DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 88 INGIN SELALU BERSAMA.


__ADS_3

Bella menggeliat setiap kali sang suami bergerak di atasnya. Tatapan penuh cinta di balut hasrat membuncah di hati dan di iringi sentuhan satu sama lain. Suara nikmat yang keluar dari bibir Bella membuat Alex semakin menggebu, ia senang melihat sang istri begitu menikmati permainan ranjangnya.


Gelombang cinta Bella berada di puncaknya, Bella mencengkeram erat lengan kekar suaminya, tubuhnya bergetar merasakan nikmat yang menjalar hampir di sekujur tubuhnya. Mungkin kali ini Bella baru merasakan rasa nikmat yang luar biasa ketika di ranjang. Jiwanya hampir melayang seiring rasa nikmat itu datang. Suara lenguhan nikmatnya begitu indah di dengar sang suami.


Alex memeluk erat Bella sambil meninggalkan tanda-tanda cinta di leher pundak dan dadanya.


"Abang terus..., dia mau datang,”Desis Bella sambil menatap Alex. Alex pun mempercepat tempo permainan sambil mencium bibir Bella dan Akhirnya mereka merasakan nikmat secara bersamaan. Rasa puas yang mereka rasakan membuat keduanya tersenyum.


“Terima kasih sayang. Malam ini kamu begitu berbeda,” ucap Alex melihat Bella tersenyum dan masih memejamkan mata. Nafasnya keduanya pun masih terengah-engah.


"Aku juga terima kasih, Bang. Kali ini aku benar-benar merasakan sensasi yang banyak orang katakan yaitu surga dunia.” Bella mencium bibir Alex sampai Bella merubah posisinya berada di atasnya.


"Kamu belum puas?” tanya Alex mengusap dada sang istri.


"Belum.“ Bella kembali mencium bibir Alex.


Alex mengerti Bella saat ini baru mengetahui titik sensitif dalam tubuhnya sendiri. Alex mencoba memuaskan Bella dengan caranya. menyentuh bagian yang menurutnya membuat Bella menikmatinya. Alex memang pintar menyenangkan istrinya.


Bella hampir tak berdaya dengan sentuhan lembut Alex, tubuhnya beberapa kali bergetar karena merasakan nikmat yang luar biasa. Keringat hampir membasahi tubuhnya.


"Abang, cukup. Aku sudah puas.” Nafas Bella begitu terengah-engah. Alex tersenyum lalu mencium kening sang istri.


"Besok Abang sudah berangkat, Abang pasti akan merindukan saat seperti ini bersamamu,” ucap Alex yang rupanya esok hari sudah akan berangkat ke luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Bang, kalau Abang pengen itu, bagaimana? Kita kan jauh-jauhan.”


"Abang, kan bilang sama kamu. Abang puasa sayang dan menyibukkan diri. Tapi kalau memang gak tahan. Nanti Abang pulang dua Minggu sekali. Jepang dekat sayang. Abang tinggal terbang untuk menemui kamu.”


"Iya, kaga hati dan jaga ini.” Bella mengusap bagian inti sang suami dan memainkannya.


"Kamu, pintar sekarang ya.” keduanya tertawa kecil sambil memberikan sentuhan-sentuhan kecil.

__ADS_1


“Ya sudah, Bang. Aku mau membersihkan badanku dulu. Oh iya, Mas. Ara beneran mau ikut sama aku. Nanti nenek tanya bagaimana?”


“Besok tanya lagi sama Ara, apa benar-benar ingin ikut tinggal sama kamu atau tidak. Kalau ikut kamu berarti Yuli ikut kamu, biar bantuin mengurus anak-anak. Sebenarnya Abang tidak enak sama kamu, malah merepotkan.”


“Apa sih, Bang, Ara itu juga anakku. Adik Reyhan. Aku tidak merasa di repotkan. Justru aku senang punya anak perempuan, bisa aku ikat-ikat rambutnya, aku dandanin.” Bella begitu senang jika Ara ikut dengannya.


"Tapi, kalau sama aku, pergi kemana-mana naik angkot sama Taksi.”


"Taksi saja sayang. lebih Aman, Angkot rawan ada yang jahat.”


"Terus bagaimana dengan sekolah Ara?”


