
Pesta pernikahan pun tiba. Pesta tersebut di adakan di hotel mewah milik keluarga Arya. hampir semua dekorasi baju pengantin dan semuanya milik keluarga.
Bella begitu takjub dengan apa yang di lihat saat memasuki tempat acara. Ia tidak menyangka tempat pesta pernikahannya begitu mewah dan berkelas. Semua keluarga besar Abi dan Syasa, anak dari pernikahan Wina yang pertama pun hadir, tidak terkecuali sang menantu dan keluarganya yang orang Pakistan, Amar. Bahkan keluarga balder dan Germond dari London pun turut hadir. serta Keluarga Nathan dari India. Tak lupa pra kolega dan rekan bisnis serta temen dan sahabat semua anggota keluarga turun hadir
“Mas, ini semua keluarga Mas?” tanya Bella saat di atas pelaminan.
“Iya, ada juga sahabat, temen dan rekan kerja.”
Bella tersenyum dan masih menatap heran, ia saja masih bingung keluarga besar Bram yang begitu banyak di tambah kerabat dari jauh bahkan dari luar negeri.
"Mas, Aku gak lagi nikah sama pangeran dari kerjaaan, kan.”
"Memang iya. Aku calon raja dan kamu kelak jadi ratuku.”
"Ratu?”
“Ratu di hatiku!”
Bella tertawa sambil melihat Arya. Bella melihat kembali tamu undangan dari atas pelaminan. Semua tampak asing baginya tapi merekalah bagian keluarga suaminya yang otomatis menjadi keluarganya.
“Ayah ... lihat anakmu ini. Ibel pakai gaun pengantin mewah Yah! melebihi impian Ibel. Tapi maaf Yah, Ibel tidak bisa bersama orang yang Ayah amanahi. Semua di luar kendali dan takdir Ibel, Yah! Maafkan Ibel!” batin Bella meneteskan air mata mengingat sang Ayah.
Bella tak kuasa menahan air matanya sehingga ia berbalik badan membelakangi para tamu. Arya heran melihat istrinya yang tiba-tiba menangis.
"Sayang, kamu kenapa?”
"Ayah,” lirih Bella dan tangis pun semakin menjadi tanpa suara. Namun ia masih berusaha menguasai air matanya agar tidak terjatuh di pipinya.
Para tamu hanya mengira tangisan Bella itu hanya tangisan haru, bahagia. Mereka hanya tersenyum merasakan kebahagiaan kedua mempelai.
“Kita ke belakang ya!“ ajak Arya. Bella mengangguk kemudian Arya meminta pada tim wedding untuk izin ke belakang dan ke ruangan khusus.
__ADS_1
Sesampainya di belakang Bella duduk kursi, Utari dan Abi serta Tasya juga mengikutinya. Arya memberikan minum Bella.
"Mas, aku boleh nang-nangis eng-enggak?” Suara Bella sudah tersendat karena menahan tangisnya.
"Iya, boleh!” Arya merangkul Bella dan Bella menangis sejadi-jadinya. Suaranya terdengar pilu apa lagi saat menyebut 'Ayah'
“Ada apa Arya? Kenapa Bella?” tanya Abi.
"Bella teringat Ayahnya pa. Bella juga tidak mempunyai saudara.”
Abi melihat Utari lalu Utari hanya mengangguk. Abi memegang pundak Bella lalu duduk di samping menantunya.
"Bella, Kamu tidak sendiri. Ada Papa, Kemarilah!“ Abi mencoba menggantikan posisi Ayah Bella. Bella Melihat Abi dan masih menangis.
"Kamu boleh peluk Papa!” Ujar Abi, Bella sekilas melihat suaminya. Ketika Arya mengangguk Bella langsung memeluk Abi.
"Ayah! Bella rindu Ayah.” Bella menangis membayangkan Abi adalah Ayahnya.
Bella begitu merindukan dekapan seorang Ayah. Ayah yang selalu membuat dirinya tersenyum dan tertawa. Namun ia di hadapkan kenyataan yang begitu pahit di saat Ayahnya tidak lagi di dunia.
"Sudah, semua akan baik-baik saja!“ ucap Abi mengusap punggung Bella.
