DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 87 KEDATANGAN ARYA DI KAMPUNG BELLA


__ADS_3

Lima hari sudah Alex dan Bella berada di kampung. Mereka menghabiskan waktu seperti orang yang masih pacaran. Alex benar-benar memperlakukan Bella dengan begitu manis dan lebih manis dari dahulu.


Saat ini mereka berdua baru sempet mengunjungi makam Ayah dan Ibu mereka, sedangkan anak-anak mereka begitu senang berada di kampung. Mereka bisa berpertualang bersama Bu lek Wati dan Suaminya di sawah.


“Ayah, Apa kabar. Ayah pasti sudah bahagia bersama Ibu. Ibel titip anak Ibel yang sudah menyusul Ayah dan Ibu. Maafkan Ibel baru pulang lagi kesini. Maafkan Ibel sudah banyak salah sama Ayah dan Ibu. Ibel hanya berharap hidup Ibel tidak seberat seperti sebelumnya. Ayah, Ibel sudah kembali sama Abang. Suami pilihan Ayah untuk Ibel. Maafkan Ibel dulu pernah berpisah dengan Abang. Seharusnya Ibel tidak lari dari suami Ibel, seharusnya Ibel legowo menerima semuanya. Tapi dengan semua ujian ini Ibel mengerti arti hidup yah,” batin Ibel di pusara sang Ayah dan Ibundanya.


Bella menangis mengusap batu Nisan Ayahnya. Alex yang di sampaingnya merangkul dan mengusap pundak sang istri.


“Sudah ya. Kita berdoa untuk Ayah dan Ibu.”


Bella mengangguk lalu mengusap air matanya. Keduanya membaca doa. Setelah itu mereka kembali ke rumah dengan berjalan kaki karena tempat pemakaman tidak jauh dari rumah.


Di perjalanan pulang banyak tetangga yang yang menyapa Bella dan Alex. Hanya beberapa orang yang tahu jika Alex dan Bella berpisah dan Bella menikah lagi hingga akhirnya Bella kembali rujuk dengan Alex.


"Bang nanti kalau sudah tua. Kita disini saja ya. Sepertinya menghabiskan masa tua di kampung lebih enak!”


"Iya sayang, Semua sudah Abang persiapkan untuk kita. Abang juga sudah membeli sawah yang ada di ujung sana dan di sana juga. Kebun yang paling ujung sana juga. Semua atas nama kamu.”


Bella berhenti lalu melihat Alex heran. Kapan sang suami itu membeli sawah dan kebun milik orang terkaya di kampungnya.


"Abang kapan beli sawah Pak hamid.”


“Rahasia.”


“Abang...!” Bella memukul lengan Alex dan Alex hanya tertwa llau merangkulnya.


"Tidak penting kapan. Yang penting kita punya tabungan untuk masa tua. Karena anak-anak nanti pasti punya kehidupan sendiri.”


"Gak! Aku gak mau anak-anak kita jauh dariku. Aku gak mau.”


"Ok, baiklah. Pikirkan nanti.” Alex terus merangkul Bella dan mereka tampak begitu bahagia. Orang-orang yang melihatpu. juga ikut bahagia.


Sesampainya dirumah Bella dan Alex saling pandang melihat mobil yang tidak asing bagi keduanya, lalu mereka membersihkan kaki dan tangan mereka di depan rumah. Saat masuk kedalam rumah mereka terkejut dengan kedatangan Arya yang sedang mengobrol dengan Bu lek Wati. ternyata dugaannya benar jika mobil tersebut milik Arya.


Bella terdiam dan tidak percaya jika Arya datang ke rumahnya yang ada di kampung. Bella melihat Alex sejenak lalu meraih jemari Alex. Ada rasa tidak enak dengan sang suami ada mantan suaminya yang datang tiba-tiba.


"Mas Arya ada perlu apa datang kemari?“ tanya Bella yang masih berdiri di samping Alex.

__ADS_1


Arya berdiri dan menghampiri Bella dan Alex.“ Aku hanya datang kemari untuk minta maaf atas kesalahan-kesalahan Laura. Laura kecelakaan dan kondisinya Kritis. Sangat kecil untuk selamat. Aku harap kamu bisa memaafkannya.”


"Ya Tuhan. Lalu anak-anak bagaimana, Mas.”


“Sementara Zea dan Zidan ada di rumah Oma, di sana mereka aman.”


"Kami ikut perihatin, Mas. Semoga Mbak Laura cepat pulih dan bisa berkumpul lagi. Aku sudah memaafkan Mbak Laura. Aku memahami bagaimana menjadi dirinya.”


