DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 6 CEMBURU ITU MANUSIAWI


__ADS_3

“Hem, nanti dari kantor aku langsung ke apartemen,” ujar Alex menyudahi panggilan ponselnya.


“Siapa?” tanya Anna yang sedari tadi memandangi Alex sedang menerima panggilan.


“Iren.”


“Oh!” Anna bangkit dari duduknya dan memasang wajah datar setiap Iren menghubungi Alex. Alex meraih tangan Anna lalu berdiri di hadapannya.


“Aku tahu kamu selalu cemburu dengan Iren. Tapi aku heran kenapa kamu tidak cemburu saat aku menikah dan bersama Bella.” Alex mengusap lembut pipi Anna.


“Rasa cemburu itu manusiawi. cemburu sudah pasti ada, Aku juga cemburu dengan Bella dan Iren. Tapi aku lebih rela berbagi dengan Bella.”


“Tapi, kenapa kamu dulu memberikan aku restu menikah lagi dengan Iren?”


“Karen aku tidak mau kamu diam-diam menjalin hubungan dengannya. Karena aku tahu Iren cinta pertama kamu, Mas. Disaat pernikahan kita berjalan 7 tahun, Mas masih mempunyai hubungan dengannya, dari sanalah aku meminta kamu untuk menikahinya. Aku tidak mau Mas menambah dosa dan aku juga berharap Iren memberi apa yang tidak bisa aku berikan padamu, yaitu anak.Tapi nyatanya...,“ Anna tidak sanggup melanjutkan kalimatnya, matanya sudah berkaca-kaca jika harus menyingung soal anak didepan suaminya. Sebagai istri ia merasa tidak sempurna.


Alex memeluk Anna, Ia selalu melakukan itu di saat hati Anna sedang menahan cemburu.


“Aku sayang kamu.” Alex mengecup puncak rambut Anna lalu memeluknya sampai Anna merasa tenang.


“Ya sudah, kita pulang ya. Sudah sore.” Alex merangkul Anna keluar dari ruangan kerjanya


Mereka berdua berjalan menuju lift. Anna masih diam dengan rasanya dan Alex dengan pikirannya. Alex berfikir bagaimana cara memberitahu pada Iren bahawa ia menikah lagi.


“Mas langsung ke apartemen Iren?”


“Iya.”


“Ibel?” tanya Anna diiringi tatapan Alex pada Anna lalu tersenyum.


“Pasti pulang ke rumah Ibel. Mungkin tengah malam.”


“Syukurlah.” Anna lalu menekan tombol lift kemudian keduanya masuk kedalam lift.


“Kamu gak mau berduaan denganku?” Alex melihat Anna seraya menggodanya. Anna menyeringai lalu mendorong Alex ke dinding lift. Anna mendekatkan wajahnya sambil menarik sedikit kerah kemeja Alex


“Jangan menggodaku, Istrimu sekrang tiga. kamu harus mengatur ulang jadwal untuk itu. Aku lihat jadwal kamu sedikit berantakan.” Anna mencium bibir Alex, Alex membalasnya dengan senang hati.


“Sepertinya aku harus mengatur ulang jadwalku untuk kalian semua.” Alex kembali mencium Anna dengan begitu panas.


Memang semenjak Alex dari kampung halaman Bella, Alex belum memberikan kehangatan ranjang untuk Anna.


“Selesaikan di hotel!” bisik Anna saat pintu lif terbuka, keduanya pun merapikan bajunya masing-masing karena kepergok karyawannya yang sedang menunggu pintu lift terbuka.


beberapa karyawan hanya tersenyum melihat kedua petinggi kantornya selalu mesra tanpa tahu tempat.

__ADS_1


Alex tersenyum lalu berjalan mengikuti langkah Anna yang menuju parkiran. Anna masuk kedalam mobil di ikuti Alex. Alex meraih ponselnya dan memesan kamar hotel yang tidak jauh dari kantor mereka, setelahnya ia menghubungi Iren.


“Sayang...,” ujar Alex sambil melihat Anna menyetir mobil. Anna melirik Alex saat memanggil Iren sayang.


“Ya Mas,” balas Iren sedikit lesu.


“Kamu kenapa? kok lesu, kamu sakit?”


“Gak! Aku baru bangun tidur. Terus datang bulan, perutku sakit.


“Mas udah mau pulang?”


“Belum ... maaf ya, mungkin hari ini Aku gak jadi pulang ke apartemen, ada sedikit urusan yang harus di selesaikan.”


