DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 57 TERBAYANG


__ADS_3

Bella begitu syok saat mengetahui berita tentang meninggalnya Anna di media elektronik. Ia terduduk dan membayangkan Alex dan putrinya sendirian. Ingin rasanya menangis memeluk Alex dan putrinya. Tetapi ia hanya bisa diam dan langsung meletakkan ponselnya di meja.


Bella berusaha mengalihkan pikirannya dengan cara melihat wajah suaminya yang sedang tidur di sampingnya. Agar tidak memikirkan Alex Bella menjali Arya dengan cara naik di atas perutnya.


“Astaga sayang!” pekik Arya membalas pelukan Bella yang kini di atasnya. Bella hanya tertawa kecil


"Mau?” tanya Arya.


"Gak! Cuma mau kayak Reyhan saja. Rayhan kan suka tidur di dada kamu. Aku juga mau tau rasanya.“


"Gombal, bilang aja kalau mau!”


"Gak, Mas! Kali ini aku benar-benar capek. tamu yang datang begitu banyak. Aku saja belum hafal nama-nama keluarga Mas.”


"Nanti juga hafal sendiri. Oh ya, Reyhan sudah di buatkan susu?”


“Sudah, tadi langsung di ambil Mbak Tasya sama Mama.”


"Jadi kita hanya berdua?”


"Mas, gak usah kode-kodean. Aku benar-benar capek!” Bella turun dari atas perut Arya dan berbaring di sampingnya.


"Ya sudah kita tidur!” Akhirnya mereka pun tidur sampai pagi.


Pagi harinya. Bella bangun lebih dulu dan menjemput Reyhan di kamar Utari.


"Pagi Ma!” sapa Bella saat Utari membuka pintu kamarnya.


"Pagi sayang! Mau jemput Reyhan ya?”


“Iya, Ma.”


"Tapi Reyhan masih tidur sama Opanya. itu lihat.”


Bella sekilas melihat ke dalam, rupanya Reyhan tidur di pelukan Abi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Ma. Biar Reyhan sama saya. Satu malam tidak di susu rasanya sakit.” Bella sekilas memegang dadanya.


"Memang bayi besar gak nyusu?” Utari dan Bella tertawa kecil.


"Mama bisa saja. Itu lain cerita Ma.”


Utari mengambil Reyhan yang masih tidur kemudian memberikannya pada Bella.


"Sayang, Anak Ibu!” Bella menggendong Reyhan lalu mencium pipinya dengan gemas.


"Terima kasih, Ma. Saya ke kamar dulu!”


"Iya!” Utari tersenyum.


Bella kembali ke kamarnya, setelah itu ia membaringkan Reyhan dan menyusuinya.


"Bagaimana keadaan Papamu, Nak. Pasti repot mengurus adikmu sendirian.” Bella membayangkan bagaimana Alex tanpa Anna dan harus mengurus anaknya sendirian. Ia tahu bagaimana rasanya mengurus anak seorang diri. Tetapi untuk hal ini ia tidak bisa membenci mantan suaminya yang sudah melatarkan dirinya.


"Abang! Semoga semua baik-baik saja. Walau aku tahu semua itu berat,” batin Bella lagi sambil memejamkan mata.


Arya membuka matanya melihat Bella dan Reyhan. Arya kemudian mencium kepala Reyhan dan menyembunyikan wajahnya di punggung anak yang belum genap 2 tahun itu.


"Sayang!"Panggil Arya.


"Hm!”


"Reyhan di sapih saja!”


“Mas saja gak mau di sapih!“


Arya tertawa sampai Reyhan terbangun membuka matanya dan melihat tangan sang papa yang memegang gunung kembar sang Mama. Reyhan menarik yang Arya. kemudian bangkit melihat Arya.


"Hai anak Papa, sudah kenyang?”


’Puk’ Reyhan menepuk wajah Arya, Reyhan tidak suka tangan Papa nakal. Reyhan mengoceh membuat gelak tawa Bella.

__ADS_1


“Haduh! Sakit, Nak. Masak Papa gak boleh minta?”


"Sudah, Reyhan sama Papa dulu ya. Ibu mau siapkan baju kamu dan Papa.” Bella mengikat piyama tipisnya lalu menyiapkan baju anak dan suaminya.


