
Hari pernikahan pun tiba. Acara di adakan di rumah Bram dan dihadiri keluarga besar saja tanpa mengundang orang luar.
Sesaat sebelum Bella keluar. Bella termenung sendiri di depan jendela kamar sambil melihat foto dirinya dan Alex di layar ponselnya. Ia meneteskan air matanya lalu menghapus semua foto kenangan itu di galeri ponselnya.
"Selamat tinggal Bang. Aku mencintaimu tapi aku juga membencimu. Semoga waktu yang bisa menyembuhkan lukaku. Selamat tinggal Ayah dari anakku!” Bella mengusap air matanya lalu meletakkan ponselnya di meja di dekatnya dengan kasar. Tasya memegang pundak Bella dan tersenyum.
"Semua akan indah pada waktunya, Mbak. Percayalah Kakakku akan menjadikan Mbak Bella ratu dan satu-satunya istri. Dan Reyhan Tetap anak pertama bagi kak Arya. Saya tahu rasa sakit yang Mbak rasakan. Tidak mudah memang untuk melupakan, tapi hidup harus terus berjalan.”
Bella memeluk Tasya, ia bersyukur keluarga Arya banyak yang begitu peduli dengannya.
"Terima kasih, Mbak Tasya! Terima kasih.”
"Sudah, jangan menangis nanti make up-nya luntur.” Tasya tertawa kecil begitu juga Bella.
"Kak! Acaranyaai di mulai! Pengantin wanita disuruh turun!” seru Rafi anak dari Bianca bersama Reza.
"Iya sebentar!”
Tasya mendampingi Bella turun kebawah. Semua orang terpaku melihat kecantikan Bella dengan balutan kebaya. kebaya yang dulu pernah Wina kenakan saat menikah dengan Bram. Sebab Bella sudah tidak mau lagi feeting kebaya lagi. mau tidak mau Wina memberikan kebaya tersebut untuk Bella kenakan.
Wina dan Bram tersenyum melihat Bella. Ingatan mereka kembali saat menikah, pernikahan yang begitu sederhana, sama seperti saat ini. Arya juga tampak gagah dengan setelan jas apa adanya.
Bella duduk di samping Arya dengan senyum yang tidak pernah pudar begitu juga Arya. Arya meraih jemari Bella agar Bella tidak gugup dan ragu.
"Nak Arya sudah siap?” tanya penghulu.
"Siap, Pak!”
"Mari jabat tangan saya!”
Arya mulai menjabat tangan penghulu. Dengan serius Arya menjabat tangan penghulu.
Bella terus melihat pintu masuk berharap Alex datang menghentikannya jika tidak itu artinya sudah tidak ada lagi harapan memperbaiki hubungan dan Aryalah jodohnya.
“ Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Arya Sanjaya bin Abimanyu Sanjaya dengan Adinda Isabella binti Husain dengan mas kawin cincin berlian 3,5 garam dan uang 50 juta di bayar tunai!”
“Saya terima nikah dan kawinnya Isabella binti Husain untuk saya sendiri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!” Arya menyambut sang penghulu dengan satu kali tarikan nafas.
Semua orang mengucap syukur begitu juga Bella. Bella tersenyum penuh haru kini Arya sudah sah menjadi suaminya. Hidup dan pengabdiannya saat ini ia serahkan pada Arya. Bella menyalami Arya, Arya pun meneteskan air mata saat melihat wajah Bella. Arya menyatukan keningnya ke kening Bella, mereka tersenyum penuh haru. Arya menakup pipinya begitu sebaliknya.
__ADS_1
"Istrku,” gumam Arya.
"Satu-satunya," balas Bella. Arya mengangguk lalu mencium kening Bella dengan rasa cinta.
Semua orang pun terharu melihat pasangan suami istri yang baru saja sah itu. Perlakuan Arya yang begitu romantis membuat orang haru dan iri.
"Pa-pa!” seru Reyhan tiba-tiba membuat semua orang melihat ke arah Reyhan. Utari yang sedari tadi memangkunya akhirnya menurunkan Reyhan. Reyhan berjalan tertatih menghampiri Arya.
Arya langsung memeluk Reyhan saat Reyhan sampai di hadapannya. Arya kemudian di minta penghulu untuk menyematkan cincin pernikahannya di jari manis Bella. Arya melakukan semuanya dengan menggendong Reyhan dan akhirnya pun mereka berfoto bertiga.
"Bella!” Suara seseorang mengejutkan semua orang. Bella melihat ke arah sumber suara dan melihat seseorang yang sedari tadi ia tunggu. Namun semua sudah terlambat.
"Abang!” Bella melihat Arya lalu melihat Alex kembali.
