DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 55 BERIKAN CINTA ITU UNTUKKU


__ADS_3

Alex kembali ke rumah dengan keadaan kacau. Anna yang melihatnya hanya diam sambil menyuapi putrinya.


"Kau dari mana saja tiga hari ini tidak pulang dan tidak memberi kabar?” tanya Anna datar.


"Mencari keberadaan putraku di Surabaya. Bella juga sudah menikah!” jelas Alex duduk di sofa sambil melihat putrinya.


"Kamu gagal mencegah pernikahannya?” tanya Anna sedikit ketus.


"Biarlah! Aku Rasa ini yang terbaik untuk Bella! Yang penting aku masih bisa bertemu dengan Reyhan.”


"Kamu tidak merasa Bella itu masih mencintaimu!”


Alex mengerutkan dahinya, apa yang di maksud sang istri? Sudah jelas Bella menikah dengan Arya kenapa Anna berfikir jika Bella masih mencintainya.


“Kenapa kamu bicara seperti itu?”


"Sehari sebelum pernikahannya. Aku datang menemuinya di kediaman Om Abi. Aku bertanya padanya, Apa dia masih berharap denganmu atau tidak. Tapi dia diam saja. Terlihat dari wajahnya dia masih berharap dirimu datang memperbaiki semuanya. Mungkin kamu terlambat dan dia tidak bisa berbuat apapun karena jika ia mengatakan hal sebenarnya. Berapa hati yang akan kecewa padanya. Dan tidak mungkin ia membuat malu keluarga Sanjaya. Keluarga terpandang, terkenal baik dan ramah! Tadinya kalau kamu bisa menghentikannya.”


"Sudahlah, Na! Lambat laun dia pasti bisa menerima Arya!”


"Yakin? Cinta wanita itu sulit di tebak. Kaum kami pandai menyimpan rasa sampai mati.”


"Kamu kenapa sih, malah membicarakan ini. bukannya ini kemauan kamu, tidak lagi aku madu?”


Alex bangkit dari duduknya lalu menuju lantai atas sedangkan Anna hanya bisa diam. Karena ia juga tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana menyampaikan penyakitnya yang setelah melahirkan semakin menjadi.


Anna juga sudah menyampaikan prihal penyakitnya dan meminta Bella kembali pada Alex, akan tetapi Anna tetap diam. Maka dari itu Anna juga bingung. Anna bingung bagaimana jika ia tidak lagi hidup. Siapa yang mengurus Putri dan suaminya dan hanya Bella yang memahami Alex.


Disisi lain Bella sedang berdiskusi dengan Arya masalah resepsi pernikahan. Bella sebenarnya tidak ingin di adakan pesta, ia malu dengan statusnya. Tetapi keluarga besar Arya pasti sudah memiliki impian untuk pesta pernikahan cucu laki-laki tertua di keluarga Sanjaya yaitu pesta megah.


Bella sadar ia sudah masuk di ruang lingkup keluarga Arya, keluarga orang kaya yang sudah pasti banyak aturan dan privasi yang harus ia jaga, mulai sikap dan tutur kata. bahkan mungkin cara berpakaiannya pun ia harus bisa memilih dan memilah mana yang pantas untuk acara santai dan formal.


Memang keluarga Sanjaya saat sedang berkumpul selalu penuh humor tetapi sepengetahuan Bella semua keluarga Sanjaya penuh karismatik dan Wibawa dengan pembawaannya masing-masing di depan orang lain. Sanggupkah Bella mengimbanginya. Dia yang hanya orang biasa dan dari kampung.

__ADS_1


“Aku ikut saja, Mas. Sebenarnya kalau boleh memilih tidak usah berpesta. Apa lagi pesta tiga hari tiga malam. Tapi mengingat Mas punya keluarga besar dan Mas cucu laki-laki tertua aku ikut saja. yang penting Reyhan tidak terabaikan.” Balas Bella pasrah dengan pilihan Arya dan keluarganya.


Arya memandangi Bella ia tahu Bella tidak menyukai pesta dan sejenisnya. Akhirnya Arya memutuskan untuk pesta satu hari saja.


“Ya sudah, biar sama-sama enak. Ambil jalan tengah ya. Pesta sehari saja,” balas Arya meraih jemari Bella. Bella tersenyum tipis lalu memeluk Arya.


