
Setelah selesai, Bella menggunakan baju tidur dan jaket milik suaminya, ia begitu kedinginan tengah malam harus melayani suami dan mandi tengah malam, walau menggunakan air hangat tetap saja terasa dingin.
"Dingin, Bang. Mana hairdryer ku?” Bella mencari Hairdryer di dalam kopernya. Alex yang sedang menyisir rambutnya tertawa melihat istrinya kedinginan. Alex meraih remote pendingin ruangan dan mematikannya, setelah itu menghampiri Bella.
"Sini Abang bantu mengeringkan rambutnya!” Alex mengambil alih hairdryer dari tangan Bella. Bella duduk di kursi di depan cermin.
"Lain kali jangan tengah malam begini Bang. Apalagi di kampung. Dingin!” cicit Bella.
"Justru dingin itu Abang suka, sayang. Biar di panaskan setiap hari.”
"Abang...!” Bella membalikkan badannya lalu memeluk pinggang Alex. Alex hanya terkekeh sekaligus senang, suara manja Bella yang ia rindukan terdengar kembali ditelinganya.
Alex selesai mengeringkan rambut Bella, kemudian mereka menuju tempat tidur dan berbaring sambil berpelukan.
"Abang masih lama di Surabaya?”
"Sampai Reyhan selesai liburan sekolah. Abang sengaja pulang menunggu Reyhan biar lebih lama bermain bersamanya, tapi saat di bandara Abang ketemu Tasya dan Tasya menceritakan semuanya. Akhirnya Abang datang ke rumah Arya, Abang ketemu Narti. Narti menceritakan semuanya, Narti bilang Arya akan menemuimu di restoran untuk menyerahkan akte perceraian kamu, akhirnya Abang menyusul ke restorannya.”
Bella menghela nafas panjang mendengar jawaban Alex yang begitu panjang, padahal ia hanya mengajukan satu pertanyaan.
"Aku tanya sekali, Abang jawabnya sepanjang kenangan.” Bella membelakangi Alex, Alex pun pindah posisi memeluk Bella dari belakang.
"Biar kamu juga tidak penasaran kenapa Abang tahu kamu ada di restoran.”
"Hem, Ya sudah Bang, tidur. Sudah jam satu malam.”
"Abang punya satu pertanyaan?”
“Apa?” jawab Bella sambil memejamkan matanya.
"Kenapa kamu mengalah dengan Laura. Bukannya kamu juga cinta sama Arya dan begitu sebaliknya.”
"Cinta saja tidak cukup, Bang. Aku hanya orang biasa yang mempunyai kekurangan. Aku juga tidak tahan di hina Mama Utari dan iparku Wilona karena kekuranganku yang tidak aku inginkan. Mas Arya bukan tidak mau membelaku, tapi aku juga tidak ingin Mas Arya membangkang dengan Mamanya. Jadi lebih baik aku mengalah demi kebaikan semuanya, Baik untuk anak-anak Mas Arya dan Laura. Tapi Khususnya untuk diriku sendiri yang harus waras mengasuh dan merawat Putraku sendiri. Jika aku bertahan, aku bisa setiap saat tertekan batin dengan mertua dan iparku, belum lagi istri Mas Arya, Laura.” Bella menoleh ke arah suami yang rupanya sudah tertidur.
__ADS_1
"Astaga, Abang tanya! Di jawab malah udah tidur duluan. nyebelin, percuma dari tadi aku bicara panjang kali tinggi.” Akhirnya Bella tidur dan sedikit menarik tangan Alex agar lebuh erat memeluknya.
"Aku mendengarnya, sayang.”
Bella tersenyum lalu membalikkan badannya dan masih memeluk Alex. Bella memandangi wajah Alex dengan ditail. Wajah yang terus ia lihat dari bayangan sang anak. Sekilas ia tersenyum kemudian mencium pipi Alex. Alex hanya tersenyum lalu keduanya saling berpelukan dan tidur hingga pagi.
Keesokan Harinya. Bella bangun lebih dulu, seperti biasa menjalankan shalat subuh. Setelah itu ia membangunkan sang suami.
"Abang, bangun,” bisik Bella sambil mencium pipi Alex.
"Bang.”
Alex menggeliat dan membuka matanya melihat senyum nsang istri. "Pagi, sayang,” lirih Alex menarik Bella kepelukanya.