Alex tersenyum lalu mengambil celana pendek lalu mengenakannya.“ Sekolah dengan Reyhan saja, tidak apa-apa.”


"Tapi Sekolah Reyhan biasa saja, Bang. Bukan internasional.”


"Kecerdasan anak bukan di lihat dari sekolahnya sayang. Tapi kemampuan dan bimbingan guru dan orang tuanya. Abang yakin kamu adalah guru terbaik untuk anak-anak kita.”


"Terima kasih, Bang. Semampuku aku akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita.”


Sementara itu anak-anak tidur di kamar sebelah yang mempunyai pintu yang terhubung di kamarnya. Bella selesai Mandi lalu mengeringkan rambutnya, sekilas melihat sang suami sedang merokok. Setelah selesai mengerjakan rambutnya, Bella menghampiri Alex.


"Bang,, jaga kesehatan ya. Aku tidak melarangmu untuk merokok, tapi ... kurangi ya. Demi kesehatan kamu sendiri.”


Alex tersenyum lalu menjatuhkan puntung rokoknya dan menginjaknya. Ia tersenyum melihat Bella dari atas sampai bawah yang hanya menggunakan piyama tipis membuat dirinya bergairah kembali. Bella yang melihat gelagat suaminya hanya tersenyum lalu mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.


"Mau lagi?” goda Bella lalu membuka satu tali piyamanya.


"Kamu tidak takut mandi lagi?” Alex mulai menciumi leher Bella.


"Ini tidak di kampung, Bang. Mau berapa kali aku layani. Aku istrimu, dengan siapa lagi kalau bukan dengaku. Tidak ada lagi wanita lain selain diriku.”

__ADS_1


Alex meremamg saat tangan nakal Bella mengusap dada dan bagian intinya. Bella tanpa ragu memulainya kembali. Bella menarik pelan ujung celana pendek sang suami dan membawanya masuk kedalam dan akhirnya mereka melakukannya lagi.


Keesokan harinya Alex bangun lebih awal dan melihat sang istri yang masih tertidur lelap. Sudah pasti Bella kelelahan dengan permainan ranjang sang suami. Alex mandi lebih dulu kemudian baru membangunkan Bella.


"Sayang, Bangun. Sudah subuh.”


Bella dengan malas membuka matanya. Ia tersenyum melihat sang suami yang menggunakan baju Koko.


Bella bangkit lalu duduk sambil meraih piyamanya, sebab ia tidur hanya menggunakan segitiga bermuda lalu mengenakannya.


"Bang, Bangunkan anak-anak kita shalat subuh sama-sama.”


"Iya, Kamu mandi. Abang siapkan tempat dan bangunkan anak-anak," ucap Alex. Bella tersenyum lalu menuju kamar mandi Sedangkan Alex membangunkan anak-anak.


Mereka semua shalat berjamaah. Setelah itu anak-anak kembali ke tempat tidurnya karena merasa masih mengantuk.


"Yuli, kamu bereskan semua barang-barang anak-anak ya. Nanti langsung ikut ke bandara. Tapi kamu dan Ara tetap tinggal sama Istri saya di sini. Hanya beberapa bulan saja. Nanti Kalau kuliah Istri saya sudah selesai kita semua pindah ke jakarta.”


"Lalu bagaimana dengan sekolah Ara, tuan.”


"Tidak apa-apa, Biar saya mengurusnya lewat online.”


"Baik, tuan.”


Yuli kemudian menyusul anak-anak asuhnya ke kamar. Sementara itu Alex dan Bella berduaan.


“Bang, Abang pulang dulu, kan ke Jakarta?” tanya Bella saat membereskan baju-baju Alex dan memasukkan ke dalam koper.


"Iya, pamitan sama Nenek dulu dan memberitahu Nenek, kalau Ara ingin tinggal bersama kamu.” Alex memeluk Bella dari belakang.


"Bang, hati-hati ya disana. Aku juga akan secepatnya menyelesaikan tugas akhirku.”

__ADS_1


“Iya. Aku tidak sabar kita berkumpul lagi. Di rumah mengurus anak-anak dan Nenek. Aku ingin selalu bersama kamu sayang.”


"Iya, Bang. Sampai tua, kita bersama-sama." Bella tersenyum lalu keduanya berciuman.


__ADS_2