DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 38 HARI PERTAMA KERJA


__ADS_3

Akhirnya Bella pindah ke Jakarta dan kos di belakang sekolah. Rumahnya yang ada di Bogor ia sewakan. Saat ini adalah hari pertama ia masuk menjadi guru di sekolahan Mahendra internasional school. Ia di tempatkan di Playground balita. Ardan membuat keringanan untuk Bella membawa anaknya ke sekolah sekaligus ia bisa mengawasi anaknya, serta sang anak bisa bermain bersama yang lain.


Bella cukup profesional, ia tak hanya mengawasi anaknya sendiri. Ia bekerja sesuai kode etik dan peraturan sekolah. Ia harus mengawasi anak yang lain dalam belajar dan bermain. Cintanya pada anak-anak membuat ia banyak di sukai balita lainya. Reyhan sendiri juga senang melihat mainan dan teman-teman baru.


Reyhan juga tidak cemburu jika Ibunya sedang menggendong bayi seumurannya. pada dasarnya sekolah Playground hanya sekolah bermain dan melatih motorik anak. Bella pun menguasai itu semua. Maka dari itu Reyhan pun tumbuh cerdas dan aktif serta sehat.


“Bu, Bella. Sebentar lagi anak-anak di jemput orang tua dan pengasuhnya. Tolong bersiapkan mereka ya,” ujar guru senior.


“Baik, Bu!” Bella memindahkan anaknya dulu di pinggir, lalu mempersiapkan anak-anak yang akan di jemput orang tu maupun pengasuhnya.


Tak lama satu persatu orang tua maupun pengasuhnya menjemput anak-anaknya masing-masing. Tinggal satu anak yang belum di jemput.


"Hai sayang ... Mama kamu belum datang ya, sini sama Ibu guru dulu.” Bella menggendong anak yang berusia satu tahun yang belum di jemput orang tuanya.


“Sebentar ya, Nak. Ibu gendong kakak dulu ya.” Bella mengusap lembut rambut Reyhan.


“Mama Joana belum datang, Bu?” tanya Bella pada Rekan kerjanya.


"Mungkin sebentar lagi! Memang Mamanya sering terlambat menjemputnya. Tapi biasanya di ambil Papanya. Pak Johan.”


"Pak Johan?”


“Iya ... Pak Johan. Guru olahraga kelas SMP. Beliau papanya Joana.”


“Oh....” Bella tersenyum lalu mengusap pipi Joana, Bocah satu tahun itu pun tersenyum.


“Permisi, Bu. Joana belum di jemput Mamanya?”tanya Johan tiba-tiba datang berdiri di ambang Pintu.


“Pak, Johan. Belum Pak! Mungkin sebentar lagi!” balas guru lainnya.


“Hadeuh....! Mama kamu itu pasti kena macet di jalan. Ya sudah Bu. Mari saya bawa. Ibu dan yang lainnya istirahat.”


Bella kemudian memberikannya pada Johan. Johan sekilas melihat Reyhan yang sedang bermain bersama guru lain.

__ADS_1


“Itu belum di jemput juga?” tanya Johan.


“Oh. Itu anak saya, Pak.” Bella tersenyum sopan lalu menunduk.


“Joana, Mama iş coming!” seru Amara di ambang pintu.


“He ... udah di Jemput papa.” Amara masuk lalu menghampiri Suami dan sang anak.


“Sayang ... kamu itu selalu terlambat,” protes Johan.


“Iya, Kak. tadi nunggu kak Arya sama Opa Abi. katanya mau ikut ke sekolah. Mana kak Arya bawa mobilnya kayak keong!”


Johan tertawa dan semuanya pun tertawa termasuk Bella. Tetapi Bella hanya tertawa kecil sambil melihat betapa romantisnya Amara dan Johan, Andai ia masih Bersama Alex. Mungkin Reyhan juga akan bersekolah disini, bukan menumpang bermain. Ia pasti akan mempunyai kegiatan yang sama yakni mengantar jemput sang anak.


"Oh, Iya. katanya ada guru baru di Playground, yang mana orangnya?” tanya Amara melihat semua guru.


“Oh, Iya Nyonya. Perkenalkan ini Ibu Ayu dan ini Ibu Bella. Beliau ini guru baru di Playground ini.” timpal Guru senior memperkenalkan Bella dan Ayu.


