DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 59 KUNJUNGAN TERAKHIR


__ADS_3

Alex kali ini sudah memberanikan diri untuk menemui Reyhan di Surabaya. Tak lupa sang putri, Ara. serta Baby sister Ara. Alex datang ke rumah Arya dengan perasaan campur aduk, takut Bella mengenang masa lalu bersamanya dan ia juga takut Arya cemburu. Tapi bagaimanapun ia harus menemui Putranya agar sang putra tahu jika ia ayah kandungnya. Arya juga sering memperlihatkan Foto Alex pada Reyhan agar Reyhan tahu bahwa ia mempunyai papa kandung.


"Selamat Datang Lex! Silahkan masuk!” ajak Arya saat menyambut Alex di depan rumah sambil menggendong Reyhan.


"Terima kasih, Arya!”


"Hai? Itu papa Alex. Mau ikut Papa Alex?” ujar Arya pada Reyhan. Reyhan melihat Alex lebih dulu. memastikan apa benar wajah didepan itu sama dengan yang sering di tunjukkan Arya padanya.


"Pa-pa yek!” balas Reyhan dengan suara cedalnya.


"Iya, Sayang! Ini Papa Alex." Arya tersenyum melihat Reyhan yang langsung mau di gendong Alex.


Alex memeluk Reyhan dan meneteskan air mata. Akhirnya ia bisa memeluk putranya kembali setelah beberapa bulan lamanya.


"Reyhan, putraku?” batin Alex madih memeluk Reyhan.


“Siapa yang datang, Mas!” tanya Bella yang belum mengetahui jika yang datang adalah Alex.


Bella terdiam saat melihat Alex tengah menggendong putranya di teras. Ia sedikit canggung berhadapan dengan Alex lagi. ia hanya tersenyum tipis.


“Silakan masuk. Bang!” Bella mempersilahkan Alex masuk. Alex masuk sambil menggendong Arya di ikuti baby sitter.


"Iya! Terima kasih."Alex sekilas melihat Bella yang kini penampilannya sudah berbeda, jauh lebih baik dan santun dan perutnya sedikit membuncit. Alex menduga Bella tengah hamil anak Arya dan memang kenyataannya.


"Em ... ini Ara, Bang?” tanya Bella melihat Ara di gendongan baby sister.


"Iya. Abang sengaja membawanya. Biar Ara juga tahu punya Kakak.” Alex duduk di sofa dan sekilas pandangannya melihat isi rumah Arya yang banyak barang mewah serta ruangannya yang begitu besar. Terlihat banyak pekerja yang lalu lalang di rumahnya.


"Ara ... Mau ikut Tante Bella?” Bella mendekati Ara dan Ara pun mau di gendong. Ara melihat wajah Bella lalu memeluknya. Mungkin Ara merindukan Mamanya.


Alex menunduk, andai saja Bella masih istrinya, Ara pasti tidak akan kehilangan kasih sayang seorang ibu.


"Sepertinya Ara kecapean sayang! kamu bawa dulu saja istirahat di kamar Reyhan,” ujar Arya melihat Ara begitu lesu berada di gendongan Bella.


"Iya, Bang, aku tinggal dulu ya. Ara biar sama aku saja. Reyhan sama Papa Alex dulu ya Nak!”

__ADS_1


"Pa-pa yek!” Suara menggemaskan itu membuat gelak tawa.


Bella dan Alex saling dan tersenyum tipis karena tidak tau harus berbicara apa. Terlebih ada Arya, sang suami.


Bella menunju kamar Reyhan bersama baby sister Ara. Bella menyuruh Baby sister Ara untuk istirahat di bad yang lain sedangkan Ara di tempat tidur Reyhan. Bella memegangi botol susu Ara dan melihat Ara memejamkan mata sambil minum susu dari dotnya.


"Ara! Kamu juga putriku sayang! Mamamu dulu begitu baik sama Tante! kamu yang kuat ya, Nak. Kamu pasti seperti Mamamu,” lirih Bella mengusap pipi Ara.


Disisi lain Arya dan Alex sedang mengobrol tentang perkembangan Reyhan serta berbicara tentang bisnis dan hal lainnya masalah percintaan Alex. Namun tak semua Alex jawab sebab ia juga membatasi diri dari wanita semenjak kematian Anna.


Bella keluar setelah Ara tertidur. lalu ia ke dapur untuk melihat asistennya memasak. Saat asistennya hendak memberikan garam di masakannya, Bella menahan tangan asistennya.


"Mbak, Ayam kecapnya jangan terlalu banyak garam ya, penyedapnya ganti gula, tapi sedikit saja.”


"Tapi Nyonya, Tuan Arya kan suka gurih dan asin!”


