
“Permisi, tuan. silahkan di minum. Maaf hanya air putih.” Bella meletakkan minumannya.
“Iya tidak apa-apa.” Arya pun meminum airnya. Reyhan terus melihat wajah Arya seolah tidak ingin di tinggal.
“Kamu lihat apa? Hm ... kenapa?” Reyhan terus menatap wajah Arya. Reyhan kemudian merebahkan kepalanya di dada bidang Arya. Arya pun tersenyum. ia tahu balita yang saat ini dalam dekapannya ingin merasakan pelukan seorang Ayah. Arya menepuk lembut punggungnya.
Bella yang melihat merasa tidak enak, Pasalnya Reyhan baru pertama seperti itu pada pria yang di jupainya. Walau ia sering melihat laki-laki yang sebaya dengan Arya ia tidak mau di gendong hanya memangilnya papa.
"Maaf, tuan. Apa sudah ketemu kosan temannya?” tanya Bella agar Arya cepat pergi. Ia merasa tidak enak sang anak bergelendot pada Arya.
“Eum ... orangnya malah pergi sama pacarnya. Mungkin besok saja. Kebetulan anak kamu ulang tahun. Saya sama Reyhan saja. Boleh, kan? Kita juga sudah kenal. Kamu tahu Saya saudaranya pak guru Johan.” Arya berbohong pada Bella. kedatangan dirinya ke rumah Bella sengaja untuk memastikan Bella baik-baik saja. terlebih sang anak.
Selama ini Arya terus mencari tahu kabar Bella dan anaknya. Maka saat ulang tahun Reyhan tiba ia sengaja datang jauh-jauh dari Surabaya setelah menyelesaikan pekerjaannya di London dan Singapore. Abi juga sudah mewanti-wanti agar tidak mempermainkan hati wanita yang sedang patah dan kecewa. Jika ingin serius tunjukkan keseriusan itu. Jika tidak tinggalkan.
Arya juga banyak mendapat wejangan dari Opa dan Omanya, yaitu Bram dan Wina. Karena mendekati orang yang pernah terluka itu tidak lah mudah. Butuh meyakinkan setengah mati.
Arya juga memprediksi jika nanti Bella akan datang ke toko kue sang, Mama dan ia sendiri yang akan melayani tetapi seperti prediksinya salah. Ia sedikit terlambat saat Bella dan Reyhan datang. Ia keasyikan masih di lantai atas ruko sang Mama.
“Tapi, saya gak enak tuan, kalau ada pria di kosan. Apalagi dengan status saya. Tuan mengerti kan maksud saya.”
“Iya, saya mengerti. Kalau begitu bagaimana kalau kita jalan-jalan saja. Sekalian merayakan ulang tahun Reyhan.”
“Tapi....” Bella masih ragu.
"Ayolah. tidak setiap hari. Lagian besok kamu libur, kan. Hari Minggu. Saya juga sudah jauh-jauh dari Surabaya, eh temennya justru sudah pergi. Ya sudah pergi sama Reyhan saja.”
“Baiklah, kalau begitu saya ganti baju sama menyiapkan keperluan Reyhan.” Bella terpaksa menerima ajak Arya, ia kasihan Arya sudah dari jauh dan ia pun ingin melupakan kejadian hari ini. Tidak ada salahnya jalan-jalan.
Bella mengambil uang tambungannya yang di dalam lemari. Ia mengambil sedikit banyak untuk berjaga-jaga jika ingin membelikan sesuatu untuk Reyhan.
“Tuan, saya sudah siap!”
Arya tercengang melihat Bella yang rupanya jika berdandan bisa terlihat jauh lebih cantik. anggun.
__ADS_1
“Tuan!” sapa Bella lagi.
“Oh ... iya, ayo!” Arya memberikan Reyhan pada Bella lalu ia mengambil tas Bella yang berisikan keperluan Reyhan.
“Kita jalan-jalan ke tempat permainan ya!” ujar Arya lalu mengusap lembut kepala Reyhan. Reyhan begitu antusias pertama kali naik mobil dan duduk di depan bersama sang ibu. Ia berdiri dan melihat pemandangan di luar mobil.
Arya melajukan mobilnya dengan santai. Ia sengaja agar lebih lama dekat dengan Bella dan Arya.
Dan akhirnya mereka sudah sampai di Mall. Mereka turun dari mobil dan berjalan sejajar masuk kedalam Mall. Arya mengendong Reyhan dan Bella membawa tasnya.
