DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 19 MELEPASNYA


__ADS_3

Pencari berita atau banyak di kenal wartawan sudah menunggu Iren dan Alex keluar dari ruang mediasi. Mereka semua ingin mengetahui kenapa model cantik itu menggugat cerai suaminya. Apakah ia sudah tidak sanggup menjadi yang kedua?


Saat Alex keluar lebih dulu, ia langsung di serbu wartawan. Namun Alex hanya diam di balik masker dan kacamata hitamnya.


“Mas Felix! Bagaimana bisa istri kedua Anda menggugat cerai? Apakah akan tetap bercerai setelah mediasi. Apa ada titik terang setelah mediasi?” tanya salah satu wartawan pada Alex. Alex memang terkenal di dunia Irene dengan nama Felix.


“Maaf ya, saya buru-buru biar pengacara saya yang mengurus. Terima kasih. Permisi!” Alex langsung ngeloyor di hadapan wartawan menuju mobilnya.

__ADS_1


Tak lama Irene keluar bersama pengacaranya dan bersama asistennya. Seketika Ia pun di serbu wartawan yang sedari tadi menunggunya.


“Ren, Ren, kenapa tiba-tiba menggugat suaminya, dasar apa yang membuat kamu menggugat cerai. Sepertinya rumah tangga kalian baik-baik saja. Kamu atau Mas Felix byang gugat lebih dulu, mengingat kamu belum memberikan anak seperti istri pertamanya Atau kamu tidak tahan dengan istri pertamanya?” tanya wartawan yang membuat bingung Iren mau menjawab pertanyaan yang mana.


“Ren, konfermasinya dong. Hasil mediasinya bagaimana? Apa sudah tidak tahan menjadi istri kedua. Terus kenapa sampai sekarang kamu belum mempunyai anak dari Mas felix.” Irene melepas kacamatanya lalu berdiri di salah satu sudut agar tidak menggangu yang lain yang ingin keluar masuk ruang pengadilan.


“Kalau kalian tanya kenapa saya menggugat beliau karena beliau sudah menikah lagi dengan wanita lain tanpa izin pada saya. Beliau hanya izin pada istri pertamanya. Saat ini istri barunya tengah hamil. Intinya saya merasa tidak di hargai itu saja. Terima kasih.” Iren kemudian menuju mobilnya di ikuti asisten dan pengacaranya.

__ADS_1


Disisi lain Alex menangis di dalam mobil di samping Anna. Anna memang menemani Alex saat datang ke pengadilan. Bahkan Anna sudah diam-diam berbicara dengan Iren agar jangan bercerai dengan suaminya. Namun Iren tetap bersikukuh ingin berpisah.


“Mas, Masih bisa di perbaiki kok. Nanti aku coba ngomong lagi sama Irene ya.” Anna melihat Alex begitu dalam. Ia tahu bagaimana menjadi Alex yang harus menerima kenyataan jika orang yang sangat ia cintai meninggalkan dirinya.


“Tidak perlu, Na. Sudah cukup. Mungkin selama ini aku juga secara tidak langsung sudah membuat dirinya tertekan. Biarkan dia bebas dariku. Biarkan dia menemukan kebahagiaannya. Aku akan melepasnya. Itu tanda cintaku padanya.”


Anna memeluk Alex dan mengusap punggungnya. Anna mencoba memberikan semangat pada sang suami dan menghormati keputusan suaminya yang sudah bulat ingin mengabulkan gugatan cerai istri keduanya.

__ADS_1


__ADS_2