DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 67 MEMPERSIAPKAN DIRI


__ADS_3

Bella saat ini sedang melihat buku tabungan miliknya dan buku tabungan milik Reyhan yang setiap bulannya dikirim oleh Alex. Ia tersenyum dan tidak begitu khawatir untuk masa depan sang anak. Ia juga senang sudah memiliki kos-kosan yang ia beli dari hasil jual rumah dan tanah di kampung. Jadi ia tidak khawatir jika suatu saat Arya meninggalkan dirinya, ia sudah mempunyai bekal untuk dirinya dan putranya, setidaknya untuk kesehariannya kelak.


“Kenapa senyum-senyum seperti itu, sayang?” tanya Arya melihat Bella memandangi buku tabungannya.


"Tidak, Mas. Akhirnya aku punya pegangan dan tabungan sekolah Reyhan, sudah lebih dari cukup. Jadi aku tidak khawatir jika suatu saat nanti Mas Arya pergi meninggalkan kami.”


“Maksud kamu apa, sayang? Kenapa bicaranya seperti itu.” Arya begitu heran kenapa Bella berubah.


"Aku bicara kenyataan, Mas. Aku bukan lagi wanita sempurna yang bisa memberikanmu anak dan cucu untuk keluargamu. Aku dan Reyhan hanya beban, kan. seperti yang di katakan ipar-iparmu selama ini. Oh iya mulai bulan depan kebutuhan Reyhan cukup pakai uang dari Papa kandungnya saja. Mas juga tidak perlu terlalu banyak memberikanku nafkah, secukupnya aja ya. Aku tau diri, aku gak mau jadi bebanmu, Mas. lagian aku sudah punya gaji dari mengajar.”


Arya semakin tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Bella. Apa sebenarnya yang terjadi pada sang istri, ia tampak begitu bingung.


“Kamu kenapa berubah, sayang? Kamu kenapa?”


“Gak apa-apa, Mas. Berubah? Ya ... memang aku berubah, Aku sudah berubah menjadi wanita yang tidak sempurna. Aku dan Reyhan hanya tidak mau menjadi beban kamu dan aku berbicara sesuai kenyataan. Mas ... bisa jadi suatu saat nanti Mas mau nikah lagi karena ingin punya anak dengan wanita lain dan aku hanya bisa menyiapkan hatiku sendiri untuk menerima kenyataan yang nantinya pasti terjadi. Tidak salah, kan?”


Arya memijit pangkal hidungnya. ia bertambah pusing dengan semua ucapan Bella. Ia memutuskan untuk keluar dari kamar dan menuju ruang kerjanya. Bella hanya bisa melihat Arya keluar sambil menahan sesak di dadanya.


"Bahkan kamu saja sudah menunjukkan apa yang aku lakukan sudah benar, Mas. Jika kamu tidak berniat dengan wanita lain seharusnya kamu memelukku dan mengatakan sesuatu yang membuat diriku lega untuk terus disisimu. Mendampingi di masa tuamu. Tapi gak apa-apa, kamu berhak menikah lagi dan mempunyai keturunan,” batin Bella menyeka air matanya lalu membereskan buku tabungan dan berkas penting miliknya di tempatnya.


Saat ini Bella hanya menyiapkan mental dan apa yang ia butuhkan, jika suatu saat Arya menikah dengan wanita lain. Ia belajar dari masa lalu saat berpisah dengan Alex yang tidak mempunyai apapun. Di tambah ia juga mendengar selentingan dari teman-teman Arya. Teman-temannya mengatakan agar Arya menikah lagi.


Bella keluar dari kamarnya lalu menuju dapur. Ia memeriksa isi lemari pendingin. Bella mengeluarkan sayur dan bahan lainnya untuk membuat makanan sang suami dan anak.


Bella memasak ikan bakar dan sambel kecap serta lalapan. Untuk sang anak iaasak sayur bayam vdan ikan goreng. Setelah itu ia membuatkan jus untuk suami dan anaknya.


Arya yang mencium aroma masakan pun keluar dari ruang kerjanya dan menyusul Bella ke dapur. Arya memeluk Bella dari belakang dan mencium lehernya.

__ADS_1


"Mas, ih malu. Ada Bibi.” Bella melihat Bibi yang sedang mencuci piring di sebelahnya.


