
Saat ini Reyhan tengah merayakan ulang tahunnya yang ke 4. Pesta di adakan di restoran milik Arya. Semua hiasan di dominasi dengan salah satu tokoh animasi power renger. Reyhan tampak bahagia dan senang semua keluarga dari ayah tirinya ikut serta tidak terkecuali Tasya yang ikut memeriahkan acaranya. Walau pun sibuk Tasya selalu hadir untuk acara keluarga.
Semua bernyanyi selamat ulang tahun lalu Reyhan meniup lilinnya dan berlanjut potong kue. Reyhan memberikan potongan pertama untuk sang Ibu, kedua untuk Papa Arya dan terakhir untuk Tasya.
"Ini untuk Tante Tasya,” ujar Reyhan sambil memberikan kuenya.
“Terima kasih, sayang! Oh iya tadi berdoa apa sih sebelum potong kue?” tanya Tasya.
“Berdoa ... supaya ... Tante dan Om cepat nikah. Tante udah segini, segini.” Reyhan menunjukkan jarinya menunjukkan usia Tasya yang ke 34 tahun.
“Tante udah tua ya. Duh besok deh Tante nikah sama Om itu ya. Omnya ganteng gak?” tanya Bella melirik Kekasihnya yang seorang dokter, usianya oun terpaut 10 tahun darinya.
"Boleh...,” jawab Reyhan dengan suara lucunya. Tasya memeluk Reyhan dan mencium pipinya.
Tak lama datang seorang wanita cantik seumuran Bella. Wanita itu adalah anak dari sahabat Utari yang ingin dikenalkan pada Arya.
Bella yang memang sudah mengetahui rencana Mama mertuanya ingin Arya menikah lagi, Bella hanya bisa menerimanya dengan pasrah.
“Selamat sore semua, Tante, Mbak Bella!”” sapa Wanita tersebut.
"Akhirnya kamu datang, Rena. Ayo sini!” Utari sedikit menarik Renata agar berdiri di samping Bella.
Tasya hanya menghela nafas dan langsung meninggalkan tempat acara dengan perasaan kesal pada sang Mama. Kekasihnya pun menjadi bingung dan hanya mengikutinya.
"Aku pergi ada urusan!” seru Tasya sambil terus berjalan keluar dari restoran.
“Anak itu,” gumam Abi melihat putri kesannya. Bella hanya tersenyum tipis melihat Tasya keluar, ia memaklumi jika Tasya memang wanita yang mempunyai segudang kesibukan.
Sementara Itu Reyhan asyik memakan kue bersama Narti. Arya, Bella, Utari dan Abi serta Renata duduk tak jauh dari tempat Reyhan makan kue.
"Arya ini Renata, Anak Tante Dirga,“ ucap Utari memperkenalkan Renata.
"Halo, Mas! Saya Renata, panggil saja Rena.” Renata mengulurkan tangannya. Arya sedikit ragu membalasnya.
"Arya,” jawab Arya sedikit malas.
__ADS_1
Utari memberi kode pada Bella agar Bella sendiri yang menyampaikan tentang Renata. Bella yang sedari tadi menahan sesak hanya mengangguk.
“Ya sudah Mama, papa tinggal dulu ya. Ayo Pa, Ikut cucu kita Reyhan.” Utari dan Abi bergabung dengan Reyhan. Abi sebagai orang tua tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga sang anak. Tapi Bella juga sudah meyakinkan dirinya jika semuanya akan baik-baik saja.
“Mas ... ini Renata. Aku sudah kenal dia dua bulan lalu. Mas, Mas tau kan, Aku tidak lagi sempurna sebagai wanita. Jadi aku minta sama kamu untuk menikah lagi dengan Renata. Ini sudah kita bicarakan, kan?”
“Maksud kamu apa sayang? Kamu masih waras, kan. Tidak! Aku tidak mau! Kemarin aku diam, aku pikir kamu bercanda?” Arya begitu kesal dengan permintaan sang istri.
"Mas, tolong jangan membuatku selalu bersalah seumur hidup karena tidak bisa memberikanmu anak.”
“Bella....” Arya meraih tangan Bella.
“Mas, aku mohon. Tolong Mas nikah lagi, Aku ingin melihat kamu memiliki keturunan. Tolong jangan membuatku bersalah seumur hidup.” Bella memohon pada Arya agar mau menikah dengan Renata. Walau sebenarnya hatinya begitu sakit dan tidak rela harus dimadu lagi. Dahulu ia menjadi madu kini ia dimadu.
