DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 81 TAWA LEPAS BELLA DAN REYHAN


__ADS_3

Satu bulan sudah setelah kata talak itu terucap. Bella masih tampak murung di saat sendirian, Hanya di depan sang anak ia selalu ceria agar anaknya juga terus bahagia, walau sang anak terus menanyakan Arya dan kenapa pindah rumah yang begitu kecil.


Bella berterus terang menjelaskan pada sang anak jika sudah tidak lagi menjadi istri Arya, walau ia tahu Reyhan belum memahami situasinya. Tetapi Bella yakin Reyhan akan mengerti dirinya kelak.


"Ma, hari ini libur sekolah. Kita jalan yuk, Ma. di taman kota.” ajak Reyhan melihat Bella sedang menjemur baju.


"Boleh sayang. Sekalian Mama nanti ke pasar belanja sayur.”


“Tapi naik apa, Ma. kita kan sudah tidak punya mobil lagi?”


"Naik angkot saja ya, Nak. kamu belum pernah naik Angkot kan. Seru loh naik angkot.”


"Hore! Reyhan mau, Ma. Naik angkot. Mau coba!” seru Reyhan yang begitu gembira mendengar kata angkot.


"Ya sudah, Ibu selesaikan jembur baju dulu ya. Baru nanti siap-siap. Hem!”


Reyhan mengangguk lalu ia berlari kedalam rumah dan menunggu sang Mama. Bella menyelesaikan pekerjaan rumahnya, setelah itu baru mereka pergi jalan-jalan.


Bella juga sedang bingung, kemana lagi ia harus mencari pekerjaan menjadi guru karena tempat anaknya sekolah tidak ada penerimaan guru baru. Jika mencari pekerjaan yang lain siapa yang menjaga Reyhan. Untuk saat ini ia hanya mengandalkan pendapatan dari kos-kosan yang ada 25 pintu. Tinggal di kota besar nomor dua di Indonesia membuat ia harus lebih hati-hati mengelola uang dan pengeluarannya. Sebisa mungkin ia harus mengutamakan kebutuhan Reyhan.


Bella dan Reyhan kini naik angkot, Bella bahagia melihat tawa sang anak, walau yang di berikan untuk anaknya adalah hal sederhana.


"Ternyata lebih seru ya, Ma. Naik angkot.” Reyhan melihat sekeliling jalan lewat jendela angkot sambil memegang mainannya.


"Iya sayang. Besok kalau libur sekolah kita bisa setiap saat seperti ini.”


“Hore! Terima kasih ya, Ma. Mana terbaik.”


Bella tersenyum lalu merangkul anaknya. Saat di lampu merah Bella tidak sengaja melihat mobil Arya begitu juga Arya yang tidak sengaja melihat Bella. Bella yang melihat Arya pun langsung membuang pandangannya dan pura-pura tidak melihat serta mengajak sang anak bercanda dan tertawa agar Reyhan tidak mengetahui keberadaan Mantan Ayah tirinya.


Arya pun hendak membuka lebar kaca pintu mobilnya tetapi ia ingat permintaan Bella jika melihatnya agar pura-pura tidak melihat dirinya. Arya hanya bisa melihat Bella bercengkrama dengan Reyhan di dalam angkot.


Arya mengikuti laju angkot tersebut sampai ke taman kota. Bella turun dan mengajak sang anak masuk ke dalam taman. Arya yang mengikuti mereka hanya bisa melihat dari kejauhan. Ia melihat Bella dan Reyhan sedang bermain ayunan, mereka berdua tampak begitu bahagia. Tawa Bella dan Reyhan juga begitu lepas.


“Mama mau itu!” Reyhan menujuk pedagang permen kapas yang ada di pinggir jalan.


"Mau?”


"Iya.”


"Ayo!” Bella turun dari ayunan begitu juga Reyhan. Bella menggandeng Reyhan menuju pedagang permen kapas.

__ADS_1


"Pak, beli permen kapasnya dua!” ucap Bella pada pedagang.


"Baik, Non.” Pedang itu mengambil dua permen kapas yang sudah di bungkus lalu memberikannya pada Bella.


“Berapa, Pak?”


"Dua puluh ribu, Non.”


Bella membuka tas kecilnya lalu mengambil uang sesuai jumlahnya dan memberikan pada pedagang. “ Terima kasih, Pak!” ucap Bella.


"Terima kasih, Pak! lain kali saya beli lagi sama Mama saya ya, Pak!” sambung Reyhan.


"Iya, Nak. Sama Papanya juga ya!”


