DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 49 WILL YOU MARRY ME


__ADS_3

Arya terus menggenggam jemari Bella sampai ketempat yang di janjikan sedangkan Tasya menggendong Reyhan dan berjalan di belakang mereka berdua.


“Mas ini kenapa sepi!” tanya Bella melihat lorong gazebo restauran.


“Sudah, ikut saja. Ada kejutan untuk kamu,” Arya mulai pindah posisi di belakang Bella. Arya mulai menutup mata Bella dengan kain.


"kok di tutup, Mas?”


“Biar kamu gak tau kejutannya.” Arya membantu Bella berjalan menuju tempat yang menjadi kejutan.


Arya membawa Bella kesalah satu gazebo yang sudah ia sewa khusus untuk memberikan kejutan. Disana juga sudah ada keluarga Arya, Abi, sang papa. Utari, sang Mama serta Tara kembaran Tasya dan istrinya, Wilona.


“Mas masih jauh gak!”


"Sudah sampai!” Arya mula membuka penutup matanya.


Bella terkejut serta haru melihat tulisan Will you marry me! dan tulisan tersebut di pegang keluarga Arya. Bella masuh belum percaya Arya melamarnya, jika mengingat dirinya hanya orang biasa, seorang janda beranak satu, bisa-bisanya seorang Arya Arya dari kalangan orang luar biasa melamarnya, padahal wanita lain di luar sana banyak yang lebih banyak baik dan cantik dan pendidikannya sesuai atau sederajat dari keluarga Wijaya.


Bella menangis haru tidak bisa menyembunyikan air mata bahagianya. Bella melihat Arya yang berdiri di sampingnya.


"Mas yakin melamarku?”


"Yakin sayang! Aku ingin hidup bersamanu dan Reyhan. Aku ingin bahagia denganmu dan membahagiakanmu dan Reyhan. Jadi menikahlah denganku!”


Bella pun mengangguk lalu memeluk Arya, dengan tangis haru dan bahagia. Mengenang masa-masa sulit bersama sang anak, akhirnya kini ada seseorang yang datang menawarkan cinta tanpa syarat.


“Akirnya kalian sudah sampai ke tahap ini. Mama ikut bahagia.” Utari dan yang lainnya menghampiri mereka berdua. Bella melepaskan pelukannya lalu melihat Utari dan yang lainnya menghampiri.


"Saya Mamanya Arya, Utari. panggil saja Mama ya!”


Bella tersenyum lalu menyalami Bella kemudian Utari memeluknya. disusul Wilona Abi dan Tara menyalami Bella bergantian.


“Terima kasih, Om, Tante. Sudah menerima saya yang bukan siapa-siapa.”


"Tidak boleh begitu. Kita semua sama. Em ... jadi kapan kalian menikah?” tanya Utari yang langsung mendapat sikutan Abi.


"Sabar, Mama! kita bicarakan dulu. Tentunya menikahnya di Surabaya, ya!”

__ADS_1


“Saya ikut saja, Om. Bagaimana Mas Arya!” balas Bella malu-malu.


"Aku kok di cuekin Oma!” Suara Tasya menirukan suara anak kecil dan menghampiri Utari sambil masih menggendong Reyhan.


"Halo Adek kecil, Sini sama Oma. Oma sudah punya cucu ternyata.” Utari mengambil Reyhan dari gendongan Tasya.


“Ya sudah, Ayo kita semua duduk!” ajak Abi. Mereka semua duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Arya duduk di sebelah Bella, Abi di sebelah sang istri sambil memangku Reyhan, Tara duduk di apit istri dan kembarannya, Tasya.


Arya terus melihat Bella, seakan takut Bella hilang dari pandangannya. Bella pun merasa salah tingkah tatapan Arya begitu dalam.


“Mulai lusa Kita semua pulang ke Surabaya, untuk mempersiapkan pernikahan kalian!” ujar Abi tiba-tiba, karena melihat sang anak begitu tidak sabar.


"Om, apa itu tidak terlalu buru-buru, Bagaimana dengan pekerjaan saya dan anak-anak murid-murid saya.”


"Iya, Om tahu. Om sudah bicara dengan Ardan, Meminta kamu di mutasi di sekolah yang ada di Surabaya. Di Surabaya juga ada sekolahnya. Jadi besok kamu temui saja Ardan, nanti kamu dapat surat mutasinya!” jelas Abi yang ingin semua keluarga dan calon menantunya itu berkumpul di Surabaya.