"Iya, saya tahu. Tapi ada tamu yang tidak begitu suka asin. Sini biar saya saja!” Bella mengambil garam dari tangan asistennya lalu mengambil alih masakannya. Asistennya menatapnya heran.


"Mbak siapkan saja mejanya,” titah Bella sambil mengaduk masakan ayamnya.


Bella menyiapkan makan siang, tak lupa ia juga membuat jus jeruk untuk Alex dan sang Anak. Sebab mereka berdua suka sekali jus jeruk. Tak lupa ia juga membuatkan jus Alpukat untuk sang suami dan untuk dirinya sendiri.


“Sayang! Sudah selesai masaknya?” tanya Arya. Bella sekilas melihat Arya sambil menyusun gelas di meja makan.


"Sudah Mas. Ya sudah ayo Makan. Abang Mana?”


"Ayo Lex, kita makan dulu. Reyhan juga makan sama mbak dulu ya. Narti!” panggil Arya pada Baby sister Reyhan. Alex duduk di kursi sambil sekilas melihat Bella sedang mengambil nasi untuk Arya.


“ Ya tuan?” Narti datang sambil membawa makan siang Reyhan.


"Reyhan kamu suapi dulu ya. setelah itu kalian semua juga makan. Jangan lupa Baby sisternya Ara di kamar Reyhan di ajak makan ya!”


"Baik tuan!” Narti kemudian mengambil Reyhan dari gendongan Arya.


"Mas, ini!” ujar Bella memberitahu Arya nasinya sudah ia ambilkan.

__ADS_1


"Terima kasih sayang! Ayo Lex, makan! Tidak usah sungkan.”


Alex tersenyum tipis lalu mengambil Nasinya sendiri. Ada rasa yang lain saat Bella mengambilkan Arya nasi sedangkan ia mengambil sendiri. Ia hanya bisa tersenyum tipis dalam hati jika orang di hadapannya dulu pernah melayaninya, kini ia hanya bisa menyaksikan Bella melayani suami barunya.


Alex mulai mengambil ayam kecapnya dan juga tumis kangkungnya begitu juga Arya. Tak lama Bella juga ikut makan.


“Sayang! Ini tumben kurang pas rasanya. Asinnya kurang, kangkungnya juga!” protes Arya .


"Oh! Duh Maaf Mas. Mungkin aku kurang kasih garamnya. Sebentar aku ambilkan garam di dapur.” Bella beranjak dari duduknya untuk mengambil garam di dapur dan sekilas melihat Alex.


Alex terus menyantap makanannya dengan lahap karena memang masakan Bella tidak pernah berubah di lidahnya.


"Ini Mas, garamnya. Maaf ya Mas!” ucap Bella sambil meletakkan garam di meja di dekat Arya.


"Iya tidak apa-apa Sayang. Aku mengerti.” Arya sekilas melihat Alex yang begitu lahap. Ia baru teringat selera Alex tidak begitu suka makanan terlalu gurih dan Bella tau itu. Sudah pasti Bella sendiri yang mengurangi garamnya.


Arya juga melihat jus Alex yang berbeda dengan miliknya. Ia hanya tersenyum walau sebenarnya ia cemburu, istrinya masih perhatian dengan mantan suaminya. Tetapi ia masih bisa menguasai dirinya.


Alex juga tau Arya cemburu karena terlihat dari raut wajahnya. Sepertinya kedatangan untuk melihat Reyhan terlalu cepat.


"Mungkin ini kunjunganku terakhir disini. Saya dan Ara mau pindah ke luar negri!” bohong Alex. Ia sengaja mengucapkan kata itu karena tidak ingin menjadi menyebab Bella dan Arya bertengkar nantinya.


"Terakhir? Jadi kamu sekalian pamit sama Reyhan?” tanya Arya.


"Iya! Maafkan aku. Aku titip Reyhan dalam pengawasan dan kasih sayangmu dan seperti biasa tangung jawabku tidak pernah lupa setiap bulannya.”


"Tapi kenapa pindah, Bang?” tanya Bella penasaran.


"Ada sedikit pekerjaan di Selandia baru!”


Bella terdiam lalu melanjutkan makannya. Ia tidak lagi bertanya karena takut dengan tatapan Arya.


Alex sekilas melihat Arya yang menatap Bella. Bella terus melanjutkan makannya tetapi pikirannya entah kemana.


"Ya Tuhan! Ayo dong Bella kamu udah janji tidak ada rasa itu untuk mantan suami kamu! untuk apa kamu sedih kalau mantan suami kamu mau pindah ke luar negri. Udahlah biarkan saja!” batin Bella merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2