"Abang, Bangun dulu. Subuh dulu. Akubmau siapkan kopi sama sarapan anak-anak.”
"Tidak usah, ada Bu lek nanti yang masak. Anak-anak biar sama Yuli dulu. Abang mau berduaan sama kamu.”
"Iya, tapi shalat dulu.”
"Hem.”
Alex bergegas bangun dan shalat subuh. Sementara Bella ke kelur dari kamar, sebab ada seseorang yang mengetuk pintu. Bella menutup kepalanya penutup kepala yang ada di Jaket suaminya. ( Namanya apa ya)
"Iya, sebentar.” Bella membuka jendela, rupanya Wati yang datang bersama suaminya membawa berbagai sayuran dan lauk yang akan di masak.
"Bu lek, pak lek. Kok pagi kesini bawa sayuran.” tanya Bella heran, pasalnya Ia tidak memesan apa pun dan suaminya juga tidak mengatakan apapun.
"Suami kamu yang pesan ini semua. tadi malam kirim pesan sama bulek, minta di belanjakan, Jadi pagi-pagi bulek ke pasar jam tiga pagi.”
Bella masih melongo melihat Wati dan suaminya masuk kedalam rumah dan menuju dapur.
"Si Abang kapan kirim pesan sama Bu lek. Abang ada-ada saja.” Bella menutup pintunya kemudian menuju kamar.
__ADS_1
“Bang, Emang Abang pesan sama Bu lek buat beli sayuran?” tanya Bella sambil menutup pintu.
"Kunci pintunya,” balas Alex sambil melipat sarungnya. Bella mengunci pintunya lu menghampiri sang suami.
"Iya, tadi malam Abang kirim pesan sama bulek, waktu kamu ganti baju. Sini! katanya mau kasih jatah Abang lagi.” Alex menggoda Bella. Bella sedikit kesal sambil membuka jaketnya.
"Jangan cemberut, dong!” Alex mulai menjelajahi tubuh Bella dan mereka pun melakukannya lagi.
"Abang tidak pernah berubah,” Lirih Bella menatap Alex penuh cinta di sela permainan sang suami. Alex jarang bermain kasar saat bersama Bella dan Anna. Karena mereka berdua senang dengan permainan yang lembut.
Saat bersama Arya, Bella hampir setiap saat kesakitan karena Arya bermain kasar, sudah mengeluh pun Arya justru begitu menyukai jika lawanya kesakitan. Bella juga tidak pernah bersikap manja saat bersama Arya, pembawaan kalem dan penurut. Bella melakukan itu hanya menyesuaikan keluarga Arya yang sepanjang ia tahu tidak pernah bersikap manja. Ia ingin bermanja pun takut salah di mata Arya dan keluarganya. Apa lagi bersikap seperti anak kecil.
Setelah selesai, Bella memeluk Alex dan merebahkan kepalanya di dadanya.
"Bang.”
"Apa, sayang.”
Bella tersenyum dan teringat saat-saat malam pertama mereka. perlahan Bella memainkan junior Alex membuat Alex tertawa geli.
"Stop sayang. Udah gak bisa berdiri lagi.” Alex memegang tangan Bella.
"Cuma pegang aja.”
"Iya tapi jangan di remas, ngilu.” pekik Alex. Bella tertawa lalu mencium pipi Alex.
"Kamu itu dari dulu gak berubah. Suka iseng sama Abang. Waktu sama Arya, begini juga.”
“Gak! Gak berani. Aku langsung bersih-bersih. Habisnya dia mainnya kasar, aku capek duluan.”
"Oh, kasihan. Berarti tidak begitu menikmati.“ Alex tertawa melihat wajah cemberut Bella.
"Abang ..., udah ah jangan ceritakan mantan. Gak mau. kita tata rumah tangga Kita sendiri.”
__ADS_1
"Iya, Maaf. mulai hari ini. Kita fokus rumah tangga kita. Abang akan terus memperbaiki diri dan menebus semua kesalahan Abang yang dulu dan kamu adalah istri Abang satunya."
Bella tersenyum kemudian memeluk Alex kembali. Mereka berharap kali ini pernikahan sampai maut memisahkan dan tidak ada lagi drama orang kedua dan ketiga bahkan pihak-pihak yang tidak berkepentingan.