DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 24 VERSI TERBAIKMU


__ADS_3

Sesampainya di rumah Bella istirahat di kamar. Sementara Alex duduk di ruang tengah. Akex terngiang dengan ucapan adiknya yang mengatakan sudah meniduri mantan istri yang sangat ia cintai.


“Kenapa aku harus mikirkan dia lagi. Ayo lah Lex, kau bisa lepas darinya. Kau punya Anna dan Bella. Ini sudah tiga bulan kau berpisah, dan tanggung jawabmu sudah selesai.” Alex terus memijit pangkal hidungnya, Kepalanya begitu sakit luar biasa.


“Maaf tuan, saya lihat sepertinya Anda sedang tidak baik, Apa tuan membutuhkan sesuatu?” tanya Mbok Imah yang sedari tadi memperhatikannya.


“Em... tidak Mbok. Terima kasih. Oh iya, Bella sedang tidur siang tolong nanti kalau bangun siapkan apa yang dia minta. Saya mau keluar sebentar. Ada keperluan.”


“Keperluan apa tuan, maaf takut Non Bella bertanya?”


“Bilang saja saya ada meeting mendadak.”


“Baik tuan!”


Alex kemudian menyambar kunci mobilnya. Ia keluar dan ingin menemui Anna. Hanya Anna yang ngerti saat ia sedang gelisah.


Di parjalanan Alex menghubungi Anna sambil menahan sakit kepalanya.


“Na....”


“Ya, Mas?”


“Kamu sibuk?”


“Gak, Mas. Baru selesai Meeting.”


“Temui aku di hotel dekat kantor!”


“Hah? Mas disana?”


“Iya, aku tunggu!” Alex memutuskan sambungan ponselnya dan langsung menambah kecepatan mobilnya.


Anna pun bingung kenapa dari nada bicara suaminya ada yang tidak beres. Ia pun bergegas menuju hotel yang di maksud sang suami.


Sesampainya di hotel Alex langsung masuk begitu saja, karena memang itu hotel miliknya bersama Anna. Ia langsung menuju kamar miliknya.


Setelah di kamar, ia membuka baju dan menghubungi pelayan hotel untuk membawakan beberapa botol minuman. Alex berdiri di depan jendela besar kamarnya dan melihat hujan yang mulai turun begitu lebatnya. pikirannyaadih di kuasai oleh bayangan Irene dan terngiang ucapan sang adik. Ia membayangkan Irene begitu menikmati saat bersama sang adik. Darahnya begitu mendidih membayangkan Iren saat di atas ranjang.

__ADS_1


Tal lama suara ketukan pintu kamarnya terdengar, ia berjalan menuju pintu dan membukanya.


“Maaf tuan, ini minuman yang tuan pesan,” ujar pelayan hotel membawa nampan berisikan dua botol wine.


Alex mengambilnya lalu memberikan tips untuk karyawannya.


“Terima kasih, tuan!”


“Hm!” Alex lalu menutup pintunya dan berjalan menuju tempat tidur.


Ia membuka satu botol wine tersebut dan langsung meminumnya. Dan botol satunya ia letakkan di meja.


“Brengsek!” umpatnya pada dirinya sendiri, ia benci dengan otaknya yang terus terbang wajah Irene.


Tak lama Anna sampai, Anna melihat suaminya sedang duduk di sofa dekat jendela dan memegang botol. Anna mengerutkan dahinya, kenapa sang suami minum-minum di siang hari.


“Mas...!” panggil Anna. Alex melihat kedatangan Anna.


Anna menghampiri sang suami lalu mengambil botol yang ada di tangannya. Anna berlutut dihadapan Alex. Ia mengamati wajah sang suami buang tidak baik-baik saja.


“Sudah cukup! Jangn minum lagi.” Anna mengusap bibir bekas minumnya.


Alex menatap Anna lalu menarik tengkuknya dan menciumnya sedikit kasar. Anna memberontak Namun tenaganya tidak sebanding dengan sang suami. Walau ia sudah beberapa kali menepuk-nepuk dada bidang Alex, Alex semakin liar. Akhirnya Anna hanya pasrah dan mengimbangi permainan kasar Suaminya.


Alex mulai membuka jas Anna, lalu merobek baju kemeja Anna. Lagi-lagi Anna hanya menurutinya. Anna mencengram lengan Alex dan menariknya bangkit dari duduknya, mendorongnya ketempat tidur kemudian mendorong Alex di atas tempat tidur.