“Oh ... ya sudah gak apa-apa. Lagian aku juga lagi datang bulan. Gak bisa ngapa-ngapain. Mas sama Mbak Anna aja. Aku juga capek mau istirahat.”


“Benaran?”


“Hem!” balas Iren lesu, karena memang ia kelelahan selepas pulang dari Singapore ditambah sedang datang bulan.


“Ya sudah. Jaga diri baik-baik ya.”


“Hm....” Kedunya memutuskan sambungan ponselnya.


“Senyum dong!” bujuk Alex pada Anna.


“Ini kan udah senyum, Mas ....”


Tidak terasa keduanya sampai di hotel, mereka pun kemeja resepsionis untuk mengkonfirmasi pesanan kamarnya setelah itu mereka ke kamar.


Pada akhirnya mereka melakukan kewajiban dan haknya, Saat melakukannya ,Anna membayangkan suaminya bercinta dengan Iren dan Bella. Rasanya risih harus melayani suaminya yang sudah tidur dengan wanita lain. Walau wanita lain semuanya itu adalah Madunya.


Alex memang selalu bersemangat saat bercinta dengan ketiga istrinya, apa lagi dengan istri barunya. ia merasa lebih bergairah seolah ia mendapatkan mainan baru.


“Kamu memang selalu bersemangat, Mas. aku selalu kuwalahan,” ujar Anna saat Alex menyudahi permainannya.


“Tapi kamu selalu memberikanku yang terbaik,” puji Alex. Alex memang selalu memuji istri-istrinya selalu memberikan yang terbaik untuknya.


Anna melihat pria di sebelahnya begitu dalam. Pria yang 10 tahun ini tidak pernah berkata kasar, tidak pernah membentak maupun bermain tangan. Selalu membuat dirinya tenang dan aman. Orang selalu adil dalam membagi waktu antara dirinya dan Iren.


“Mas ... kamu pulang ke Ibel saja ya. Kasihan dia sendiri di rumah. Pasti dia juga menunggumu pulang. Sekalian kamu bicarakan masalah jadwal bagi waktu.”


“Tidak! Aku hari ini cuma mau sama kamu.“, Alex memeluk erat Anna.


“Mas ... Ibel itu belum ada seminggu loh disini, jangan buat dia menunggu kamu. Kamu belum bilang kan, kalau sama aku hari ini.”

__ADS_1


“Iya ... iya... aku pulang ke Ibel. Tapi janji jangan marah ya?”


“Gak! kan udah dapat jatah!” keduanya tertawa kemudian Anna melepaskan pelukan Alex.


“Ya sudah sana mandi, Aku nanti saja, ucap Anna.


Alex tersenyum lalu mencium pipi Anna dan menuju kamar mandi. Setelah membersihkan badannya ia pun kembali ke rumah Bella. sedangkan Anna masih di hotel.


Sesampainya di rumah Alex sudah di sambut Bella di teras rumah. Bella melompat-lompat seperti anak kecil saat melihat mobil sang suami masuk kedalam halaman rumah.


“Abang pulang! Abang pulang! Abang pulang!” Bella berlari menghampiri Alex saat Alex membuka pintu mobilnya dan langsung menghambur ke pelukannya.


“Abang! Kangen...!”


“Abang juga kangen!” Mereka berpelukan begitu erat.


“Abang gendong!” Bella berpindah di belakang punggung Alex dan meminta gendong seperti anak kecil. Alex dengan senang hati menggendongnya dan membawanya kedalam rumah.


“Rambut Abang basah, Abang mandi di kantor?” tanya Bella yang tidak tahu jika suaminya baru saja bercinta dengan istri pertamanya.


“Tidak! Abang mandi di kamar mandi dong. Masak di kantor, malu di lihat karyawan Abang.”


“Ih,Abang! Bercanada terus, ya maksudnya.”


“Iya, tadi sekalian mandi, biar sampai rumah, tinggal santai sama istri Abang yang manja ini.” keduanya tertawa.


Alex menurunkan Bella di ruangan tengah, lalu keduanya duduk di sofa.


“Abang mau minum apa? kopi, air putih, teh?”


“Minum susu, boleh?”


“Susu? Tapi susunya belum beli.”


Alex memainkan matanya ke arah bagian dada Bella. Seketika Bella paham lalu menyilangkan kedua tangan ke dadanya


“Hais ... Abang! Ini nanti malam saja.”


“Sedikit saja, Abang haus pulang kerja.” Alex menaik turunkan alisnya dan menggoda Bella. Bella tetawa sambil menutup dadanya dengan bantal sofa.


***


Anggap saja Anna dan Alex lagi kerja.


__ADS_1


__ADS_2