DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 83 KEMARAHAN ALEX


__ADS_3

Tiga bulan berlalu, urusan perceraian Bella dan Arya pun sudah selesai dan masa Iddahnya juga sudah selesai Namun Arya belum memberikan akta cerai pada Bella. Baru saat ini Arya mempunyai waktu menemui Bella, di karenakan kesibukan Arya.


Bella menunggu Arya di sebuah restoran bersama Reyhan. Sebab surat pengadilan dan urusannya sudah selesai. Bella sengaja tidak mengambil surat akta cerainya karena ia harus menjaga sang anak dan menyerahkan semuanya pada Arya.


“Maaf, aku terlambat!“ seru orang yang di tunggu Bella dan Reyhan.


"Papa!” seru Reyhan langsung beranjak dari duduknya dan memeluk Arya.


Bella hanya diam tidak tahu harus berbuat apa melihat sang anak yang sangat merindukan sosok Ayah.


"Reyhan,” ucap sang Bella. Reyhan yang mendengar panggilan Mamanya pun langsung melepaskan pelukannya dari Arya. Reyhan menatap Bella lalu menunduk.


"Maaf, Ma,” lirih Reyhan memeluk kaki sang Mama.


"Maaf, Mas. Reyhan rindu dengan Papanya Alex.” Bella tersenyum tipis.


"Tidak apa-apa. Papa Arya juga Papa Kamu!”


"Tidak! Pa, eh ... om. Om Arya bukan lagi Papa Arya, karena om sudah berpisah dengan Mama, dan Mama kadang menangis kalau ingat Om,“ ujar Reyhan sedikit takut.


"Maafkan, Papa Arya sayang.” Arya hendak mengusap rambut Reyhan, Namun Reyhan langsung bersembunyi di belakang Bella.


Arya bersedih saat Reyhan sepertinya sudah tidak simpatik dengannya.“ Baiklah, ini akte cerainya. Maafkan aku,” Arya memberikan map tersebut pada Bella.


"Terima kasih, Mas. Maaf aku dan Reyhan langsung pulang, Permisi.”


"Bella, Boleh aku memeluk Reyhan untuk terakhir kali.”


Reyhan melihat sang Mama begitu juga Reyhan. Reyhan menggeleng dan terus memegangi tangan Mamanya.


"Mas, minta sendiri dengan Reyhan.”


"Reyhan, Boleh Papa memelukmu lagi?”


"Gak mau, Om. Gak Mau!”


"Maaf, Mas. Jangan memaksa Reyhan. Selamat tinggal. permisi.” Bella melangkah pergi sambil menggandeng Reyhan. Bohong jika ia tidak meneteskan air mata mengingat kenangannya bersama Arya.


"Mama, Jangan menangis lagi.” Reyhan sedikit menarik tangan Bella dan berhenti di halaman restoran. Bella berlutut menghadap Reyhan lalu memeluk putranya.


"Kita sudah tidak mempunyai siapapun, Nak! kita hanya berdua.”


Reyhan mengusap air mata Bella. “ Mama, Mama jangan menangis lagi ya, Reyhan janji akan terus bersama Mama. Melindungi Mama.”


"Bella, Reyhan!” panggil seseorang membuat keduanya menoleh..


"Papa Alex!” Sontak Reyhan berlari ke arah Alex, Alex pun langsung menggendong Reyhan dan memeluknya.

__ADS_1


Air mata Bella bertambah banyak saat melihat Alex dan Reyhan. Ada sesuatu yang ingin Bella sampaikan pada Alex. Alex melihat Bella yang menangis lalu menurunkan Reyhan dari gendongannya.


"Ibel,”


"Abang!” Alex pun langsung memeluk Bella. Bella menangis di pelukan Alex.


"Menangislah! Maafkan Abang. Abang baru tahu semuanya dari Tasya dan Narti. Kenapa kamu tidak menghubungi Abang!” Alex menakup kedua pipi Bella, Bella hanya bisa menangis meluapkan segalanya yang ada di hatinya.


Bagi Bella Selain Reyhan, hanya Alex tempat ia bisa mengadu. Karena Alex Ayah dari Anaknya.


"Ibel takut mengganggu Abang.”


"Abang tidak merasa di ganggu, sayang.”


