
Bella sampai ke rumah setelah menemani Reyhan bertemu dengan Alex. Ia pun langsung menyuruh Narti untuk membaringkan Reyhan yang tertidur pulas di gendong Narti. Sedangkan dirinya kembali ke kamar untuk istirahat.
Bella melepaskan kerudungnya lalu melihat map yang di berikan Alex padanya. "Abang, terima kasih atas pemberianmu ini. Tapi aku prihatin denganmu. Semoga keadaan dan situasi secepatnya membaik. Maaf aku tidak bisa membantu, aku hanya bisa mendoakan semua urusanmu di mudahkan demi anak kita dan Ara anakmu.” Bella mengusap air matanya.
Bella berbaring sambil melihat langit-langit kamarnya. ia terpikir ucapan Narti jika hidup itu adalah sebuah pilihan.
“Kenapa aku harus memikirkan itu. Aku sudah memilih menjadi istri Mas Arya. Walau aku tahu kedepannya pasti banyak permasalahan karena aku tidak bisa memberikan keturunan lagi.”
"Permisi, Nyonya! Ada tamu yang mencari Tuan Arya!” seru salah satu asistennya di balik pintu.
"Siapa?” Bella membuka pintu sambil mengenakan kerudungnya.
"Itu, Nyonya. Perempuan, bawa anak kembar sekitar dua tahunan.”
Bella mengerutkan keningnya lalu ia bergegas menemui perempuan tersebut. Sejenak Bella melihat Perempuan dan anaknya. Perempuan itu cantik dan berpakaian sopan. Kemudian ia bergegas menemuinya.
"Maaf, Anda mencari siapa?” tanya Bella sopan.
Wanita tersebut tersentak lalu melihat Bella dari atas sampai bawah. Wanita itu pun berdiri dan tersenyum lalu mengulurkan tangannya.
"Maaf, saya Laura. kedatangan saya ke mari untuk mencari Arya.”
Bella membalas uluran tangan Laura.“Bella, istri Mas Arya!”
__ADS_1
Laura tersenyum tipis lalu melihat sang anak yang sedang bermain dengan baby sisternya dan Satui lagi ia gendong.
"Mas, Arya sepertinya masih di kantor, mungkin sekarang dalam perjalanan pulang. Maaf kalau boleh tau ada keperluan apa? Oh iya, silahkan duduk!” Bella duduk di sofa di ikuti Laura.
"Maaf sebelumnya. Dari kemarin sebenarnya saya sudah menghubungi Arya tapi tidak respon. Jadi terpaksa saya datang kemari. Saya sebenarnya istri sirih Arya waktu di London.”
"Mak-Sud kamu?” tanya Bella bagai di sambar petir di siang bolong. Siapa wanita ini mengaku istri Arya saat di London. Bella mencoba tenang walau air matanya hampir jatuh. ia ingin tahu penjelasan wanita di hadapannya ini.
“Iya, saya masih istrinya. Saya datang kemari hanya minta kejelasan status saya dan anak kami. Maaf saya tahu Anda istri sahnya, tapi saya hanya minta kejelasannya, itu saja. Arya belum mentalak saya saat dia memutuskan pulang ke Indonesia, dan saat itu saya baru tau kalau saya hamil. Maafkan saya.”
Ingatan Bella kembali saat hamil Reyhan tanpa suami, sudah pasti wanita ini begitu kesusahan menjalani hari dan kehamilanya tanpa seorang suami.
Bella mengusap air matanya yang tiba-tiba terjatuh. “Silahkan tunggu Mas Arya, sebentar lagi sampai dan selesaikan urusan kalian. Tapi kenapa kamu baru sekarang mencari Mas Arya, di saat Mas Arya sudah menikah lagi.”
“Tapi wajar, kan saya istrinya walau memang hanya sebantas istri sirih. Tapi seketika semua bertambah berubah saat Arya kembali dari Indonesia. Ia langsung memutuskan hubungan dua bulan sebelum kembali lagi ke Indonesia. Akhirnya saya tahu Ia memilih menikah dengan wanita pilihannya. Saya bisa apa, dalam kondisi hamil tidak mungkin saya mencari dan pulang ke Indonesia. Apa kata keluarga saya di sini. Saya berulang kali mengirim pesan, email pada Arya tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap disana dan melahirkan kedua anaknya,” beber Laura dengan suara terbata-bata.
