
"Kamu ngapain di kamarku!” tanya Arya heran melihat sang adik Tasya di balik selimut tempat tidurnya. Bella tertawa di samping Arya melihat adik iparnya seperti anak kecil.
"He, takut kak! Takut di itu Mas duda!”
"Astaga! Di itu bagaimana?”
"Itu...!” Tasya memperagakannya dengan tangannya.
"Astaga! Ya gak apa-apa. Enak tau! Udah sana keluar, Pengantin baru, malam pertama numpang di rumah kakaknya. Hadeuh!!” Arya menarik tangan Tasya.
"Gak mau kak, takut!!”
"Kamu ya! Kakak juga mau itu sendiri sama istri kakak!” Arya menarik sang adik lalu membopongnya keluar.
"Turunin! Arep di gowo neng di tah?” Tasya memberontak saat Arya membawanya ke kamar tamu.
"Kak. Ini istrinya! Terserah mau diapain!” Arya melempar Tasya di atas tempat tidur. Suami Tasya hanya melongo sambil menggunakan kaos, karena ia baru saja selesai mandi.”
Arya pun langsung keluar tidak peduli sang adik memanggilnya.“ Kak! Tunggu! Ngeselin. Gak tau apa aku lagi nervous,” lirih Tasya sambil melihat suaminya menghampirinya.
Sementara itu Arya kemabali ke kamarnya.“ Punya adik 5 kayak Tasya udah pingsan tiap hari!” grutu Arya saat masuk kamarnya.
“Untung satu modelan adik kayak dia!” Arya melihat sang istri sedang menyisir rambutnya di depan cermin sambil tersenyum melihat dirinya dari pantulan kaca.
“Mas kenapa ngedumel!” tanya Bella.
“Gak! Itu Tasya udah dewasa aja gak tau begituan. Hidup taunya kerja, kerja dan kerja.” jelas Arya sambil berbaring di tempat tidur. Bell yang selesai menyisir rambut pun ikut berbaring di sampingnya.
“Dari pada, Mas. Hampir tiap malam minta, minta, minta!” Bella tertawa sambil mencubit gemas kedua pipi suaminya.
"Karena aku suka lihat wajah kamu yang menikmatinya!”
Bella tersipu malu lalu memeluk Arya. “Sudah yuk tidur, sudah malam. aku capek, Mas. Aku gak tau kejutan apa lagi yang akan Tuhan berikan saat aku membuka mata di pagi hari.”
“Kenapa bicaranya seperti itu?”
“Tidak tahu. Hanya firasat saja besok ada kejutan dari Tuhan.” Bella membalikkan badannya dan membelakangi Arya. Arya pun memeluknya.
Arya tidak mau ambil pusing dengan ucapan istrinya. Padahal akan terjadi sesuatu di antara mereka.
Keesokan harinya, Bella bangun lebih awal. Menjalankan aktivitas seperti biasa, menyiapkan serapan bersama asisten rumah tangganya. Berhubung saat ini ia masih cuti dan sudah berjanji dengan Alex untuk bertemu dengan sang anak di suatu tempat permainan. ia pun menyiapkan segalanya keperluan sang anak di bantu Narti, Baby sitternya.
"Sayang!“ panggil Arya yang baru saja bangun tidur. Arya berjalan ke ruang makan untuk mencari sang istri.
__ADS_1
"Ya, Mas! Aku di dapur!”
Arya mengambil air minum lalu mengambil buah pisang setelahnya menghampiri sang istri di dapur.
"Lagi siapin apa? Kok banyak kotak makanan?” tanya Arya merangkul Bella.
"Mas lupa hari ini Reyhan ada janji sama Papanya, Alex. Abang mau ajak Reyhan jalan-jalan. Aku kan gak mau Reyhan jajan sembarangan jadi aku bawakan bekal untuk mereka semua. Ada Ara juga, kan.”
"Tapi, aku gak ikut ya! Tadi Papa telepon ada hal penting yang mau di bicarakan di kantor.”
"Yah, Mas. Gak enak dong, Mas gak ikut.”
"Kan ada bodyguard, ada Narti. ada baby sitternya Ara. Gak! Mas gak cemburu. Reyhan juga butuh sosok ayah kandungnya, kan. Gak apa-apa.”
"Baiklah. Tapi nanti nyusul ya. Kalau udah selesai di kantor.”
Arya mengangguk lalu mencium pucuk rambut Bella.
