DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 41 ULANG TAHUN REYHAN


__ADS_3

Hari demi hari, bulan demi bulan, Bella lalui berdua dengan sang buah hati. Tidak terasa anaknya kini sudah satu tahun. Banyak hal yang di lalui selama 6 bulan di Jakarta. Dari sang buah hati sakit, dan gajinya tidak cukup untuk membayar rumah sakit, dan ia harus berhutang pada rekan kerjanya di sekolah. Serta sesekali bertemu Alex di tempat yang tak terduga. Hampir setiap saat ia menangis mendengar cemooh tetangga kosan serta mata keranjang lelaki hidung belang yang menganggap dirinya janda murahan.


Rasa sakit itu ia telan sendiri tanpa ada yang tahu. Baginya yang terpenting adalah anak. Kini tepat ulang tahun Reyhan yang pertama. Ia pergi ke toko kue untuk membelikan kue ulang tahun anaknya.


“Pemisi Mbak, Saya mau cari kue ulang tahun untuk anak saya,” ujar Bella pada penjaga toko kue.


“Oh, Iya. Mari Mbak! Disini tempatnya. Mau yang karakter ada, yang biasa juga ada. Kalau yang karakter harganya 500 ribu yang biasa 200 ribu. Untuk yang karakter yang ukuran kecil segini 200ribu, yang biasa 150 ribu!” jelas Penjaga toko.


Bella mengira harga kuenya tidak semahal yang di bayangkan. Gaji Bella memang sudah lebih dari cukup akan tetapi kebutuhan hidup di Jakarta memang sangat tinggi, jadi ia harus pintar mengatur uang dan masih hidup sederhana, apa adanya. Karena mengumpulkan uang untuk masa depan anaknya jauh lebih penting. Akhirnya ia memilih harga yang 200 ribu yang memiliki karakter power Ranger.


“Mbak, yang karakter ini ya, yang kecil saja.”


“Baik, Mbak! Saya ambilkan yang aslinya ya dan sudah gratis topi dan lilin ya.”


"Iya, Mbak. Terima kasih.”


Penjaga toko pun mengambil kue aslinya yang baru saja di buat. Bella menunggu sambil mengendong Reyhan sesekali menciuminya.


“Mari Mbak, Ikut saya ke kasir?” ujar penjaga toko. Bella mengikuti langkah penjaga toko menuju kasir.


“ini topinya ya Mbak dan ini lilinya untuk usia satu tahun.


“Iya, Mbak. Ini uangnya. Terima kasih, ya Mbak.”


“Sama-sama.”


Bella kemudian mengambil kotak kuenya yang sudah di bungkus sedemikian rupa lalu ia keluar dari toko. Saat di depan pintu toko ia tidak sengaja menabrak seseorang dan membuat kuenya terjatuh di lantai.


“Yah...! Jatuh, Nak!” gumam Bella langsung berjongkok sambil masih mengendong Reyhan.


"Atuh!” ucap Reyhan menirukan sang Ibu yang artinya jatuh.


"Iya, Nak!”

__ADS_1


“Maaf, Maaf. Aduh! Maaf, ya nanti saya ganti.”, ujar orang tersebut merasa bersalah tanpa tahu wajah Bella. Bella mendongak karena suara itu tidak asing.


“Abang!” desisinya lalu mendongak, benar saja yang ia tabrak adalah Alex, mantan suaminya. Buru-buru Bella mengambil kuenya yang sudah hancur lalu berlari menjauh dari area toko.


Alex hanya terdiam melihat Bella berlari menghindarinya sambil menggendong anaknya. Namun Alex tidak pernah sadar dengan kemiripan wajah anaknya sendiri dengan dirinya.


Seseorang Pria keluar dari toko dengan tatapan membunuhnya. Ia keluar menatap Alex, seolah ingin menelan Alex hidup-hidup.


Namun pria itu tidak ingin membuat keributan, ia berjalan sedikit cepat mengejar Bella sampai ke kosannya. Sesampainya di kosan Bella. Pria itu melihat sekelilingnya kosannya yang menurutnya tidak layak jika seorang anak kecil yang masih tergolong bayi tinggal di lingkungan kurang tepat.


