DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 52 TRAUMA


__ADS_3

Alex terus mencari informasi tentang Bella di saat Bella keluar dari rumah sakit setelah melahirkan. ia ingin tahu bagaimana perjuangannya tanpa dirinya saat itu. Alex juga mendatangi rumah Bella yang di Bogor. ia begitu bersedih saat melihat kondisi rumahnya yang begitu kecil dan sempit. Ia baru tahu putranya tinggal di tempat yang kurang layak baginya. Ia juga mencari tahu bagaimana Bella bertahan hidup pontang-panting merawat bayinya sendirian. Hatinya sakit saat mendengar kisah pilu mantan istrinya bersama sang putra.


Alex menangis di dalam mobil mengingat Bella dan putranya. Rasa penyesalan itu seakan menusuk jantung dan ulu hatinya.


“Maafkan Papa, Nak. Hidupmu menderita.”


Alex akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta menelusuri jejak Bella lagi. Ia sudah seperti orang gila mencari tempat tinggal Bella sebelum Bella bersama Arya.


Akhirnya ia menemukan kos-kosan Bella dulu. ia menangis saat tahu tempat tinggal Bella. sempit dan tidak layak untuk anaknya yang masih bayi. Alex jua mendengarkan cerita pemilik kos jika Reyhan pernah masuk rumah sakit karena diare dan Bella tidak memiliki uang, dan akhirnya ia meminjam temannya yang sama-sama mengajar di sekolah Ardan dan terakhir masuk rumah sakit saat terkena demam berdarah.


“Jadi selama ini Bella mengajar di sekolah Mahendra, Bu?” tanya Alex tidak percaya lantaran anaknya juga sekolah Playground di sekolah tersebut. Tetapi tidak mengetahui jika Gurunya adalah mantan istri yang ia sakiti.


"Iya, Pak. tapi hanya beberapa bulan. Tapi sekarang sudah tidak mengajar lagi karena di bawa calon suaminya ke Surabaya, dengar-dengar dua hari lagi mau menikah!” jelas Ibu kos.


“Menikah?” gumamnya lalu ia berlari menuju mobil begitu saja.


Alex kemudian menuju bandara hendak menyusul Bella ke Surabaya. Walau ia tahu ia tidak tahu pasti rumah keluarga Sanjaya ada dimana. yang jelas ia harus sampai di Surabaya lebih dulu.


Disisi lain Bella sedang asyik feeting kebaya pernikahannya bersama Arya tak lupa Reyhan juga di ajak.


Bella menggunakan kebaya dan tersenyum melihat bayangannya sendiri di dalam cerpen. Namun sedetik kemudian wajahnya berubah sendu. Ia teringat pernikahannya dengan Alex. Pernikahan yang penuh haru dan tangis. teringat Bagaimana janji Alex padanya yang akan selalu bersama dan melindunginya. Entah mengapa ia sulit menghapus ingatan itu dari hati dan pikirannya. Ada rasa trauma tersendiri saat melihat dirinya menggunakan kebaya pengantin. Ia merasa ragu untuk menikah kembali. Bella keluardari feeting room dengan wajah sendu. Arya begitu takjub melihat Bella menggunakan kebaya.


"Wow! Calon istriku cantik sekali!” puji Arya, namun Bella hanya tersenyum tipis.


"Kenapa sayang? Kamu gak suka kebaya pilihanku?”


"Aku suka, Mas! Tapi....”

__ADS_1


“Tapi kenapa?”


“Aku ragu untuk menikah lagi?”


Arya mengerutkan dahinya. Kenapa wanita yang ia cintai berubah pikiran. Sedalam itukah luka di pernikahan sebelumnya?


“Ragu kenapa, sayang?” tanya Arya mengusap lembut pipi Bella. Akan tetapi Bella langsung masuk kedalam feeting room dan melepas kebayanya.


Bella keluar dari feeting room dan langsung mengambil Reyhan dari gendongan Arya. Dan itu membuat Arya kebingungan.


“Maaf mas.” Hanya itu yang terucap di bibir Bella dan langsung keluar dari butik.


"Mbak! Nanti aku kembali lagi!” seru Arya pada pegawai butik sambil mengikuti langkah Bella.