Bella melihat Arya meminta penjelasan, kenapa sang papa tidak membicarakan lebih dulu dengannya.


"Kalau kamu keberatan, kita nikah di sini saja!” ucap Arya yang mengerti tatapan Bella. Bella pun berfikir kembali, jika ia bertahan di Jakarta otomatis ia juga cemas dan khawatir dengan Reyhan.


Semua saling pandang satu sama lain. sebesar itukah ketakutan Bella. Jika mengingat perjuangannya, wajar saja Bella takut jika sang anak di ambil mantan suaminya.


“Ya sudah, pikirakan lagi besok. Sekarang kita makan, Aku dah lapar!" saut Tara yang langsung menyambar gelas ingin minum lebih dulu.


Semuanya makan bersama kecuali Tasya yang asyik menyuapi Reyhan makan. Tasya sangat senang ada anak kecil yang bisa ia ajak main. Seharusnya gadis seusianya sudah memiliki seorang anak.


“Kamu kapan Nikah Sya?” tanya Tara.


“Besok!”


“Hah? Besok? Calonmu sopo? kok Mama gak tahu. Pacarmu sopo?” cecar sang Mama yang terkejut mendengar anak gadis kesayangannya itu tiba-tiba ingin menikah esok hari.


"Ya, Ampun Mama! Besok ... Yo bukan berarti besok langsung nikah! Maksudnya ... besok kalau ada jodohnya! Mau siapa ajalah kang ojek, kang cilok, tapi maunya aku dokter sih, biar bisa sembuhkan luka di hatiku!” jelas Tasya membuat gelak tawa.


“Halah lebay awakmu!” sambung Tara mengusap wajah Tasya.

__ADS_1


Bella tersenyum melihat keakraban keluarga Arya, ia sedikit iri dengan keluarga yang masih utuh dan kompak.


“Dokter Wahyu jumblo, Sya! kamu mau?” celetuk Arya.


"Gak, Ah! Gak ada rasa!”


“Hati-hati kalau ngomong, jatuh cinta benaran sama dokter Wahyu, gue ketawain lo!”


"Apaan sih!” ketus Tasya.


"Mam!” Seru Reyhan karena Tasya telat menyuapinya.


“Oh, Iya sayang.... Maaf ya!” Tasya kemudian menyuapi Reyhan kembali.


Mereka Semua selesai makan dan saling tertawa dan bercanda, Bella juga sudah tampak akrab dengan keluarga Arya. Karena memang Keluarga Arya sangat menerima Bella menjadi bagian keluarga mereka.


Reyhan pun tidak terasa tertidur di pangkuan Tasya. Karena memang jam sudah menunjukan jam 9 malam. Abi, Utari, Tara dan istrinya kembali ke hotel tempat mereka menginap. Tinggallah Tasya, Bella dan Arya serta Reyhan yang masih di parkiran sekitar restoran.


Saat mereka hendak masuk mobil tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri, siapa lagi kalau bukan Alex.


"Bella! Panggil Alex membuat Bella terkejut lalu melihat ke arah sumber suara.


"Abang!?” desisnya langsung mengambil Reyhan dari gendongan Tasya dan mendekap Reyhan. Arya yang melihat Bella ketakutan pun langsung pasang badan.


"Sudah ku katakkan padamu, kan Lex! Jangan pernah ganggu Bella dan anaknya!” tegas Arya yang rasanya ingin sekali menghajar Alex.


“Aku tidak mengganggunya, aku hanya ingin melihat anaku!” kesal Alex yang tak kalah tajam menatap Arya.


"Dia bukan anak Abang? Reyhan anakku. Sudah cukup rasa sakit yang Abang berikan padaku saat itu. Abang sudah tidak mengakui anak ini dari ia lahir. jadi untuk apa Abang datang setelah anak ini besar di tanganku! Dimana Abang saat aku kelaparan dan harus menyusui anakku. Dimana Abang saat aku lelah menjaganya tapi tidak ada menggantikan, dimana Abang saat kami berdua tidak tapi atap rumah bocor!” Bella langsung masuk mobil dan terus mendekap erat sang anak di ikuti Tasya masuk di bagian belakang..


Alex hanya bisa terdiam membayangkan betapa menderitanya Bella bersama anaknya. Arya pun tersenyum sinis lalu masuk kedalam mobil dan meninggalkan Alex sendirian menatap kepergian mereka.


***


jangan lupa mampir cerita baru ya.


ISTRI TARUHAN

__ADS_1



__ADS_2