saja , toh Mawar adalah istrinya , ups .. calon istri maksudnya .


Setelah adegan konyol dan romantis versi Briant kini acara suap-suap berjalan normal , Mawar pun tak berani protes ia makan dengan patuh , bagaimanapun untuk saat ini ia tidak bisa melawan Briant karena kondisinya yang lemah .

__ADS_1


__ADS_2