Bella menangis sepanjang trotoar. Ia mengabaikan Arya yang terus memanggilnya. Akhirnya Arya menarik lengannya. Tidak peduli banyak orang yang melihat.


"Tidak apa-apa, Mas! Maaf!” Bella melepaskan cengkraman tangan Arya.


"Bella!” Arya menarik kembali sampai terhempas ke pelukannya. Arya terus memeluknya agar Bella tidak pergi. Bella hanya menangis mengenang masa-masa pait pernikahan terdahulunya.


"Kenapa? Cerita padaku! Kalau kamu masih mencintainya. katakan saja, tidak apa-apa.“


"Aku takut, Mas! Aku takut ditinggal lagi. Aku memang masih mencintainya tapi aku juga membencinya dan itu membuat aku takut. Aku takut menghadapi semuanya sendiri jika itu terulang lagi.”


“Hai! Dengar, aku tidak akan menjadi orang yang akan mengulangi kejadian itu. Aku tidak meninggalkan kamu, sayang. Aku mencintaimu dan Reyhan. Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian menghadapi dunia ini. Buka hatimu untukku, aku akan memberikan banyak cinta. Bukan hanya aku akan memberikannya tapi semua keluargaku juga mencintaimu.”


Air mata Bella semakin deras di pelukan Arya. Salah satu bodyguard mereka mengambil Reyhan dari gendongan Bella agar Arya lebih mudah menenangkan Bella.

__ADS_1


"Harusnya aku bawa kamu ke piskiater untuk menghilangkan rasa trauma kamu, sayang. Ya Tuhan apa sesakit ini yang di rasakan adikku yang trauma dengan laki-laki.” Arya juga terpikir oleh adiknya yang sama seperti Bella. Namun Tasya mungkin bisa sedikit mengelola emosinya karena kasih sayang dari keluarga dan tidak pernah kesepian.


“Kita pulang ya!” Arya merangkul Bella membawanya ke mobil di ikuti dua bodyguardnya.


Sesampainya di rumah Arya membawa Bella ke kamar, sampai orang rumah heran dengan wajah mereka berdua yang tampak sedih. Bodyguard yang menggendong Reyhan pun mengantarkan bocah kecil itu ke kamar Arya.


"Tuan, Reyhan sudah tertidur.” Bodyguard menyerahkan Reyhan pada Arya.


"Iya, terima kasih.” Arya tersenyum lalu bodyguard kembali turun ke lantai bawah dan Arya menidurkan Reyhan di samping Bella.


Bella tidur miring sambil mengusap rambut sang anak. pikirannya melayang memikirkan Alex. Kenapa Alex mencampakkannya begitu saja. Dimana janjinya yang dulu. Janji yang di buat sebelum Ayahnya meninggal. Bella juga berpikir dengan dulu ia kabur apa itu sebuah kesalahan. Kabur tanpa izin suami. Kenapa ia terus terbayang rasa bersalah itu. Seharusnya sebagai istri ia tidak lari jika ada masalah dan seharusnya di bicarakan lebih dulu. Pikiran Bella.


“Bella, kamu istirahat ya. Kalau butuh bantuan aku ada di bawah! Kalau kamu sudah tenang. Nanti kita bicarakan lagi pernikahan kita!” ucap Arya lalu mencium pipi Bella dan juga mencium pipi Reyhan kemudian keluar dari kamar.


Arya turun ke bawah untuk menemui Mama dan juga Oma serta opanya. Arya berjalan menghampiri mereka yang sedang duduk di ruang makan.


“Arya Bella kenapa?” tanya Utari saat Arya duduk di kursi di sebelahnya.


"Tidak apa-apa, Ma. Bella kelelahan. Tadi Reyhan sempat rewel tidak mau di ajak siapapun.” Arya terpaksa berbohong agar keluarganya tidak khawatir dengan persiapan pernikahannya.


“Hem biasanya di rasani wong!” sambung Tasya sambil makan buah.


"Dirasani piye tah?”


“Di pikirin bapak kandungnya kali. kalau gak anaknya ya ibunya. Makanya Reyhan gelisah gak mau sama orang lain.”


Arya hanya menghela nafas panjang lalu mengambil alih jus milik sang Mama dan meminumnya. Mungkin ada benarnya apa uang ucapkan Tasya.

__ADS_1


__ADS_2