“Cukup! Mas. Apa yang terjadi padamu?!” Anna terengah-engah menatap Alex penuh tanda tanya.


“Lakukan Anna!!” teriak Alex lalu ia bangkit menarik Anna sampai terpental di atas tempat tidur lalu menguncinya.


“Lakukan!” Geramnya.


“Stop, Mas! Aku tidak suka cara kasar. Dan aku tidak bisa melakukannya dengan cara iren. Aku Anna Mas! Aku Anna.” Anna mendorong Alex ke samping kemudian ia bangkit dan duduk di tepi tempat tidur. Ia mengatur nafasnya dan juga emosinya. begitu juga Alex yang telentang di atas tempat tidur.


Keduanya mengatur nafas, Alex bangkit dan mensejajarkan duduknya di samping Anna. Perlahan Alex meraih pipi Anna dan mencium bibirnya dengan lembut. Merasa Alex lebih baik akhirnya Anna membalasnya. Anna berinisiatif membuka apa yang ada di tubuhnya dan celana Alex.


“Lakukanlah,” lirih Anna menarik Alex sambil berbaring. Alex pun langsung menuntaskan hasratnya.

__ADS_1


Anna hanya bisa pasrah saat di tengah permainan Alex begitu kasar dan sangat liar. hampir semua tubuh Anna di beri tanda merah, dari leher, dada, punggung, perut.


Sedangkan Alex melakukan itu semua karena ada rasa kecewa pada Iren setelah lepas darinya, justru seenaknya tidur bersama sang adik. Alex melakukan itu hanya sebagai tanda Anna adalah miliknya tidak ada yang boleh memiliki Anna.


Setelah Selesai melakukannya, Alex berbaring di samping Anna dan memeluknya.


“Kau milikku, Anna. jangan pernah meninggalkanku.” Alex kembali mencium bibir Anna.


“Apa yang terjadi padamu. Kenapa kamu seperti tadi.”


“Karna hanya kamu yang mengerti dan memahami diriku. Kau tahu hasratku besar.”


“Terus... Mas anggap aku Irene. Begitu? Yang bisa mengimbangi permainan kasar kamu? Jangan pernah samakan aku dengan mantan isterimu. Cukup. Mas!”


Alex hanya diam dan langsung bangkit dan menuju kamar mandi. Anna diam-diam meneteskan air mata, rupanya sang suami memang tidak bisa melupakan cintanya terhadap Iren. Anna ingin menyerah jika mengingat cinta suaminya pada Iren akan tetapi itu tidak mungkin. Ia juga begitu mencintai Alex dengan caranya. Ia hanya yakin dengan kesabaran dan ikhlas mencintai Alex suatu saat Alex akan membalasnya dengan tulus tanpa bayangan Irene.


“Ya Tuhan, tambahkan lagi rasa sabarkku.” Anna mengusap air matanya dan bangkit menyusul Alex ke kamar mandi, Namun saat di kamar mandi Anna hanya diam dan langsung mandi di samping Alex tanpa peduli Alex memandangi dirinya.


Pandangan Alex menelusuri setiap jengkal tubuh Anna yang hampir penuh dengan tanda merah ciptakannya. Ia hanya tersenyum kemudian keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya ia lilitkan di pinggangnya.


Alex duduk di sofa sambil mengetik sesuatu di ponselnya. Ia memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengirimkan setelan baju untuk Anna dan dirinya.


Anna keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono lalu menuju lemari.


“Bajumu disini tidak ada, Aku baru memesan baju untukmu. Kemarilah!” ujar Alex sambil mengulurkan tangannya.


Anna berjalan menghampirinya dan berdiri disamping sofa Alex.


“Kemari!” Alex meraih tangan Anna dan menyuruhnya duduk di pangkuannya.


“Aku tahu kamu kecewa padaku. Aku memang belum bisa sepenuhnya melupakan Iren.“


“Aku tahu!” Jawab Anna datar.


“Na..., Kamu tetap yang terbaik, sayang.”


Lagi-lagi Anna hanya diam. Anna seolah bosan mendengar ucapan manus Alex.

__ADS_1


“Aku memang versi terbaikmu. Tapi berulang kali Mas selalu mematahkan versi terbaik itu. Aku bisa apa? Aku hanya bisa sabar dengan rasa cintaku padamu dengan versiku sendiri. Aku akui, Kamu tidak pernah kasar, dalam arti tidak pernah bermain tangan dan berkata kasar padaku. Tapi...,"


“Maafkan aku!” Alex meraih tengkuk Anna dan mencium pipinya.


__ADS_2