“ Saya, Bella Nyonya!”


“Ayu!”


“Masih muda-muda, ya!”


“Kayak kamu udah tua aja!” sambung seseorang yang baru saja masuk.


“Opa! Kan anakku udah dua. He....”


“Kamu yang nikah muda,” saut Arya tiba-tiba dan langsung menghampiri Reyhan yang sedari tadi seperti meminta gondong.


“Eh, ini anak siapa belum di jemput? Gembul banget. You see, Papa!” Arya menempelkan Pipinya ke pipi Reyhan.


“Maaf, tuan ini anak saya!” Bella kemudian meminta Reyhan pada Arya.

__ADS_1


"He ... anak kamu? Eh anak kamu? Anak Ibu guru? Memang usia Ibu berapa sudah punya anak? Bohong pasti!” saut Arya tidak percaya jika Reyhan anak Bella.


“Saya 23, tuan!” Bella mengambil Reyhan dari gendongan Arya.


“Tu, kan Opa. Masih tua Amara!”


‘Pletak!’ Abi menjitak Arya dan Amara.


“Kalian, bahas usia. Kamu masih kecil sudah menikah, punya anak dua. kamu sudah tua, belum nikah-nikah. Sudah sana jemput Jordan di kelas TK.” titah Abi. di iringi tawa semuanya. Arya dan Amara mengerucutkan bibirnya kemudian Amara, Johan, Abi menuju kelas TK untuk menjemput Jordan, anak pertama Amara.


Sementara itu Arya masih menggoda Reyhan di gendongan Bella. Namun tidak lama Suara Abi menggema.


“Arya!”


“Astaga! Iya Pa!” Arya kemdian mengikuti langkah Abi dan Amara.


Bella hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. Ada juga orang kaya yang begitu humoris dan apa adanya.


Bella kemudian meletakkan Reyhan dan membereskan mainan anak-anak ketempatnya, setelah itu guru yang lainnya memilih istirahat di kantin ada juga yang langsung pulang. Sedangkan Bella masih bersiap membereskan barang bawaannya dan mengganti baju Reyhan serta popoknya.


Sebenarnya Bella begitu lelah, Namun melihat sang anak lelah itu hilang. Bagaimana tidak lelah, ia pindah dari Bogor dan membawa barang bawaannya sendiri belum lagi mencari tempat tinggal dan harus mengurus bayinya dan paginya ia harus masuk ke sekolah baru.


Setelah selesai Bella keluar sambil menggendong bayinya dan langsung pulang. Ia memilih istirahat di kos saja, agar bisa menidurkan sang bayi.


Bella berjalan menyusuri lorong sekolah sampai ke pintu gerbang dan langsung pulang jalan kaki. Lokasi kosnya tidak jauh, tepat di belakang sekolah.


Sebelum sampai rumah Bella membeli makanan di dekat kosnya tidak lupa ia juga membeli persediaan buah dan air minum.


Saat keluar dari warung, Bella melihat tukang mainan keliling. Ia pun ingin sekali membelikan bayinya. Ia melihat dan berfikir apa cukup uangnya sampai akhir bulan.


Bella menghela nafas panjang dan mengurungkan niatnya untuk membeli mainan. Ia segera bergegas pulang.


“Maaf ya, Nak. Nanti saja kalau sudah gajian,” gumam Bella pada sang buah hati yang terus melihat tatapan cinta sang Ibu.

__ADS_1


Sesampainya di kosan, Bella menidurkan Bayinya di kasur yang tidak ada tempat tidurnya. setelah itu Bella makan di samping Kasur di dekat sang Anak. Tidak ada fasilitas televisi hanya ada Mejicom, kipas angin kecil, itu saja ia bawa dari Bogor. sisanya fasilitas dari kosnya, mulai dari ember untuk mandi, kasur empuk, lemari kecil. untuk pernak-pernik lainnya Bella membelinya sendiri.


Tidak terasa Reyhan tertidur pulas tanpa di timang hanya dengan diusap-usap kepalanya Reyhan langsung tertidur. Bella tersenyum melihatnya, sebab tidur pun mirip sekali dengan sang papa. Alex.


__ADS_2