DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 78 MEMBIASAKAN DIRIMU TANPAKU


__ADS_3

Pada akhirnya Arya rujuk dengan Laura dan menikahinya secara sah, Sebab ia juga harus menjaga nama baik keluarga besarnya. Bella pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pada yang kuasa. Semakin hari Bella semakin menjadi pendiam bahkan saat ini ia tidak lagi menggunakan jasa Narti untuk mengurus anaknya. Sudah cukup hinaan orang tua suaminya yang selalu mengatakan dirinya dan anaknya hanya beban suaminya. Jadi ia memutuskan untuk mengurus anaknya sendiri, bahkan baju dan barang pribadinya ia bawa semua ke kamar Reyhan, untuk mencuci saja, Bella mencuci baju sendiri dan juga baju anaknya. Ia mencucinya di kamar mandi milik sang anak sebelum berangkat ke sekolah dan ia lakukan pagi-pagi sekali tanpa ada yang tau. Ia melakukan itu semenjak Laura dan kedua anaknya di bawa pulang Arya ke rumah.


Keseharian Bella saat ini hanya mengajar sambil mengurus Reyhan di sekolah maupun di rumah. Bella juga tidak ikut campur jika Laura ingin memasak atau melayani Arya apapun itu. Bella lebih sering tidur bersama Reyhan daripada tidur di kamar utamanya yang saat ini hanya di tempati Arya. Sementara Laura menempati lantai atas bersama kedua anaknya dan baby sitternya.


Saat ini mereka semua sedang makan malam bersama dalam satu meja, Bella sudah tidak lagi melayani Arya karena semua di ambil alih Laura. Bella hanya diam dan makan makanannya sambil menyuapi Reyhan.


"Ma, Papa Arya sekarang kenapa jarang main sama Reyhan. Papa lebih sering di lantai atas?” tanya Reyhan tiba-tiba pada Bella. Bella tersenyum lalu menyuapi Reyhan.


"Papa di atas sedang mengerjakan pekerjaannya sayang. pekerjaan Papa banyak,” jawab lembut Bella memberikan alasan. Arya sering ke atas karena bermain dengan anak sendiri.


“Terus, Mbak Narti kenapa juga sering di atas?” tanya Reyhan lagi yang tidak tahu jika Narti, mbak yang ia sayang sudah tidak menjaganya, melainkan menjaga Zidan.


"Mbak Narti, kan jaga Adek Zidan. kalau Reyhan, kan sudah besar jadi main sendiri ya!”


"Reyhan mau sama Mbak Narti, Ma!”


Bella menghela nafas panjang mencoba memberi pengertian pada sang anak agar tidak lagi bertanya tentang Narti yang sudah tidak menjaganya.


"Sayang. Kamu sudah besar. Kalau butuh teman main, Kan ada Ibu. Ibu sudah tidak sibuk seperti dulu sayang, ” jelas Bella sambil mengingat jika dulu ia sibuk mengurusi Arya dan keperluannya, tetapi saat ini ia tidak begitu sibuk karena tugasnya sudah di ambil alih Laura.


“Iya, Ma. Nanti main sama Mama saja.”

__ADS_1


Arya juga merasa bersalah mendengar celotehan Reyhan. Arya melihat Bella yang sekarang berubah dingin padanya. Tidak pernah lagi mau melayaninya seperti menyiapkan baju, mengambilkan makanan serta membuatkan kopi bahkan urusan ranjang pun Bella sudah absen melayaninya


Bella juga sudah berulang kali meminta cerai, akan tetapi Arya tidak mau menceraikannya. Sedangkan Laura bersikap santai karena keinginannya sudah tercapai terlebih yang menguatkan dan membuat Laura percaya diri adalah adanya anak-anak.


"Ya sudah, sekarang tinggal satu suap lagi. Setelah ini ke kamar ya. Kita belajar baru main, ya.”


Reyhan mengangguk patuh lalu menerima suapan terakhirnya kemudian Reyhan minum sendiri.


"Mama, terima kasih. Mama terbaik.” Reyhan mengecup pipi Bella kemudian ia berlari ke kamarnya.


Bella secepatnya menghabiskan makanannya lalu membereskan piringnya dan piring Reyhan.


"Nanti bisa temani aku tidur?” tanya Arya.


Bella sekilas melihat Laura yang juga melihatnya.“ Maaf Mas, mungkin malam ini tidak bisa. Aku harus mengajari Reyhan belajar dan menemaninya tidur. Sekarang dia tidak ada teman di rumah ini. Biasanya sama Narti, kan. Sekarang ada istri Mas yang lain. Aku lihat Mas belum tidur bersamanya di kamar utama.” Bella dengan pelan melepaskan tangan Arya lalu menuju ke belakang.


