DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 94 AKHIR CERITA


__ADS_3

Bella tersenyum di hadapan jendela kamar yang dulu. Menghela nafas dalam-dalam merasakan aroma kamarnya. Membayangkan saat malam pertama bersama sang suami di saat itulah cintanya mulai tumbuh untuk sang suami. Alex memandangi dari sofa dan tersenyum.


"Abang Memang bukan orang pertama dihidupku, tapi Abang cinta pertamaku,” ujar Bella yang masih berdiri di depan jendela.


"Bukankah cinta pertama itu untuk orang pertama?” sambung Alex memeluk Bella dari belakang.


“Orang pertama tidak lantas menjadi cinta pertama. Tetapi, Cinta pertama sudah pasti menjadi paling utama.”


”Kamu bisa saja.” Alex mencium pipi Bella.


”Bang. Aku bahagia bisa bersama Abang lagi,” ucap Bella membalikkan badannya.


Bella melihat ditail wajah sang suami yang semakin tambah dewasa. Rasa yang ia rasakan saat ini tidak lagi ia bisa ungkapkan dengan apapun.


“I love you!” ucap Bella pelan. Lengkungan senyum Bella terukir manis di bibirnya. Alex mencium kening sang istri penuh cinta dan penghormatan.


"I I love you too!” Keduanya berpelukan menyalurkan rasa cinta mereka masing-masing.


"Terima kasih sudah memaafkanku, terima kasih sudah memberikan Abang kesempatan kedua. Abang akan selalu mencintaimu. Dan tidak akan lagi ada yg kedua dan ketiga.”


“Abang...!” Bella semakin erat memeluk Alex.


Tidak lama terdengar suara ketukan pintu kamar. “Siapa?” tanya Alex.


“Saya tuan. Mbok Imah.”


Bella tertawa kecil lalu melepaskan pelukan Alex. Bella menuju pintu dan membukanya.“ Iya Mbok?”


“Itu, Non. Ada tamu.”


“Siapa, Mbok? tanya Alex yang sudah di belakang Bella.


"Tuan Axell dan Istrinya, Irene.”


Alex dan Bella saling pandang, untuk apa mantan istri dan adiknya itu datang.


“Baiklah. Mbok buatkan minum ya.”


"Baik, Non.” Mbok Imah pun berlalu dari hadapan mereka dan menuju dapur.


"Ayo, Bang. Temui mereka!”


”Ayo!”


Mereka berdua menuju ruang tamu, hati Bella masih takut bertemu dengan mantan istrinya. Walau sudah lama berlalu tetapi ucapan Irene di masa laluasih sangat teringat jelas di ingatannya.

__ADS_1


“Ada apa kalian datang kemari?” tanya Alex saat sampai di ruang tamu bersama Bella.


Alxell bangkit di ikuti Irene. Irene melihat Alex dan Bella yang tampak tidak ingin berpisahkan pun tersenyum. Akhirnya hanya Bella yang memang sangat Alex cintai.


“Kami hanya ingin bersilaturahmi, ingin menjenguk Nenek.”


Alex tertawa kecil lalu mengusap wajahnya dan tersenyum sedikit sinis.“ Kau datang tidak dengan empel-embel, kan? Kau kemana saat Nenek sakit, Kau kemana saat Nenek mencari dan menyebut namamu. Sekarang kau datang di saat kau tau Nenek menjual semua asetnya untuk di bagi-bagi?”


"Lex, bukan itu maksud kedatangan kami. Kami memang ingin tahu kondisi nenek.”


“Sudahlah! Aku tau kalian berdua!”


“Bang...! Sudah,” ucap Pelang Bella mengusap lengan sang suami.


“Silakan duduk, Mbak. Mas! Nenek dalam keadaan kurang sehat. Kalau mau melihatnya, nanti ya. Mas Axell dan Mbak Irene duduk dulu. Minum dulu.” Bella tersenyum lalu melihat sang suami yang tampak kesal dengan adiknya itu, kemudian ia duduk di sofa dan di ikuti Bella.


“Katakan, tujuan kalian yang sebenarnya?” tanya Alex tanpa basa-basi.


"Bang....” Bella melihat suami dan tersenyum tipis dan menyuruhnya untuk bersabar.


“Baiklah. Kami datang selain menjenguk Nenek. Aku pribadi mau mengembalikan ini.” Irene menyerahkan kotak perhiasan.


"Ini perhiasan Anna yang dulu pernah aku minta darinya. Aku merasa terbebani dengan ini.”


Alex melihat tajam Irene, jadi selama ini perhiasan Anna yang dulu ia jadikan mahar untuk menikahi Anna ada di tangan Irene. pantas saja Saat Anna meninggal İa mencari di brankas perhiasan.


"Mas... Aku minta maaf, aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya iri dan waktu itu Anna memintaku untuk segera memberikanmu anak. Jadi aku memanfaatkan Anna saja, tidak lebih.”


“Lalu kenapa saat aku menanyakan anak kamu selalu menghindar?”