“Biarin. Mas minta boleh gak!” goda Arya sambil maduh mencium leher sang istri.


“Mas, ini aku lagi buat jus!”


"Nanti saja jusnya. Aku mau susu.” Arya memasukkan tangannya di balik baju Bella dan memainkan salah satu gunung kembarnya. Akhirnya Bella pasrah dan menepuk pundak Arya lalu tersenyum. Arya yang mendapat kode pun langsung membopong Bella ke kamar.


“Mas, ini siang loh. Sebentar lagi Reyhan bangun tidur siang.“ Arya tidak peduli ia mengunci pintu dan menyerah Bella. Bella hanya pasrah dan menuruti suaminya saja. Karena semenjak rahimnya di angkat ia tidak begitu berselera di atas ranjang. Karena memang itu efek dari pengangkatan rahim.


“Terima kasih, sayang.” Arya mencium kening Bella saat menyudahi semuanya.


Bella hanya tersenyum tipis lalu membiarkan Arya memeluknya sampai Arya tertidur. Bella bangkit saat Arya tertidur kemudian ia pun mandi. Setelah itu ia keluar untuk menemui sang anak yang rupanya sudah bangun dan kini makan di temani Narti.


“Hai sayang! lahap bener makannya.” Bella mencium pipi Reyhan.


“Narti, Kalau suatu saat, saya tidak lagi menggunakan jasa kamu. Kamu cari majikan baru ya. Mungkin satu atau dua tahun ke depan.”


"Loh, kok seperti itu, Nyonya. Kan perjanjiannya sampai Reyhan usia 10 tahun dan Reyhan baru 3 tahun setengah!”


“Cepat atau lambat, saya bukan Nyonya di rumah ini lagi. Kamu mengerti, kan maksud saya?”


“Memangnya Nyonya atau tuan ada niatan untuk berpisah hanya karena masalah kemarin?”


“Semua wanita tidak pernah ada niat ke arah perpisahan, Narti. Tapi dengan kondisiku saat ini aku hanya mewanti-wanti diriku sendiri pasti suatu saat pasti terjadi. Harapanku hanya satu, sampai tua bersama. Tapi saya juga tidak mau egois, Narti. Suamiku pasti ingin memiliki anak sendiri.”


Narti memegang tangan Bella dan tersenyum tipis.“ Sabar Nyonya, pasti ada jalan keluarnya. Saya berharap Nyonya terus bersama tuan selamanya. Apapun keadaan Nyonya.”

__ADS_1


Bella hanya tersenyum dan berharap, semoga apa yang menjadi harapan Narti menjadi kenyataan.


"Kamu sudah makan?” tanya Bella pada Narti.


“Sudah, Nyonya. Tadi waktu Reyhan masih tidur.”


“Ya sudah! Kalau begitu giliran saya makan. Laper!” Bella tertawa kecil lalu menuju ruang makan.


“Laper habis ngapain, Nyonya?” goda Narti sebelum Bella sampai ke ruang makan.


“Kamu ini, mau tahu saja!” Bella tersenyum lalu melanjutkan langkahnya.


Bella mencuci tangannya lalu ia duduk di kursi meja makan. Ia makan lebih dulu karena ia juga sudah sangat lapar.


Selesai makan tiba-tiba Arya datang dan sepertinya sudah mandi. “Sayang, laper!” Arya memeluk Bella yang sedang mencuci piring.


"Ya sudah makan, Aku sudah masak dari tadi. Tapi Mas minta makan yang lain!” keduanya tertawa kecil dan Arya masih memeluknya.


"Kan nyusu dulu. Udah bebas gak rebutan sama Reyhan.”


"Apa sih, Mas. Sudah ayo makan, Cuci tangan dulu!” Bella melepas pelukan Arya lalu menyusun piring yang ia cuci. Kemudian ia mengambil piring untuk sang suami.


Bella mengambilkan makanannya beserta lauknya. Arya duduk lalu ia makan di temani Bella.


"Kamu gak makan?” tanya Arya di sela makannya.


“Sudah duluan. Kirain tadi Mas tidur mau lama, jadi aku makan dulu.”

__ADS_1


Arya hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.


__ADS_2