Bella melihat Anak Laura satu persatu,. memang anak itu begitu mirip dengan Arya dan yang perempuan sekilas seperti Tasya sewaktu masih kecil.
“Sayang! Aku pulang....!” Arya tiba-tiba datang dan terperanjat melihat Laura serta Bella, di tambah keduanya juga menangis.
Bella mengusap air matanya dan menyambut hangat Arya. Seperti biasa ia menyalaminya lalu tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa. Bella mengambil tas kerja Arya.
"Selesaikan urusan kalian yang belum selesai. Aku ke dalam." Bella tersenyum lalu mengusap pipi Arya. Ekspresi Arya masih skeptis dengan kedatangan Laura dan kedua buah hatinya.
__ADS_1
Bella masuk ke kamar dan menangis di balik pintu, Kenapa ia harus menikah dengan pria yang sebelumnya sudah mempunyai istri.
"Ayah, Bella benar-benar tidak sanggup, Yah. kenapa harus terulang lagi. Apa ini dosaku saat aku lari dari Abang. Ayah beri tahu kesalahanku yang tidak aku sadari.”
Rasa sakit itu terulang kembali dan lebih sakit lagi mengingat Arya tidak jujur dengan masa lalunya. Kenapa terungkap di saat ia sudah sepenuhnya ingin mengabdikan dirinya pada sang suami.
Sementara itu, Arya mengajak Laura ke taman samping rumah. Sejenak mereka saling diam, mereka mencoba mengatasi rasa canggung satu sama lain.
“ Ada apa kamu datang kemari, bukankah hubungan kita sudah berakhir?” tanya Arya datar tanpa melihat anak-anak yang di bawa Laura sedang bermain di ayunan milik Reyhan bersama baby sisternya.
Semua asisten melihat dari persembunyiannya masing-masing, karena ingin tahu siapa wanita yang datang mencari sang tuan dan mempunyai hubungan apa dengan tuannya.
’PLAKk!!’
Laura menampar pipi Arya sambil menahan air matanya.” Berakhir? Kamu lupa kita sudah menikah. Walau pernikahan kita tidak resmi tercatat oleh negara. Tapi aku masih istrimu. Saat kamu meninggalkanku, Kamu belum sama sekali mentalakku! Dan kamu tahu? dua bulan kamu meninggalkan diriku, aku baru tahu aku sedang mengandung anak kembarmu. Zeya dan Zidan. Anak kita kembar laki-laki dan perempuan! Jangan katakan kamu lupa dengan masa lalumu bersamaku!” Tangis Laura akhirnya pecah. Arya hanya bisa terdiam dan melihat kedua anak tersebut. Ingatan kembali ke masa lalu. Dan bertanya dalam hati, Apa benar kedua anak itu anaknya?
"Lihat kedua anak kamu, Zidan begitu mirip denganmu dan Zeya sekilas mirip dengan Tasya sewaktu kecil. Aku datang kemari hanya meminta kejelasan statusku dan kedua anak kita. Mereka berhak tahu siapa Ayahnya dan berhak atas nama Ayahnya di belakang namanya. Mereka terlahir setelah adanya pernikahannya. Dan anak perempuanmu berhak atas perwalianmu.“
Semua ucapan Laura di dengar oleh Abi yang tiba-tiba datang lima menit setelah Arya mengajak Laura ke taman belakang. Abi melihat beberapa asisten rumah tangga sang anak yang sedang melihat sesuatu dan rupanya mereka menguping pembicaraan putranya dengan seorang wanita. Kemudian ia ikut melihat dan mendengarnya.
Bella yang melihat dan mendengar percakapan mereka dari jendela kamarnya hanya bisa menangis sambil memegang pinggiran jendela.
Abi pun langsung mencari keberadaan menantunya, Bella. Pasti Bella sangat terpukul dan tidak percaya dengan semua yang sudah terjadi.
__ADS_1