"Aku belum siap dan tidak mau kehilangan karirku.”


“Lalu sekarang?”


“Abang, sudah. Maafkan Mbak Irene. Mbak Irene sudah meminta maaf dan menyadari kesalahannya saja sudah cukup. Bukankah kita keluarga? Mungkin dengan ini hubungan kita semua akan semakin dekat dan Nenek pasti bahagia melihat cucunya akur dan damai.” Bella mencoba menjadi penengah agar hubungan kakak adik beda ibu tersebut kembali hangat.


"Terima kasih, Bella. Kamu memang baik hati, tidak jauh beda dengan Anna. Kamu memang yang lebih pantas dengan Alex,” sambung Axell.


Bella tersenyum melihat suaminya yang tampak masih belum menerima permintaan maaf Irene.“Ya sudah. Silahkan di minum.” Bella menawari minuman yang sudah di hidangkan Mbok Imah di meja.


“Iya, terima kasih.”


Ini adalah awal Alex dan sang adik, Axell rukun kembali serta memperbaiki hubungan keluar yang dulu renggang. Irene juga sudah menyadari semua kesalahannya di masa lalu, Kini ia hanya ingin menjadi istri yang lebih baik bagi Axell dan memperbaiki hubungannya dengan mantan suaminya, Alex. Sebagai saudara.


Disisi lain Arya tengah sibuk kembali bekerja dan untuk urusan anak ia serahkan dengan baby sisternya. Akan tetapi ia juga selalu menyempatkan waktu untuk bersama sang Anak. perlahan ia melupakan Bella dan fokus dengan kehidupannya bersama anak kembarnya.

__ADS_1


Arya juga tidak mau ikut campur dengan urusan rumah tangga orang tuanya, biarlah Abi sendiri yang menyelesaikan permasalahannya jika suatu saat nanti sang Mama mengetahui, jika Abi menikahi sekertaris yang sudah berlangsung 11 tahun dan memiliki anak perempuan berusia 10 tahun.


“Permisi, tuan.” salam seorang gadis di ambang pintu ruangan Arya.


“Masuk!”


Gadis tersebut masuk lalu meletakkan minuman yang di minta Arya.“ Maaf tuan, ini minumannya,” ucap gadis tersebut.


Arya melihat sekilas gadis tersebut lalu mengerutkan keningnya, karena baru pertama kali melihat gadis tersebut bekerja di kantornya.


“Kamu OG baru?” tanya Arya datar.


“Maaf tuan, Iya! Saya OG baru. Baru dua hari bekerja disini.”


“Oh! Ya sudah. Terima kasih.” Arya sekilas melihat wajah dan nama gadis tersebut di kartu pengenalnya lalu melanjutkan pekerjaannya.


“Permisi tuan,” pamit Gadis itu lalu ia keluar dari ruangan Arya.


“Kemala,” gumam Arya menyebut nama OG baru tersebut lalu tersenyum tipis.


“Arya!” Suara sang Papa tiba-tiba mengangetkan dirinya.


“Apa Pa? Bisa, kan sebelum masuk ketuk pintu dulu. Aku kaget!”


“Halah, tumben kaget. Kayak Mak-mak! Oh iya ini. tanda tangan dulu. Berkasnya mau papa bawa ke paman kamu.”


Arya menarik berkas tersebut lalu memandanginya.“ Sudah, Oh iya Pa. Mama sakit, tolong papa pulang dulu.” Arya sekilas melihat Abi yang duduk santai di kursi di sebrang mejanya.


“Iya, Papa nanti pulang. Kebetulan adik kamu juga sudah sembuh sakitnya, kalina juga sudah masuk bekerja.”


“Dia sekertaris papa. Tidak dak ada urusan dengan pekerjaanku,” balas Arya datar.


“Papa bingung, Arya. Kalina hamil lagi!”


Sontak Arya tertawa melihat sang Papa.“ masih produksi itu burung?” Abi masih tertawa sampai terpingkal-pingkal. pasalnya sang Papa sudah 60 tahun lebih masih bisa membuat Kalina hamil lagi.


“Brengsek! Itu adik kamu!”


“Aku tidak meminta adik. Papa pusing? Tapi begitu gak buat pusing, kan. Sudah Pa. Aku tidak mau terlibat dengan urusan Papa. Papa berdoa saja semoga Mama tidak tahu dan berdoa agar tidak kena karma. Dan jika suatu saat Mama tahu, dan terjadi sesuatu pada Mama. Aku orang yang pertama menghajar Papa.”


"Dasar Anak durhaka. Bukannya memberikan solusi malah ngeledek dan mengancam!” Abi menepuk kepala Arya dengan Map.


“Terserah Papa! Aku tidak ikutan. Yang jelas Aku tidak mau terjadi sesuatu pada Mama?” Arya kemudian berdiri sambil membawa berkas yang akan ia serahkan pada Pamannya, yang notabene pemilik perusahaan sekaligus CEO Wijaya Grup.


***

__ADS_1


TAMAT



__ADS_2