DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 28 HANYA MEMBANTUMU


__ADS_3

Setelah mengendap-endap membututi Bella Wahyu kembali ke mobil. Ia duduk di kursi kemudi. Ia juga berfikir bagaimana cara memberitahu Alex. Tetapi melihat raut wajah sedih Bella yang tidak ingin bertemu Alex pun ia merasa kasihan. pasti Bella sudah sangat sakti hati pada Alex.


Wahyu akhirnya memutuskan untuk membelikan vitamin Bella dan membeli beberapa makanan. Ia tahu Bella pasti tidak mempunyai cukup makanan.


Setelah membelikan vitamin dan makanan Wahyu kembali mendatangi rumah Bella. Beberapa kali Wahyu mengetuk pintu, Namun tidak ada jawaban. Akhirnya Wahyu memberanikan diri untuk membuka pintunya, rupanya pintunya tidak di kunci. Betapa cerobohnya Wanita malang Itu


“Bella, Bell...,” Panggilnya melihat sekeliling ruang tamu yang begitu sempit. Wahyu meletakkan barang bawaannya untuk Bella di lantai, karena memang tidak ada perabotan satu pun.


Wahyu lalu menuju kamarnya dan melihat Bella sedang tidur beralaskan kasur tipis dan bantalnya menggunakan tas miliknya.


“Ya, Tuhan,” gumam Wahyu lalu menghampiri Bella.


Wahyu tidak tega melihat kondisi memperhatikan Bella, Wahyu membuka jaketnya untuk menutupi kakinya.


Wahyu keluar dari kamar Bella dan duduk di lantai menunggu Bella bangun.


“Kau memang hebat Lex, dalam hal apapun. Tapi kau tidak tahu dampaknya. Kau memang harus di beri pelajaran. Aku tahu cintamu hanya untuk Irene, tapi kau juga tidak bisa lepas dari Anna. Karena Anna yang bisa menerima kekuranganmu. Sedang Bella kau nikahi atas dasar kasihan,” batin Wahyu lalu melihat sekilas Bella dari luar.


Satu jam Wahyu menunggu Bella bangun sampai ia pun ketiduran. Bella merasa lebih baik, ia pun bangun dan mendapati jaket yang tidak asing menutupi kakinya.


Bella bergegas keluar dan mendapati Wahyu tidur dengan posisi duduk.


“Dokter Wahyu!” batinnya. Bella bergegas masuk kedalam kamar dan membereskan barang-barangnya. Ia ingin pergi meninggalkan Wahyu. Bella takut Wahyu sudah memberitahu Alex.


Bella berjalan perlahan menuju pintu keluar. Namun sebelum benar-benar keluar tangannya sudah di tarik Wahyu.


“Kamu mau kemana?”


“Lepaskan dok! Saya mau pergi. Dokter pasti sudah memberitahu keberadaanku sama Abang, Kan?”


“Kau salah! Aku datang justru ingin membantumu. Aku tahu kamu pasti kecewa sama Alex, tapi kau juga harus memikirkan kandunganmu.” Wahyu menarik lembut Bella agar masuk lagi kedalam.


“Dengar! Tempat ini tidak aman bagimu. di sini sering terjadi banjir Kalau musim hujan. Aku akan menolong kamu, tapi kau harus ikut denganku.”


Bella menggeleng. " Tidak dok. Saya tidak mau. Nanti dokter pasti memberitahu Bang Alex. Gak dok, saya tidak mau.”


“Percaya padaku! Aku janji tidak akan memberitahu suami kamu.” Wahyu memegang kedua pundak Bella dan berusaha menyakinkan Bella.


“Kamu juga harus pikirkan kandungan, kamu. Disini tidak Aman. Ikut denganku. Aku akan memberikan tempat tinggal buat kamu. Apartemenku masih ada yang kosong dan lokasinya jauh dari rumah Anna dan kantor suami kamu. Saya jamin kamu akan aman dalam persembunyianmu.”


“Dimana?”

__ADS_1


“Di luar kota. Di pinggir kota.”


“Tapi saya butuh pekerjaan, dok untuk kelangsungan hidup saya.”


“Itu gampang. Saya banyak kenalan di luar pertemanan Alex. Kamu mempunyai basic apa?”


“Mengajar anak TK.”


“Baiklah. Tapi sekarang kamu ikut aku.”


“Beneran, Kan dok. Dokter gak kasih tau Abang!”


Wahyu menghela nafas panjang lalu mengusap wajahnya. Rupanya wanita di depannya ini begitu hati-hati dan mempunyai ketakutan sendiri.


