
beberapa Bulan berlalu.
Bella sudah menyelesaikan kuliahnya dan saat sedang Wisuda. Ia bahagia, senang dan juga terharu akhirnya ia menyelesaikan S2 di sela cobaan hidup yang seakan tidak ada henti-hentinya. Saat ini ia juga berulang tahun yang ke 30 tahun. Di usia yang masih tergolong muda ia sudah merasakan rasa nikmat dan pahit hidup sebatang kara bersama sang putra. Cobaan silih berganti hingga menguras air mata.
Saat ini ia tersenyum lebar cita dan cinta hadir dalam hidupnya. Suami yang begitu ia cintai dan Anak-anak yang begitu lucu. Alex yang kini berusia 43 tahun juga ikut bahagia melihat senyum dan tawa Bella. Berharap tawa itu selalu menghiasi wajah cantiknya.
"Abang....!” Bella berlari kecil menghampiri suaminya dan langsung memeluknya.
"Aku lulus Bang! Aku lulus!” Tangis harus Bella pecah di pelukan suaminya.
"Iya, sayang. Selamat ya dan selama ulang tahun juga.”
Bella mengangguk melihat wajah suaminya dari jarak yang begitu dekat dan masih mengalungkan tangannya di leher Alex.
“Ayah, pasti bangga kalau lihat Ibel lulus dengan nilai terbaik.”
“Pasti, Abang juga sangat bangga mempunyai istri yang cerdas, pintar, baik hati, lemah lembut dan penyayang.”
"Terima kasih, Abang selalu mendukungku.” keduanya tersenyum lalu Alex mencium kening Bella.
"Mama!” seru kedua anaknya yang datang bersama baby sisternya.
"Halo sayang, anak Mama.” Bella kemudian memeluk keduanya.
"Selamat ya, Ma. Mama sudah lulus sekolah,” ucap keduanya bersamaan membuat Bella dan Alex tertawa kecil mendengar suara imut mereka.
"Iya, sayang terima kasih. Kalian besar nanti juga harus sekolah tinggi ya, tapi ... tetap harus jadi anak yang santun, baik hati dan tidak sombong.” Bella mengusap kedua anaknya.
"Iya, Ma. Reyhan mau jadi seperti Papa.”
"Kalau Ara?” tanya Bella.
“Jadi Ibu guru seperti Mama,” jawab Ara dengan suara yang masih cedal. Bella kemudian memeluk Ara dan Reyhan.
"Ayo kita berfoto!” ajak Alex.
"Mari tuan biar saya bantu foto,” ucap Yuli lalu Alex memberikan kameranya pada Yuli.
Yuli mengambil foto mereka berempat setelah mereka mengambil posisi tempat yang sudah di sediakan. Setelah itu Bella juga berfoto dengan teman-teman satu kelasnya dan mengucapkan perpisahan.
Setelah selesai semuanya Bella Keluarganya memutuskan untuk pulang. Mereka berjalan menuju parkiran tetapi sebelum sampai di parkiran seseorang memanggilnya.
__ADS_1
"Kak Bella!” serunya. Bella menoleh begitu juga Alex yang berjalan di sampingnya.
"Olivia?!” Bella dan Olivia berpelukan. Olivia adalah anak kedua dari Arjuna yang masih kuliah di universitas yang sama dengan Bella namun di fakultas yang berbeda.
"Kok kamu ada disini, katanya mau liburan sama keluarga?”
"Gak jadi, Kak. Oma tiba-tiba ngedrop dan ini masih di rumah sakit."
"Ya Tuhan. Semoga Oma cepat pulih ya.” Bella bersedih mendengar kabar Wina akhir-akhir ini kesehatannya kurang baik.
"Iya terima kasih, Kak. Oh iya. selamat ya kuliahnya sudah selesai.”
"Iya terima kasih. Mana suami kamu?” tanya Bella.
"Masih di dalam. Kayaknya masih sama dosen yang lain.” Olivia tersenyum sopan saat melihat Alex, begitu juga Alex. Suami Olivia adalah dosen di kampus dan dosen Olivia sendiri.
"Oh iya, kak. Ada titipan dari Kak Arya. ” olive mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya.
"Ini, perhiasan kakak yang ketinggalan di rumah. Kemarin Kak Arya bongkar lemari membereskan baju kak Laura dan menemukan perhiasan Kakak.”
Bella melihat Alex dan dengan ragu menerima kotak perhiasan tersebut.” Tapi ini, kan yang beli Mas Arya, kenapa di berikan padaku.”