Alex yang tampak sedikit tidak terurus berjalan perlahan menghampirinya. beberapa bodyguard hendak turun tangan Namun Bram mengangkat tangannya agar membiarkan Alex menghampiri Bella. Bram memberi kesempatan Alex agar berbicara dengan Bella di depan orang banyak dan ingin tahu bagaimana reaksi cucu menantunya itu
"Bella, Maafkan Abang.” Alex tersungkur di kaki Bella, Bella pun sigap mundur satu langkah dan terus memegang Reyhan yang ada di gendongan Arya.
"Semua sudah terlambat, Bang! Terlambat! Aku sudah istri orang lain. Percuma Abang meminta maaf tidak akan mengubah pendirianku. Aku tetap membenci Abang!”
"Ibel, Abang menyesal dengan semuanya. Abang minta maaf dan izinkan Abang memeluk Anak Abang sendiri!” Mohon Alex.
Bella begitu ketakutan, Takut Alex mengambilnya. Arya memerintahkan beberapa bodyguardnya dengan isyarat mata agar menangani Alex. Tiga bodyguard maju menghalangi Alex.
"Silahkan pergi, tuan. Tuan tidak di undang di pernikahan ini!” Ujar salah satu bodyguard
yang menghadang Alex.
"Minggir kalian jangan halangi aku menemui putraku sendiri.”
"Tunggu!” Arya maju dan berdiri dihadapan Alex.
"Kau yakin itu putramu! Kau peduli dengan Bella dan putramu? Jika ia biarkan mereka bahagia tanpamu, karenamu mereka berdua sengsara. Apa kau mau itu terjadi lagi? pergilah!”
"Arya tolong! Aku datang kemari hanya ingin meminta maaf pada Bella dan memeluk putraku. Aku berjanji setelah ini aku tidak akan mengganggu kehidupan kalian, tapi tolong izinkan aku bertemu putraku. Tolong Arya, Izinkan aku meminta maaf! Aku benar-benar menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan pada Bella!”
"Apa kau tidak mendengar Bella tidak ingin memaafkanmu. Hatinya terlalu sakit, Alex!”
“Bella, tolong maafkan Abang!”
__ADS_1
Arya memerintahkan bodyguard menyeret Alex keluar dengan kedipan mata. Tak lama Alex di seret keluar.
"Bella maafkan Abang!”
"Tunggu!” seru Bella yamg kasihan dengan. Alex. Sepertinya Alex benar-benar ingin meminta maaf. Bella berjalan mendekati Alex yang di pegangi dua bodyguard.
“Tolong lepaskan dia, pak!” pinta Bella pada dua bodyguard agar Alex di lepaskan.
“Abang menyesali semuanya?” tanya Bella sambil menggendong Reyhan. Alex tersungkur kembali di kaki Bella.
"Iya, Bella Abang sangat menyesal. Maafkan Abang.”
Berat rasanya Bella memaafkan Alex. Bella tidak bisa menjawab permintaan maaf Alex.Ia hanya bisa diam dan menangis.
"Bangunlah. peluklah putramu setelah ini pulanglah pada Mbak Anna. Mbak Anna juga membutuhkan Abang!”
Alex bangkit lalu memperhatikan wajah Reyhan yang begitu mirip dengannya. Alex mengambilnya dari gendongan Bella dan memeluk Reyhan dengan tangis pilu. Arya menghampiri Bella dan memeluknya. Tangis haru semua orang pecah melihat Alex yang begitu menyesali perbuatannya. Alex memeluk Reyhan sampai terduduk di lantai.
"Pa-pa!” Reyhan teru memperhatikan wajah Alex. suara mungil itu membuat Alexe menangis. Setelah merasa puas Alex mengembalikan Reyhan pada Bella.
"Terima kasih Bella. Maafkan Abang. Boleh Abang memelukmu untuk terakhir kalinya.”
“Maaf Bang! Aku sudah menjadi istri orang lain. Tidak pantas berpelukan denganmu yang hanya seorang mantan. Abang boleh memeluk Reyhan tapi tidak denganku!”
“Maaf! Selamat untuk pernikahanmu. Izinkan Abang untuk terus bisa bertemu anak kita!”
"Akan aku pikirkan nanti. Aku harus membuat surat perjanjian lebih dulu untukmu, Bang!”
Alex tertawa kecil lalu mengusap rambut Reyhan. Alex kemudian menyalami Arya.
"Aku serahkan Putraku dalam pengawasanmu. kedepannya aku tidak akan pernah lupa tanggung jawabku padanya. Terima kasih sudah menjaganya selama ini.”
"Sama-sama. Semoga kau berubah menjadi lebih baik lagi, untuk anak dan istrimu!”
Alex tersenyum kemudian pergi dari acara tersebut. Ia tahu ia tidak di undang serta tidak ingin merusak hari bahagia ibu dari anaknya.
Bella tersenyum sambil menamgis menatap kepergian Alex. Kini ia benar-benar yakin cinta hanta untuk Arya.
"Mas, Terima kasih.”
__ADS_1
Bella memeluk erat Arya begitu juga sebaliknya.