Bella mencuci piringnya sendiri sambil berlinang air mata. Bibi yang melihatnya hanya mengusap dadanya dan juga ikut menangis melihat dan merasakan sakit sang Nyonya. Satu Minggu Bibi melihat Bella selalu bertengkar dengan Arya hanya karena meminta cerai tetapi Arya tidak mau menceraikannya. Hingga Akhirnya Bella menyerah dan pasrah.


Sementara itu Laura tertawa kecil melihat Arya.“ Arya, Arya. Aku kan istrimu juga. Kenapa gak minta sama aku saja. kita sudah dua Minggu tinggal satu atap, tapi kamu belum menyentuhku. Hayo loh, jangan lalai dengan kewajibanmu memberikan nafkah batin padaku. Tenang saja ... aku masih bisa memuaskan hasratmu yang menggebu itu. walau aku lebih tua dari Bella tapi aku masih seperti yang dulu. Kamu suka aku pakai lingerie warna merah, kan. Tenang sudah aku siapkan.” Laura mengusap paha Arya dan sedikit menggigit telinganya. Namun Arya hanya diam dan masih memikirkan Bella.


Bella berjalan santai melewati mereka menuju kamar sang anak. Sesampainya di kamar, Bella mengunci pintunya dan menangis tanpa suara di balik pintu.

__ADS_1


Reyhan yang melihat sang Mama menangis pun mendekatinya. "Mama kenapa menangis?” tanya Reyhan dengan polosnya.


“Tidak apa-apa, Nak. Oh iya. Ibu kan selalu bilang, panggil Ibu dengan sebutan Ibu, kenapa Mama terus sih sayang?” tanya Bella sambil mengusap air matanya.


"Ikut adek Ara. Oh iya, Ma. Kenapa Tante Laura ada di sini?”


"Dengar sayang. Tante Laura juga istri Papa Arya, kamu harus sopan ya sama Tante laura.”


“Ma, kenapa Papa Alex gak punya istri. Kenapa Papa Arya punya dua istri. Mama sama papa Alex saja, biar papa Alex punya istri."


Bella tertawa kecil mendengar celotehan Reyhan." Tidak sayang. Mama kan istri papa Arya. berdoa saja semoga Papa Alex punya istri yang baik, yang bisa menjaga adek Ara. hem. sekarang ayo kerjakan tugas sekolahnya terus bobok ya.”


Bella mengajari sang anak mengerjakan tugas sekolah lalu membaca cerita setelah itu membantu anaknya menggosok gigi sebelum tidur. Setelah melakukan itu semua Bella menidurkan sang anak sambil membacakan buku cerita hingga Reyhan tertidur pulas.


Melihat Reyhan tertidur ia pun membereskan buku-buku sang anak lalu ia keluar untuk mengambil baju seragamnya dan juga seragam sekolah sang anak serta baju miliknya yang lain, yang ada di ruangan gosok baju. Saat hendak melewati ruang keluarga di dekat kamar utama, rupanya lampu tiba-tiba mati dan terdengar rintihan Laura. Bella berhenti sejenak lalu melihat ke arah kamarnya dahulu bersama Arya.


Saat pintu kamar tersebut terbuka terlihat Laura mendorong Arya sambil berciuman masuk kedalam kamar, terlihat tangan Arya juga begitu agresif menco melepas baju Laura. Bella tersenyum tipis sambil meneteskan air matanya.


"Semoga dengan ini kamu secepatnya menceraikanku Mas. Aku akan membiarkan dirimu terbiasa tanpaku. Dengan bersama Mbak Laura aku harap perlahan kamu akan melupakanku.” Sekali lagi Bella mengusap air matanya.


"Mulai besok aku akan mencari rumah kecil untuk tempat tinggalku nanti bersama Reyhan. Ada sedikit tabungan dari hasil kos-kosan. Reyhan maafkan Mama jika suatu saat nanti Mama memindahkanmu di sekolah biasa, Mama tidak sanggup jika harus membayar sekolahmu di sekolah Mahendra seorang diri. Papamu Alex juga masih merintis bisnisnya. Kita ngalah ya, Nak. biar Adek ara saja yang sekolah di Mahendra. Reyhan anak pinter, anak baik, pasti nanti ada jalan.” Bella melanjutkan langkahnya sambil membawa bajunya ke kamar dan menyusunnya sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2