"Tapi...!”
"Ini milik kakak, sudah ya Kak. Sampai ketemu lagi. Kalau ada waktu, tolong jenguk Oma ya. Oma masih terus menanyakan Kakak.” Olivia tersenyum lalu pergi dari hadapan Bella.
"Bang!”
"Itu kan milik kamu, hak kamu waktu masih sama Arya. Ambil saja. Tidak apa-apa.” Alex tersenyum lalu merangkulnya menuju mobil, istrinya itu sangat berbeda dari yang lain. Bahkan dulu ia juga tidak membawa apapun saat berpisah dengannya.
"Tapi Bang, aku ... aku gak mau mengingat kenangan bersama Mas Arya,” ucap Bella saat sudah masuk dalam mobil.
"Ya sudah jual saja. Belikan yang baru.”
“Sama saja. Gak mau!”
"Jual, uangnya sumbangkan.” Alex mengusap rambut pipi Bella.
"Terima kasih Bang, sarannya. Mungkin itu lebih baik.” Bella meraih jemari Alex dan keduanya tersenyum.
"Papa, Reyhan laper!” seru Reyhan tiba-tiba.
__ADS_1
"Baiklah, nanti kita ke restoran. Reyhan mau makan apa? tanya Alex sambil melihat sang anak di balik kaca.
"Udang goreng! Maknya di restoran yang di Mall ya, Pa. Reyhan mau main ke time zone juga sama Adek Ara. Ya Dek!
"Hmmm!” kedua pun kompak tertawa. Bella dan Alex juga ikut tertawa kecil melihat tingkah lucu mereka berdua.
“Adek Ara, Mau makan apa!”
“Sop ayam.”
"Ok! Kita meluncur...!” Alex dan sang anak begitu heboh di dalam mobil saling bercerita dan berceloteh. Bella hanya sesekali menyaut dan hanya memandangi Kedua anaknya dan sang suami.
Disisi lain Arya sedang mengajak kedua buah hatinya bermain di tempat permainan di salah satu Mall miliknya. Mereka bermain bersama seperti sudah melupakan jika Laura sudah tiada. Tidak lupa Utari juga ikut bersama.
"Aduh, Oma udah capek! Oma istirahat ya.” seru Utari duduk di bangku yang tersedia di dekat permainan.
"Oma, Ayo!” ajak Zidan menarik Utari.
"Sayang, Oma capek. Sama mbak Narti aja ya,” sambung Narti.
"Iya, kamu gantikan. Aku capek.”
"Baik Nyonya.” Narti menuntun Zidan ke area bermain bergabung bersama Zea.
"Narti, kamu awasi mereka dulu ya. Saya mau minum,” titah Arya yang kehausan.
"Baik, tuan. Zea, Zidan. Sama Mbak Narti dulu ya.” Mereka mengangguk lalu bermain bersama kembali.
Arya duduk di sebelah sang Mama dan minum air putih yang ia bawa dari rumah. Arya hanya diam di samping Utari sambil melihat anak-anaknya. Ia masih membayangkan, andai saja Bella masih bersamanya. Mungkin anak-anak tidak kehilangan sosok Ibu yang baik dan lemah lembut serta tahu bagaimana menghadapi anak-anak dan lebih sabar.
"Kamu kenapa diam saja, Ada masalah? Cerita sama Mama!” ujar Utari pada Arya.
"Tidak ada!” balas Arya datar dan tidak sengaja melihat Bella dan Alex masuk ke sebuah restoran di mall bersama anak-anaknya dan Baby sisternya.
Utari melihat Arya dan mengikuti pandangan Arya." Masih banyak gadis seperti dia. Sudah lupakan. perempuan gatel kayak dia tidak usah di harapkan. Liat itu belum setahun sudah dekat sama mantan suaminya.”
"Ma, Bella sudah menikah dengan Alex. Mereka sudah rujuk. Jadi stop ya, Ma. Mengatakan Bella gatel.”
“Halah sama saja, gatel. Gak tahan jadi Janda makanya deketin mantan suaminya. Biar ada yang nanggung hidupnya.
Arya lama-lama kesal dengan Mamanya.” Tidak perlu mengomentari baik buruknya hidup orang lain, Ma. Tapi keburukan hidup dan rumah tangga Mama tidak tahu!” Arya bangkit sambil melirik keberadaan sang papa bersama Kinan di salah satu Kafe yang ada di Mall. Arya pun langsung menghubungi Papanya jika di mall ada sang Mama.
__ADS_1