Pandangan Bella kosong. pikirannya menerawang mengingat ucapan Anna saat menemui kemarin. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Pikirannya saat ini hanyalah Reyhan. Untuk pernikahannya dengan Arya ia jalani seperti air mengalir.


“Kamu bahagia?” tanya Arya masih memeluk Bella. Bella mendongak melihat wajah Arya dan tersenyum.


"Wanita manapun pasti bahagia menikah denganmu, Mas. Kamu begitu sempurna sebagai laki-laki, mempunyai segalanya. keluarga, cinta dan kekayaan yang tidak pernah habis sampai cucumu kelak.”


"Tapi kekayaan tidak ada artinya jika aku tidak memilikimu dan Reyhan. Kamu dan Reyhan lebih dari segalanya.”


"Tapi aku gak mau kalau kamu gak punya apa-apa. Aku dan Reyhan mau di kasih makan apa?” canda Bella dan keduanya tertawa.


"Kasih makan nasi dong!” Arya semakin erat memeluk Bella.


"Wah ... pengantin baru makin mesra aja.” Tasya menghampiri mereka.


"Iya, udah balik lagi. Biasalah sok sibuk. Tadi ada janji sama seseorang, cuma makan malam setelah itu aku balik lagi ke sini.”


"Oh! Mau saya buatkan teh hangat Mbak!” Tawar Bella melihat Tasya sepertinya kelelahan.


"Tidak usah. Tadi sudah minum teh di pesawat. Ya sudah aku mau ke kamar! Maaf udah ganggu. Oh si krucil udah tidur.”


"Reyhan tidur sama Mama, Papa. Gak tau belakang terakhir ini lengket sama Mama!”


"Wah tanda-tanda mau punya adik!” Tasya tertawa sambil keluar dari kamar Arya


Arya juga tertawa melihat adiknya lalu ia pun menutup pintu kamarnya.


"Ya sudah kita tidur ya. Sudah malam.” Arya merangkul Bella dan mereka berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Bella mencoba mandangi wajah Arya begitu sebaliknya. mereka saling berpegangan tangan.


"Berikan cinta itu untukku, Sayang. Arya mencium tangan Bella.


"Aku sudah memberikan semuanya, Mas. disaat ijab itu terjadi, kamulah jodohku. Aku tidak lagi mengharap orang lain. Hanya kamu.”


Arya mulai mencium Bella dan akhirnya mereka melakukan lagi. Hening malam membuat Arya semakin bersemangat. Bella hanya pasrah saat Arya begitu menggebu di malam kedua.


Belum sampai puncaknya Pintu kamar di ketuk seseorang berapa kali. Dan terdengar Reyhan menangis.


"Mas, Reyhan.”


"Sebentar sedikit lagi keluar!”


“Arya buka pintunya!” teriak Utari.


"Sebentar Ma, Nanggung!”


"Cepat selesaikan! Reyhan lagi gak mau minum susu dari dot!”


Terpaksa Arya menyelesaikan permainannya, lalu Bergegas mengenakan piyamanya dan membuka pintu. Bella hanya tertawa kecil melihat ekspresi kesal Arya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Mama ganggu aja?” kesal Arya melihat Utari masuk begitu saja.


"Nanti kan bisa di lanjut, Maaf sayang Reyhan lagi gak mau minum susu di dotnya. Mungkin Mau nyusu sama kamu.” Utari memberikan Reyhan pada Bella.


"Eh. kamu bersihin badan dulu ya. biar hilang itu bekas bayi tuanya!” Utari melihat Arya masih di dekat pintu.


"Iya, Ma. Maaf ya. ngerepotin.”


"Gak apa-apa. kan cucu Mama juga!”


"Udah! Mama keluar ah! Ganggu!”

__ADS_1


“Emang enak di ganggu anak sendiri!” Utari tertawa sambil keluar kamar. Sedangkan Arya menggelengkan kepalanya lalu menutup pintunya.


"Anak Papa, kenapa? Haus ya. sini sama Papa dulu ya! mama bersih-bersih dulu!” Arya menggendong Reyhan yang di tinggal Bella ke kamar mandi.


__ADS_2