Tiba-tiba Alex melihat Arya keluar dari restoran. Alex pun langsung melepaskan pelukannya dan menghampiri Arya. Arya terdiam saat melihat Alex dengan marah menghampirinya. Kemarahan Alex sangat di maklumi Arya, karena semua juga salahnya.


'Bukkk!’ Alex menghajar Arya membuat Reyhan ketakutan. Banyak orang yang berbondong-bondong melihat keributan mereka.


"Mama, Reyhan takut!” seru Reyhan menangis mendekap Bella.


"Jangan takut sayang, Diam disini!”


Bella menghampiri Alex dan Arya.“ Stop Bang!” Bella menarik Alex.


"Cukup Bang! Anak kita takut.”


"Abang, Sudah! Reyhan ketakutan. Urusanku dengan Mas Arya sudah selesai, kami sudah tidak ada lagi hubungan apapun.” Bella memeluk Alex agar menjauh dari Arya.


"Maafkan aku, Lex. Aku memang salah.” Arya masih tersungkur di bawah.


"Sudah, Bang. Ayo pergi!”


Bella menarik Alex pergi dari hadapan Arya. Alex lalu menggendong Reyhan dan menuju taksi yang sedari tadi menunggunya.


Di dalam taksi Alex memangku Reyhan dan terus memeluk Bella yang masih menangis.


“Maaf, tuan. Kita kemana?” tanya sopir taksi saat keluar dari area restoran.


"Ke hotel tadi tempat saya menginap, Pak.”


"Baik, tuan.”


"Kok ke hotel sih, Bang?” tanya Bella melihat Alex.


"Sayang, Ara menunggu di sana. Dia sudah merindukan Mamanya.”


Bella kembali menangis. Reyhan berusaha menenangkan Mamanya dengan cara menguap lengannya.

__ADS_1


"Mama, Jangan menangis lagi. Sudah ada Papa Alex,” ucap Reyhan.


Bella tersenyum tipis lalu melepaskan pelukan Alex.“ Iya sayang. Ibu sudah tidak menangis.” Bella mengusap air matanya lalu membenarkan posisi duduknya.


Alex tersenyum lalu mencium pipi Reyhan. Ia juga sangat merindukan putranya. Namun tangannya terus menggenggam tangan Bella seolah tidak akan melepaskannya lagi


"Reyhan sudah makan?” tanya Alex pada sang anak.


"Belum, Pa. Tadi di restoran cuma beli jus jeruk aja.”


"Kenapa gak pesan makanan juga?” tanya Alex lagi sambil mengusap rambut Reyhan.


"Reyhan yang gak mau, pa. Takut uang Mama kurang.”


"Kok, kurang?”


Reyhan tertawa kecil lalu berbisik di telinga sang papa.“ Mama belum narik uang kos!”


Alex tertawa begitu juga Bella karena Bella mendengar bisikan sang anak pada Papanya.


"Oh, begitu. Baiklah, nanti sampai di hotel Reyhan boleh pesan makanan apa saja. Nanti makan sama Adek Ara! Ok.”


"Ok, Pa!”


Alex tersenyum melihat Reyhan lalu melihat Bella yang juga melihat Reyhan. Alex terus menatap Bella membuat Bella menundukkan wajahnya.


"Liburan sekolah Reyhan kita kembali ke Jakarta, ya!” ajak Alex pada Bella.


"Tidak, Bang. Liburan panjang sekolah. Ibel mau pulang kampung, Mau ziarah ke makam Ayah sama Ibu, juga mau menenangkan diri.”


"Baiklah, Kita liburan di desa. Ara juga pasti senang liburan di desa.”


Bella tersenyum tipis lalu melepaskan genggaman tangan Alex, ia merasa tidak enak karena tidak ada ikatan lagi.


“Oh iya, Bang. Kabar Nenek bagaimana?” tanya Bella.


“Nenek sehat. Dia terus menanyakan Reyhan,”


"Mama, minum.” ujar Reyhan. Bella pun langsung membuka tasnya dan memberikan air minum Reyhan di botol miliknya.


Alex tersenyum melihat Bella begitu teliti mengurus anaknya, air minum pun sampai ia bawa dari rumah.


"Ini, sayang! Pelan-pelan minumnya ya.” Bella memegangi botolnya dan sedotannya.


"Anak Papa haus, ya?” tanya Alex.


"Iya, Pa. Papa haus. Ini minuman punya Reyhan.” Reyhan mengambil botolnya dan memberikannya pada Alex. Alex menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


__ADS_2