"Papa? Papa saya kerja di luar negri, Pak. Nanti kalau pulang saya ajak Papa dan adek Ara kesini,” balas Reyhan apa adanya dengan suara polosnya.


"Siap, Nak. Bapak tunggu!”


Bella tersenyum lalu mengajak Reyhan kembali masuk ke taman. Mereka dudu di ayunan yang sama sambil memakan permen kapasnya.


"Hem enak, Ma!” seru Reyhan.


“Reyhan suka?”


Bella tersenyum sambil mengusap rambut anaknya lalu tak sengaja melihat Arya di persembunyiannya. Seketika Bella memalingkan wajahnya dan melihat sang anak sambil memakan permen kapasnya. Raut wajah Bella berubah menjadi diam sambil melihat Reyhan yang tengah asyik memakan permennya.


"Nak! pulang yuk. Mama mau ke pasar juga.”


"Iya, Ma!”


Mereka beranjak dari taman lalu Bella menunggu angkot di depan taman yang menuju pasar. Tak lama angkot pun berhenti Reyhan dan Bella naik angkot menuju pasar.


Sementara itu Arya terus mengikuti Bella dan Reyhan tanpa Bella tahu. Bella ke pasar membeli beberapa sayuran untuk beberapa hari ke depan dan juga membeli perabotan yang belum ia miliki.


"Ma boleh Reyhan minta mainan itu?” Arya menujuk salah satu toko mainan.


"Boleh sayang, sebentar ya!” Bella membayar sayurannya lebih dulu lalu menuruti keinginan anaknya. Reyhan memilih mainannya setelah itu Bella membayarnya.


"Ini saja, Nak?” tanya Bella.


"Iya, Ma!”

__ADS_1


"Ya sudah sekarang kita beli buah ya!”


Arya hanya mengangguk sambil melihat mainan barunya dan berjalan di samping sang Mama yang terus menggandengnya. Bella berhenti di tukang buah dan membeli beberapa buah yang di sukai sang anak.


“Bu, beli buah apel sama pisangnya bu.” Apelnya dua kilo pisang satu sisir.”


"Iya, silahkan.” pedagang tersebut memberikan kantong plastik pada Bella.


"Bu, Jeruknya berapa?” ucap pria tiba-tiba membuat Bella dan Reyhan melihat ke arah pria tersebut, sebab suara itu tidak asing.


"Om Juna?”


"Opa Juna!” saut Reyhan melihat Arjuna adik bungsu Abi.


"Loh, kalian. Lagi belanja?”


"Iya, Om. Reyhan Salim dulu sama opa Juna.” Bella menyalami Juna di ikuti Reyhan


"Bagaimana kabar kalian. Oh iya, Arya tidak Ikut? Berdua saja?”


Reyhan dan Bella saling pandang lalu Bella tersenyum tipis. Rupanya tidak semua keluarga Mantan suaminya itu mengetahui jika Arya sudah menceraikannya.


"Em....”


“Mama sudah tidak lagi jadi istri Papa Arya, Opa. Kami sudah pergi dari rumah Papa Arya,” balas Reyhan dengan suara polosnya dan memang benar adanya.


"Reyhan,” pekik Bella.


"Maksudnya?” tanya Juna heran.


"Begini, Om. Kami sudah berpisah satu bulan lalu. Saya juga sedang menunggu panggilan kedua di pengadilan. Mas Arya menikahi kekasihnya yang dulu di London karena mereka memiliki anak. Jadi saya yang banyak kekurangan ini mengalah.”


Juna speechless mendengar ucapan Bella. Ia tidak percaya sang ponakan tega melakukan hal ini. Apalagi Bella tidak mempunyai siapapun. Lantas Bella dan anaknya kini tinggal dimana dan dengan siapa.


"Kurang ajar!” geram Juna sambil mengepalkan tangannya. a begitu mengutuk keras perbuatan Arya.


"Kalau begitu kami permisi ya, Om. Sudah siang. Maaf Bu. berapa semua?”


"Lima puluh ribu, Nduk!” Bella lantas membayarnya.


"Permisi, Om.” Bella pamit mengajak Reyhan.

__ADS_1


"Da-dah Opa. Reyhan pulang dulu.”


Juna hanya bisa melihat Bella berjalan pergi bersama anaknya dan menunggu angkot. Arya yang mengetahui Bella bertemu Juna pun ketar ketir. Takut jika semua keluarga besarnya tahu ia sudah berpisah dengan Bella,q cucu menantu kesayangan Bram dan Wina.


__ADS_2