Pria itu pelan-pelan menuju pintu kosan Bella dan melihat Bella menangis sambil memotong kue yang sekiranya masih bagus. Potongan Kue tersebut ia taruh di piring lalu ia berikan lilin. Bella memakaikan topi ulang tahun anaknya dan masih menangis. Kemudian ia menyalakan lilinnya.


“Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, Reyhan!”


Bella mengusap air matanya. Namun tetap saja mengalir.Ia begitu bersedih karena gagal memberikan kue yang terbaik menurutnya untuk buah hatinya. Hanya karena bertemu orang yang dicintai sekaligus orang yang ia benci.


“Tiup, sayang!” Reyhan begitu senang meniup lilin di bantu Ibunya. Ia sebenarnya belum mengerti, akan tetapi ia juga tahu Mamanya yang terbaik.


“Selamat ulang tahun yang pertama ya, Nak. Maaf kuenya hancur. Besok kalau Ibu sudah gajian kita beli lagi ya.” Bella memeluk Reyhan lalu menciumi wajahnya.


“Permisi...!” seru seseorang.


“Sebentar!” jawab Bella lalu bergegas mengusap air matanya lalu menyingkirkan kue dan lilinnya sedangkan Reyhan merangkak menuju arah sumber suara.


“Reyhan, sayang! Astaga!” Bella berlari melihat Reyhan sedang berdiri di depan pintu hendak berdiri meraih gagang pintu. Bella dengan sigap meraih Reyhan, takut terjepit pintu.


“Kamu itu membuat ibu khawatir. hampir saja kejepit pintu.” Bella lalu menggendongnya lalu membuka pintu.


“Maaf, Anda mencari siapa?” tanya Bella pada pria yang berdiri membelakangi dirinya. Pria itu berbalik dan berpura-pura terkejut sudah salah datang ke kosan.


“Eh ... sepertinya saya salah kosan. Kamu Bu guru Bella, Kan?”


“I-iya! tuan Arya!”

__ADS_1


“Waduh! Maaf kayaknya saya salah Kosan.”


“Tuan mau ke kosan siapa?” tanya Bella.


“Kosan teman, dia ulang tahun hari ini. makanya saya jauh-jauh dari Surabaya datang kemari. Lah ... malah salah kosan. Yo wes ... mengko tak telpon wonge!”


“Papa!” suara Reyhan terdengar memanggil Arya Papa. Bella dan Arya saling pandang terkejut dengan suara mungil itu meluncur begitu merdu.


“Hah! kamu udah bisa ngomong. Kamu panggil Saya papa! Hais ... loh aku udu papa mu le! Eh kok pakai topi ulang tahun, Kamu ualng tahun ya...?” goda Arya dan Reyhan mengulurkan tangannya ingin di gendong. Arya dengan senang hati menggendong Reyhan.


“Papa!” celoteh Reyhan lagi.


“Reyhan ... Om ini bukan Papa kamu sayang. Tidak boleh. Oh ya tuan silahkan duduk. Maaf Reyhan kalau lihat laki-laki seumuran tuan pasti manggil Papa. kadang saya bingung tidak enak.”


“Gak opo-opo. Santai wae. Biasa bocah cilik.”


“Memangnya Papanya kemana?”


“Papanya sudah mati!” jelas Bella sedikit emosi.


“Innalilahi. Maaf ya!” Arya tersenyum tipis dan pura-pura tidak mengetahui siapa Papa Reyhan. Padahal ia mengetahui semuanya. Mudah bagi Arya mencari tahu siapa itu Alex Felix Gunawan.


“Tidak apa-apa tuan. Silahkan duduk sambil menghubungi temannya.”


“Oh Iya, Terima kasih.“ Arya duduk di kursi bteras sambil memangku Reyhan dan bermain dengannya. sementara itu Bella membuatkan minuman.


“Kamu masih ingat sama Om, ya. Padahal waktu pertama ketemu kamu masih 5 bulan.”


“Papa!” Reyhan memeluk Arya begitu berat seolah tidak ingin berpisah.


Ya, Arya orang pertama yang menggendong Reyhan setelah Reyhan mengerti di timang. Pria pertama yang menggodanya. dan mencium pipinya. Saat pertama kali di gendong Alex hanya saat di adzani.


ARYA WIJAYA.

__ADS_1



__ADS_2