"Mbak, Bella. Masak apa! Aduh sakit!” ucap Tasya tiba-tiba datang dengan menahan sakit di perut bawahnya.
Arya tertawa melihat sang adik yang kesakitan saat berjalan.“ Enak, kan” goda Arya lalu menghampiri sang adik yang hendak duduk di kursi meja makan.
"Enak mbahmu. loro iki. Gila Mas duda itu tenaganya kuat tenan.” Tasya duduk di kursi meja makan yang tidak jauh dari dapur bersih.
"Yo ... ngono wong lanang! Semakin tuek semakin kuat.” Arya tertawa lepas melihat ekspresi kesakitan sang adik.
"Sialan! Emang aku dagangan. Payu!” Tasya menepuk lengan adiknya.
"Piye mau bengi, iso goyang tah?” tanya Arya.
"Goyang? Bukane maju mundur!“
Sontak Arya dan Bella serta semua asisten rumah tangga Bella yang mendengar kompak tertawa.
"Gusti ... Non Tasya udah berumur tapi polos!” saut si bibi dan mereka masih tertawa.
"Ah, Bibi. Udah ah jangan ledekin.” Tasya cemberut sambil menyambar buah apel di atas meja.
"Ya sudah! Setelah ini apa rencanamu?”
"Ke KUA mau lengkapi berkas kemarin yang belum lengkap.”
"Terus?”
__ADS_1
"Pulang ke rumah Papa. Terus terbang lagi ke Jakarta. Aku masih banyak kerjaan kak. Mas duda juga masih ada jadwal praktek operasi. Nanti malam.”
"Sayang, Mana kopinya!” seru Arya pada Bella.
"Ini, Mas. Maaf telat.” Bella ikut duduk di kursi meja makan.
"Sya! Mana kopinya, Mas!” seru suami Tasya tiba-tiba didatang ikut bergabung di ruang makan.
"Oh iya, lupa. Tunggu!” Tasya bergegas bangkit menuju dapur untuk membuatkan kopi suami.
"Pagi, Arya, Bella.” sapa Suami Tasya.
"Pagi, Kak.” jawab Arya dan Bella bergantian.
"Maaf ya, kami sudah merepotkan,” Ucap suami Tasya.
"Santai saja, Kak. Kita kan keluarga!” balas Bella sekilas tersenyum.
"Permisi, Nyonya. Ini ponsel Nyonya berdering dari tadi.” ucap salah satu asisten rumah tangganya membawakan ponsel Bella dari kamar, karena baru saja selesai membersihkan kamarnya. Dan ponsel Bella terus berdering, akhirnya ia bawa keluar.
"Oh, iya Mbak. terima kasih.” Bella melihat nama yang tertera di layarnya, rupanya dari mantan suami.
“Ya, Bang!” Bella menjawab sambung ponselnya.
"Nanti ketemu jam 10 di tempat yang kemarin sudah di sepakati!“
“Iya, sebentar lagi aku dan Reyhan ke sana. Aku siapkan keperluan Reyhan dulu.”
“Ok. Oh iya, kamu bagaimana kabarnya?” tanya Alex. Bella sekilas melihat suaminya yang tampak santai.
“Baik. Sehat.”
“Baiklah, sampai ketemu nanti. Abang juga lagi siap-siap.“ mereka berdua mengakhiri panggilan masing-masing.
“Mas, Mau sarapan sekarang?” tanya Bella.
"Boleh!”
"Sebentar aku ambilkan.” Bella bergegas ke dapur untuk mengambil sarapannya di bantu dua asistennya.
"Mbak Bella, ini segini banyaknya makanan buat siapa? Yang di kotak?” tanya Tasya melihat kotak makanan berupa ayam kecap sayur, puding dan irisan buah serta cemilan.
"Itu, Papanya Reyhan hari ini berkunjung, tapi hari ini bertemu di luar. Abang mau mengajak anak-anak di taman bermain. Biar sekalian piknik.”
__ADS_1
Tasya hanya mengangguk dan tersenyum tipis dan melirik ayam kecap kesukaan Alex. Rupanya Kakak iparnya itu tidak pernah lupa makanan kesukaan mantan suaminya.
"Ya sudak, Mbak. Ayo ikut sarapan. Mas dudanya Mbak udah nunggu kopinya.” Bella membawa sarapan untuk suaminya di ikuti Tasya di belakangnya sambil membawa kopinya.