Setelah selesai menyiapkan keperluan suamia dan anaknya. Bella mengambil ponselnya melihat notifikasi pesan masuk. Bella membacanya rupanya pesan itu dari Alex.


"Maaf, Bella. Abang mengganggu waktunya sebentar. Ara tiba-tiba badannya panas, Apa yang harus Abang lakukan!” begitu isi pesan dari Alex


“Kompres pakai air hangat dan berikan obat penurun panas sesuai takaran usianya, ada di botolnya. Jangan di selimuti agar hawa panasnya keluar. Kalau masih panas bawa saja ke rumah sakit. Semoga lekas sembuh.” Begitu lah balasan pesan Bella untuk Alex.


Bella tidak lagi membalas pesannya saat Alex mengucapkan terima kasih. Bella meletakkan ponselnya lalu menghampiri Suami dan Reyhan yang masih bercanda di tempat tidur.


"Mas, Reyhan biar aku mandikan dulu!”


"Tidak usah! Biar aku yang memandikannya.” Arya bangkit dan mengajak Reyhan ke kamar mandi. Anak dan papa sambung itu mandi bersama.


Bella membuatkan kopi untuk Arya, Namun Ingatannya sedang membuat kopi untuk Alex. Dari takaran kopi dan gula ia samakan saat membuat kopi untuk mantan suaminya. Ia juga teringat masakan kesukaan Alex.


"Kenapa aku memikirkan dia? Ayo dong Bella lupakan. kamu istri orang lain.” Bella menghela nafas panjang lalu menyiapkan susu untuk putranya.


Disisi lain Alex tampak bingung dengan anaknya yang terus menangi memanggil Mamanya. Tetapi ia bersyukur panasnya sudah mulai turun. Ia hanya membiarkan anaknya terus menangis di gendongannya sambil ia berusaha menenangkan sang putri.


Baby sister dan Asisten rumah tangganya pun ikut bingung tidak tahu harus berbuat apa. Ara, sang tidak mau di ajak oleh siapapun. Nenek yang sudah tua pun tidak bisa berbuat banyak dan hanya berharap Bella bisa kembali pada Alex.


"Aku berharap sebelum aku meninggal, Bella kembali pada Alex, Nia!” ujar nenek pada Asisten rumah tangga Alex.


"Nek ... itu tidak mungkin, Non Bella kan sudah menikah dan mempunyai suami baru. Itu tidak mungkin, Nek!” balas Nia lembut.


"Tidak ada yang tidak mungkin, Nia. pemeran utama di kisah cinta ini adalah Alex dan Bella. Hanya satu kesalahan Alex yaitu meragukan Anak dari Bella hingga menyebabkan Alex mengucap talak pada cucu menantu itu. Nenek hanya berharap boleh, kan Nia!”


"Iya, Nek! Boleh. Semoga takdir masih berpihak pada mereka, Nek. Kasihan Ara dan tuan Alex,” balas Nia. Nenek tersenyum tipis sambil melihat Alex menimang Ara.


Alex berhasil menidurkan Ara. Ia meletakkannya di atas tempat tidur dan menyelimutinya dengan baju Ana yang tidak di cuci. Alex ikut berbaring di samping Ara sambil mengusap lembut rambutnya.


"Na! aku sudah janji padamu tidak meninggalkan dirimu selamanya. Tapi kenapa kamu justru pergi dariku dan putri kuta untuk selamanya. Apa aku terlalu jahat ya, Na sama kamu? Terus kalau sudah seperti ini siapa yang akan mendukungku berkarir dan membesarkan anak kita. Aku akan penuhi janjiku untuk terus menjaga Ara sampai ia dewasa.” Tanpa terasa air mata Alex melelah mengingat kenangan bersama Anna.

__ADS_1


Nenek mendekati Alex dan melihat putranya dengan prihatin. Alex seperti tidak terurus.


"Lex. Kamu makan dulu sana. Biar Ara di jaga Mbaknya. Kamu juga jaga kesehatan, biar gak sakit. Kalau kamu sakit, Ara siapa yang mengurusnya dan kamu juga banyak pekerjaan, kan!” ujar Nenek pada Alex . Nenek begitu khawatir dengan kondisi cucunya itu.


__ADS_2