“Iya, Janji!” Wahyu memberikan jari kelingkingnya, Bella ragu untuk membalas mengaitkan jari kelingkingnya. Bella tersenyum tanda terima kasih.


“Loh ... ada tamu?” suara seseorang terdengar di ambang pintu.


“Ibu! Maaf Bu, ini....”


“Suaminya ya, katanya kerja di luar negeri. Sudah pulang? Aduh ... Mas jangan di tinggal istrinya. kasihan lagi hamil,” potong Ibu pemilik kontrakan mengira Wahyu suami Bella. Wahyu hanya tersenyum canggung begitu juga Bella.


“Iya, Bu. Ini saya jemput. Mau saya ajak ke luar negeri. Kemarin itu saya mengurusi surat-suratnya dia di sana.”


“Iya, Bu. Sekalian kami pamit, saya sangat berterima kasih sama Ibu sudah memberikan tempat tinggal.”


“Oh iya, tapi uang sewa tidak bisa di kembalikan ya. Sudah peraturannya begitu.”


“Iya, Bu tidak apa-apa. Kalau begitu kami pamit.”


“Sebentar!” potong Bella lalu ia kembali ke kamar untuk mengambil jaket milik Wahyu. Wahyu pun mengambil makanan dan vitaminnya yang ia bawa tadi.


“Mari, Bu.!”


“Iya. hati-hati ya kalian.”


Wahyu dan Bella keluar dari rumah kontrakan tersebut.


“Bilang saja kemarin itu kalian lagi berantem! istrinya pergi terus di cari, eh ... ketemunya disini. Dasar pasangan muda sekarang,” gumam pemilik kontrakan yang sudah tahu jika pasangan muda jaman sekarang penuh drama.


“Untung saja cari kontrakan disini, di jagain sama warga sini. Tapi tadinya kalau janda, aku gak terima. Bisa-bisa bapak disini pada genit.” Si ibu pun menjadi kesal sendiri dengan ucapannya sendiri.

__ADS_1


Wahyu membukakan pintu mobilnya. Bella masih tampak ragu untuk ikut dengan Wahyu.


“Bella ayo masuk. Nanti ada orang suruhan Alex melihat kamu.”


“Hah!” Bella cepat-cepat masuk kedalam mobil. Wahyu hanya menggeleng, tidak menyangka Bella seperti orang trauma mendengar nama Alex.


Wahyu malajukan mobilnya menuju rumahnya lebih dulu.


“Bella, kamu ikut dulu ke rumahku ya. Kamu istirahat dulu. Besok pagi baru kita berangkat. saya juga harus pastikan kandungan kamu baik-baik saja.


“Istri dokter, Bagaimana?”


“Saya duda. Istriku meninggal setelah dua tahun menikah.”


"Sakit, dok?”


Wahyu hanya mengangguk dan tidak bercerita sakit apa sang istri.


“Oh, maaf ya, dok. Tapi saya kok enak ya, dok.”


“Tidak apa-apa. Saya hanya membantu kamu.”


Bella tersenyum tipis, akhirnya ia bisa pergi jauh dari sang suami. Dalam hatinya yang paling dalam ia tidak ingin pergi dari hidup sang suami, sebab hatinya juga tidak bisa berbohong jika sudah jatuh hati dengan Alex.


Akan tetapi jika mengingat lagi kebohongan Alex, hatinya begitu sakit.


Tak lama Mereka sampai, Wahyu turun di ikuti Bella. Bella melihat by sekeliling rumah Wahyu yang ternyata terdapat ke Kelinik kandungan. Rupanya ia juga membuka praktek di rumahnya.


"Ayo masuk. Gak usah sukan. di rumahku banyak orang. ada beberapa suster yang bekerja di klinik dan beberapa orang asisten rumah tangga.”


Bella mengikuti langkah Wahyu masuk ke dalam rumahnya melalui pintu samping. Sebab pintu rumah utamanya di jadikan pintu masuk Keliniknya.


“Bibi!” seru Wahyu.


“Iya, dok!” balas sang asisten rumah tangganya sambil berlari kecile menghampiri sang majikan.


“Iya, dok?“


“Tolong siapkan kamar tamu dan siap juga makan malam. Ini kue tolong siapkan untuk Nona Bella.”


“Wah...! cantik sekali dok. Calon istri dokter ya. eh kok udah hamil?”

__ADS_1


“Bibi ... ini Nona Bella teman saya. Iya dia lagi hamil anak suaminya, tapi suaminya saat ini sedang kerja di luar negri. Sementara dia nginep disini.”


“Oh,. begitu ya, dok.”


__ADS_2