"Aku tidak bisa memberikan jawaban sekarang.” Arya sekilas melihat Renata lalu melihat sang istri yang masih memohon padanya. Abi kemudian meninggalkan mereka dan menyendiri di sudut lain.
Bella mengusap air matanya lalu tersenyum ke arah Renata. “Kamu jangan khawatir. Saya pastikan Mas Arya akan menikah denganmu dan terima kasih sudah mau membantuku!” ujar Bella dengan senyum palsunya. Renata hanya tersenyum tipis.
Flashback saat Utari meminta Bella agar Arya menikah lagi.
"Mama!” Belly tersenyum saat mertua datang. Namun saat mertuanya turun dari mobil bersama seorang wanita ia hanya mengerutkan dahinya. Wanita itu tampak elegan, manis, cantik dan sopan.
“Mama.”
“Halo sayang!” Utari sekilas memeluk Bella.
"Tidak biasanya Mama datang di jam seperti ini?”
“Iya, tadi habis dari butik. Oh iya kenalkan, ini Renata.”
“Halo Mbak! Apa kabar, saya Renata.”
“Hai, saya Bella.” keduanya pun saling berjabat tangan.
"Oh, Iya. Mari masuk. Ayo Ma!” Ketiganya pun masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Renata tersenyum saat melihat foto pernikahan Bella dan Arya, rupanya Arya begitu tampan dan kaya. Tidak salah jika ia menyanggupi permintaan Utari.
"Silahkan duduk, Ma, Mbak Rena.” Utari dan Rena duduk di sofa ruang tengah.
"Saya buatkan minum dulu ya, Ma.”
“Eh ... tidak usah! Kami sudah minum tadi di kafe. Sini kamu duduk dekat Mama. Mama mau membicarakan hal penting sama kamu.”
Bella duduk di samping Utari. “ Hal penting apa, Ma? Sepertinya sangat penting?”
“Begini sayang! Mama sebenarnya berat meminta hal ini sama kamu. Tapi Mama harus melakukannya?”
"Hal penting apa, Ma. Mungkin saya bisa bantu!”
"Memang harus dengan bantuanmu dan persetujuanmu, sayang. Em ... begini. Sebelumnya Mama minta Maaf. Rasanya berat menyampaikannya. Mama minta tolong dan izin kamu. Tolong izinkan Arya untuk menikah lagi, sayang!”
“Apa? Maksud Mama?” Bella langsung paham dengan wanita yang Utari bawa.
"Mama mohon pengertian kamu sayang. Kamu kan sudah mempunyai anak, sedangkan Arya belum. Lalu jika tidak menikah lagi, bagaimana Arya bisa memiliki anak. Arya butuh penerus, sayang! Seperti Mantan suami kamu. Tapi bedanya Istri tua Alex akhirnya bisa mengandung. Tapi kamu....”
“Jangan di lanjutkan, Ma!” Bella memotong pembicaraan Utari.
"Saya tahu maksud Mama. Mungkin akan saya pikirkan dan bicarakan sama Arya dulu.”
"Tapi kamu gak apa-apa di madu, kan. Tidak keberatan, kan. Demi Arya, sayang!”
"Iya, Ma. Demi Mas Arya.” Bella sudah tidak bisa berbuat apapun. Mau tidak mau ia harus menerima kenyataan yang awalnya hanya khayalannya saja. Rupanya cepat atau lambat ternyata benar-benar terjadi.
"Kamu memang berhati mulia sayang! Andai musibah kemarin tidak menimpamu. Mama tidak akan melakukan hal ini.”
“Tidak apa-apa, Ma. Namanya musibah tidak ada yang tau.”
“Terima kasih, Sayang atas pengertianmu. Kalau begitu kami pamit ya.” Utari bangkit di ikuti Renata. Bella juga bangkit dari duduknya dan mereka sekilas berpelukan.
"Permisi ya, Mbak!” Pamit renata. kemudian Utari dan Renata pulang.
__ADS_1
Bella duduk di sofa dan menangis, ia juga tidak tahu harus berbuat apa dan hanya bisa menuruti permintaan Mama mertuanya. Bagaimana pun, Arya juga berhak memiliki anak, agar ada penerus darahnya.