Tangis Bella sedikit mereda. Kemudian kembali memeluk Arya.
"Sudah ya, Ini kan hari bahagia kita. Sebentar lagi acara juga selesai.” Ucap Arya lalu mencium kening Bella.
Bella tersenyum lalu menerima tisu dari Tasya untuk mengusap air matanya. Bianca yang bertugas merias Bella pun menghampirinya.
"Di rias lagi. Sudah ya. Mulai hidup baru. Biar yang lalu hanya menjadi kenangan. Kenangan yang indah simpan di sini,vyang pahit, untuk pembelajaran kita ke depan.” Biaca tersebut lalu mengusap lembut pipi Bella.
"Iya, Mbak. Semangat ya,” sambung Tasya membantu Bianca merias kembali Bella.
__ADS_1
Setelah selesai Bella dan Arya kembali keluar. Kali ini Bella lebih ceria dan percaya diri di samping Arya. Sesekali matanya melihat ke arah Reyhan yang bersama baby sitternya. Arya sengaja memberikan Bella Baby sister agar nanti ada yang membantunya saat ia kembali menjadi guru di sekolah Mahendra yang ada di Surabaya serta membantu Bella saat Bella ingin melanjutkan kuliahnya.
Kini semua orang mengantri untuk salaman dan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai. Bella rasanya sudah begitu leleh menerima tamu yang begitu banyak.
"Mas, gak ada prosesi lainnya lagi, kan?” tanya Bella.
"Tidak sayang. Acara salamannya sudah selesai. Dilanjut bersenang-senang bersama keluarga, saudara, dan kerabat jauh. semua sudah tahu kalau Pangeran dari keluarga Sanjaya sudah menikah.” Arya sekilas mencium bibir Bella dan mendapatkan sorakan semua orang.
“Kita nikmati mereka- mereka yang heboh itu!” Arya melihat saudaranya tengah menyuguhkan tarian bersama Natan, Amar dan anak-anak mereka.
"Keluarga Mas, beragam ya! Dari India, Pakistan, london. ponakan Mas juga mukanya campuran. Gemes lihatnya.” Bella terkesima melihat anak dari Jane dan Amar.
"Kamu tahu, suami kak Jane, Suami Kak Siena itu lebih tua, belasan tahun hampir kalau tidak salah seumuran Papa. Tapi mereka awet muda,” jelas Arya. Melihat senyum Bella. Arya ingin terus Bella tersenyum setiap saat saat bersamanya.
"Oh, Ya! Papa juga awet muda!”
Tak lama Amar dan Natan menghampiri mereka berdua, Mau tidak mau Arya dan Bella ikut larut dalam tarian mereka.
Tiba-tiba mata Bella tidak sengaja melihat Alex yang duduk di sudut. Alex tersenyum saat melihat Bella juga melihatnya. Alex melihat Bella kini sudah bahagia.
Bell akhirnya beranjak dan meninggalkan mereka dan duduk kembali di kursi pelaminan disusul Arya. Mata Bella terus melihat Alex, Kenapa Alex tidak menyalami atau menemui anaknya dan justru hanya duduk di sudut sambil melihatnya. Arya duduk dan memperhatikan Bella, kenapa istrinya tiba-tiba berhenti.
"Kamu kenapa, sayang?”
"Mas Ngundang Bang Alex.”
"Tidak! Kenapa?”
"Gak apa-apa, tanya aja?” Mata Bella mencari keberadaan Alex yang tiba-tiba sudah tidak di tempatnya.
"Terus tadi siapa yang duduk di sana? Apa aku berhalusinasi,” batin Bella terus melihat bekas Alex duduk.
__ADS_1
Disisi lain Alex sudah berada di parkiran dan hendak kembali ke hotel tempat ia menginap. Ia memang tidak di undang di pernikahan Bella dan Arya. Tetapi ia menyelinap untuk memastikan Bella kini sudah bahagia. Sebenarnya ia juga ingin menyampaikan jika Anna sudah tiada tiga hari yang lalu. Mungkin saat ini Alex akan fokus pada putri dan pekerjaannya dan juga menafkahi Reyhan.