Tidak terasa senyum manis mengembang di bibir Bella saat melihat sang anak begitu antusias melihat berbagai wahana permainan. Arya pun begitu senang melihat senyum manis Bella. Nsmun ia belum berani untuk memujinya. Arya mengajak Reyhan di area mandi bola, seluncuran. Reyhan begitu bahagia. Bella melihat mereka dari kejauhan, ia tertawa melihat anaknya yang juga tertawa riang bersama Arya. Tidak terasa airnya menetes mengingat buah hatinya tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah.
“Maafkan Ibu, Nak. Jika kelak kamu tanya Papamu. Ibu akan menjawab, papamu sudah mati!” batin Bella lalu sekilas mengusap air matanya lalu membalas lambaian tangan Arya dan Reyhan.
Bella sudah bertekad tidak lagi mengharap Alex kembali dan mengakui anaknya. Cukup sudah satu tahun ini ia menunggu Alex. Saatinya melangkah menata masa depan bersama buah hatinya. Jika kelak ada seseorang yang ingin hadir dalam hidupnya. Seseorang itu harus mencintai anaknya melebihi cintanya pada sang buah hati.
“Haduh! Capek! Sudah ya. Istirahat!” Ujar Arya menghampiri Bella sambil menggendong Reyhan.
"Untuk saya mana?”
"Sebentar.” Bella mengambil satu botol air mineral yang tadi sempat di beli sesaat sebelum masuk wahana permainan. Arya mengambil alih botol Reyhan dan membantunya minum.
“Ini, tuan!” Bella menyodorkan botolnya.
"Tolong bukakan,” pinta Arya, Bella pun membukanya.
"Ini.”
"Bantu, saya minum.”
“Hah?”
"Saya minum bagaimana, ini masih bantu Reyhan minum.”
__ADS_1
Bella tersenyum lalu membantu Arya minum. Padahal yang. Sebenarnya hanyalah akal-akalan Arya.
"Dah, terima kasih. Ah ...!” goda Arya pada Reyhan saat selesai minum dan di saut Reyhan.
“Ah...!”
Keduanya tertawa melihat kepolosan Reyhan yang menirukan Arya.
"Enak?”
“Nnakk!” balas Reyhan. Bella tersenyum mengusap bekas sisa minum Reyhan.
“Ya sudah, kita makan dulu!” ajak Arya membuat Bella sejenak mematung. Karena agendanya bukan untuk makan.
"Sudah ayo!” Arya meraih jemari tangan Bella.
“Tapi?”
Arya berjalan santai sambil mengendong Reyhan dan menggenggam tangan Bella menuju restoran milik sang Papa.
Arya pertama melihat Bella memang sudah jatuh hati tanpa tahu statusnya. Setelah tahu ia semakin bersemangat untuk mengejarnya sampai ia rela menyelesaikan pekerjaannya di London dan Singapore lebih awal, Seharusnya ia selesaikan selama satu tahun tetapi dalam waktu 6 sampai 7 bulan ia selesaikan.
Arya memang mempunyai sisi humoris dan tidak tampak sisi seriusnya bahkan terkesan selengean. Akan tetapi jika dia sudah marah, lawannya pasti akan ketakutan setengah mati dan Jika sudah yakin dengan satu orang ia akan terus berjuang dengan caranya. Sifatnya seperti sang papa. Humoris dan setia dengan satu pasangan.
“Kita duduk disini ya. Saya pesankan makanan dan buatkan makanan untuk Reyhan.” Alex menyuruh Bella duduk di tempat pilihannya bersama Reyhan dan kebetulan restoran kali ini berkonsep lesehan.
“Buatkan makanan Reyhan, maksudnya?”
"Ini restauran adik saya. Pokonya di hari ulang tahun Reyhan ada sesuatu yang spesial Daan buat kamu juga. Karena kamu sudah menjadi Ibu yang hebat! Tunggu sebentar ya! Tenang aku yang traktir!” Arya mengusap lembut kepala Reyhan lalu menuju dapur.
Bella semakin bingung dan takut dengan Arya. Menurut Bella Arya terlalu agresif dan ia takut Arya meminta bayaran atau imbalan yang tidak pernah ia bayangkan.
"Aduh! Bagaimana ini. Tapi dia saudara pak Johan, mana mungkin diaau berbuat jahat. Lagian aku juga gak punya apa-apa. Tetap positif thinking dulu aja deh! Ya Allah lindungi aku dan anakku, Semoga saja tuan Arya memang orang baik yang kau kirim untuk kami,” batin Bella sambil menyusui Reyhan.
__ADS_1