"Terima kasih, Ya.” Arya hendak memegang pundak Bella, namun di tepis oleh Alex. Alex dengan sigap merangkul Bella.


"Maaf, Bella sekarang istriku. Tolong hargai saya sebagai suaminya.”


"Eum ... Maaf.”


“Maaf, kok malah pada berdiri, Ayo, ayo silahkan duduk,” ucap Bu lek Wati mencairkan suasana, sebab Alex tampak begitu cemburu.


Mereka duduk di sofa, sejenak suasana hening. Arya sesekali mencuri pandang Bella yang sedang duduk di samping Alex.


"Oh Iya Bulek, anak-anak mana?” tanya Bella.


"Ada, di belakang. Lagi main ayunan sama Yuni.


"Sudah tadi di siapi Pak lekmu. Mereka berdua senang sama paklekmu.”


Bella tersenyum lalu sekilas melihat Arya.“ Oh iya, Mas. Bagaimana kabar Oma dan opa.”


"Baik. Kemarin Oma sempat drop tapi sekarang sudah lebih baik. Kemarin Oma sempat menanyakanmu.”


“Em ... Iya nanti kalau ada waktu aku pasti jenguk Oma dan Opa.” Bella tersenyum laku melihat Alex.


“Kalau begitu Aku permisi, sebentar lagi sore. Aku juga ada pekerjaan di sekitar sini. Meninjau tempat wisata dan penginapan di bukit.”


"Iya, hati-hati, Mas. Tapi kalau boleh saran. Selesai pekerjaan, Mas secepatnya kembali ke kota. Mbak Laura pasti membutuhkan Mas Arya.”


"Iya, Terima kasih. Arya bangkit lalu mengulurkan tangannya, Alex menjabat tangan Alex dan tersenyum.


"Hati-hati di jalan,” ucap Alex. kemudian Arya berjalan keluar. Namun belum sampai ke pintu Atua berhenti dan membalikkan badannya sambil merogoh kantong jaketnya.

__ADS_1


"Oh iya, Ini ada titipan dari penjaga kos kamu. Setoran Bulan ini.”


Bella mengambil amplop coklat tersebut dari tangan Arya." Terima kasih, Mas. Hati-hati di jalan.”


Arya hanya mengangguk lalu ia keluar dan menuju mobilnya. Arya pulang dari rumah Bella dengan hati yang sakit, melihat orang yang ia cintai sudah benar-benar menikah dengan mantan suaminya. Sementara dirinya masih terjebak dengan Laura yang membuat dirinya pusing di tambah saat ini Laura masih kritis di rumah sakit.


Setelah Arya pergi, Bella membuka amplop coklat tersebut. Ia tersenyum melihat uangnya.


"Berapa sayang?” tanya Alex melihat senyum sang istri.


"10juta.”


"Bukanya 12 juta lebih?”


"Yang dua setengah juta untuk penjaga kosan, Abang. Memangnya gak di gaji.”


"Oh iya, lupa. Nanti kita tambah lagi ya kos-kosannya.” Alex terus memandangi Bella yang tengah menghitung uangnya.


"Iya. Nanti kalau uang hasil kosannya sudah terkumpul lagi. Hasil kemarin buat tambah beli rumah kecil di kota.”


"Nanti Abang belikan kalau pekerjaan Abang di luar negeri sudah selesai.”


"50 pintu ya.”


“Seratus juga bisa.”


Bella memeluk Alex lalu mencium pipinya.“ terima kasih ya, Bang. Semoga pekerjaan Abang di luar negeri berjalan lancar bertambah maju hasilnya nanti buat aku dan anak-anak." Keduanya tertawa sambil berpelukan.


Bu lek Wati ikut bahagia melihat Bella sudah ada yang menjaga. "Syukurlah, tuan Alex kembali lagi dengan Bella,” batinnya.


"Oh iya, ini buat Bu lek dan pak lek.” Bella memberikan sejumlah uang untuk Wati dan suaminya.


"Lah, ndak usah. Kan dari suami kamu sudah dapat setiap bulannya.”


"Itu kan dari Abang. Ini bonus dari Ibel. Terima kasih sudah merawat rumah ini dan membantu momong Anak-anak selama disini.”


"Ya sudah, ini Bu lek terima ya. Terima kasih banyak. Semoga yang di dapat semakin berkah.”

__ADS_1


“Iya, Bu lek. terima kasih.”


__ADS_2