DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 80 TALAK


__ADS_3

Arya mendatangi Bella di kamar Reyhan. Arya melihat Bella sedang tidur memeluk Reyhan seolah tidak bisa di pisahkan. Arya mengusap lembut rambut Bella lalu mencium keningnya. Merasa ada yang menggangu tidurnya, Bella pun membuka matanya melihat ke arah yang menggangu tidurnya.


"Mas Arya?” Bella kemudian bangkit dan duduk.


"Bisa bicara sebentar,” ucap Arya meraih tangan Bella.


"Boleh, silahkan.”


"Jangan disini, di kamar lain ya.”


"Di kamar utama?” tanya Bella.


"Tidak di kamar tamu. Kamar utama ada Laura dan anak-anak. Mereka ingin tidur di kamar utama.”


Bella tersenyum tipis dan menunduk. Rupanya kamar yang penuh kenangan tersebut juga sudah di kuasai Laura.


Bella mengangguk lalu mengikuti langkah Arya menuju kamar tamu. Sesampainyavdi kamar, Arya memeluk erat Bella.


"Maafkan aku sudah ingkar janji untuk menjadikanmu istri satu-satunya. Maafkan aku.”


Bella hanya diam dan tersenyum tipis melihat Arya. Rasanya begitu sulit memaafkan Arya akan tetapi ia hanya bisa diam memendam rasa sakit itu.


"Katakan, Mas ingin membicarakan apa?“


"Layani aku untuk malam ini saja, setelah itu Aku akan melepaskanmu dari pernikahan ini.”


"Maksud, Mas. Kita berpisah?”

__ADS_1


“Iya, Bukannya ini yang kamu mau dari beberapa bulan yang lalu.”


Air mata Bella terjun bebas membasahi Pipi. Dalam hatinya ia tidak ingin berpisah tapi jika terus bertahan ia akan terus kesakitan.


"Baiklah, itu artinya besok pagi aku akan keluar dari rumah ini bersama anakku. Kalau itu syarat yang kamu ajukan untuk menceraikanku. Baiklah Aku akan layani untuk malam ini saja.” Bella mulai membuka piyama tipisnya lalu membuka semua yang melekat pada tahun tubuhnya.


Bella mulai membuka kancing baju tidur Arya dan akhirnya mereka melakukannya untuk terakhir kalinya. Linangan air mata Bella terus meleleh di sela permainan sang suami dan butuh setengah jam menunggu Arya puas.


Setelah selesai Bella mengenakan bajunya begitu juga Arya. Arya mengecup bibir Bella lalu keningnya.


"Maafkan aku sayang.” Arya menggenggam Erat tangan Bella dan menatap Bella yang menangis.


“Malam ini, detik ini. Isabella binti almarhum Bapak Husain, aku Arya Abimanyu Sanjaya mentalak satu dirimu.”


Bella menahan nafas sambil memejamkan matanya mendengar kata talak dari bibir orang yang pernah memberikan kebahagiaan. Perlahan Bella melepas tangan Arya dan meatapnya.


"Aku terima talakmu, Mas!” Bella kemudian berlari keluar menuju kamar sang anak.


Bella akhirnya memutuskan langsung mengemasi barang-barangnya sebelum pagi menjelang semua barang pribadinya dan milik Reyhan ia kemas. Setelah itu ia menulis Surat dan menyiapkan berkas untuk di pengadilan Agama agar Memudahkan Arya mengurusnya.


Setelah selesai Bella berbaring di samping putranya dan memeluknya." Hanya kamu satu-satunya yang tidak pernah membuat Ibu kecewa, Nak. Mulai besok kita pergi dari rumah Papa Arya ya.“ Bella mencium pipi sang anak.


Jam 4 pagi Bella sudah meninggalkan rumah Arya dengan bantuan Asisten rumah tangga. Bella memesan taksi dan membawa barangnya dan barang Reyhan. Sebelum naik taksi Bella berpamitan dengan si Bibi.


"Bi ... Maafkan saya kalau saya banyak salah. Saya pamit ya, Bi. Dan saya titip surat dan berkas yang di butuhkan Mas Arya untuk di pengadilan nanti. Suratnya ada di kamar Reyhan, di atas meja belajarnya. Dan ... berikan cincin ini pada Mas Arya.” Bella melepaskan cincin pernikahan dahulu bersama Arya.


"Duh Gusti, Kenapa jadi seperti ini Nyonya. Terus Nyonya mau kemana, Kasihan den Reyhan.” si Bibi menangis melihat nasib Bella.

__ADS_1


"Saya sudah ada tempat tinggal, Bi. tidak usah khawatir. Untuk Reyhan, Reyhan anak saya, pasti saya jaga sebisa dan semampu saya. Salam permintaan maaf saya untuk semuanya ya, Bi.”


“Iya, Nyonya. Hati-hati di jalan.“


Bella pun menaiki taksi dan menuju rumah yang sudah ia beli beberapa bulan lalu, walau kecil, ia berharap bisa mendatangkan kebahagiaan bersama sang anak walau tanpa pasangan.


Sinar matahari mulai muncul mengiring aktivitas semua makhluk hidup. Tidak terkecuali Arya dan seisi rumahnya. Arya baru saja bangun dan langsung menuju ruang makan untuk mencari minum.


“Bibi, Mana kopiku!” seru Arya. Bibi pun datang dengan membawakan kopi untuk Arya.


"Silahkan tuan, ini kopi racikan Nyonya Bella, Sebelum pergi tadi beliau menyempatkan meracik kopi untuk tuan, saya hanya menuangkan air panasnya saja.”


"Pergi?” Arya mengira Bella pergi ke pasar atau jalan-jalan santai di sekitar kompleks rumah.


"Iya tuan, Nyonya pergi bersama den Reyhan sebelum subuh dan barangnya juga di angkut.”


Seketika Arya menyemburkan kopinya yang sudah ia seruput, lalu melihat Bibi dengan penuh tanda tanya.


"Maksud, Bibi?”


"Oh iya, Nyonya menitipkan ini. Surat dan berkas yang tuan butuhkan. lalu Nyonya menitipkan ini.” Bini meletakkan surat dan berkas data diri Bella serta cincinnya di atas meja.


Arya kemudian membaca surat yang ditinggalkan Bella.


“Mas, Maafkan aku, aku pergi tanpa pamit lebih dulu padamu. Maafkan aku jika selama menjadi istri, baik sengaja atau tidak sudah kurang ajar padamu. Jaga kesehatanmu, Aku hanya bisa mendoakan Mas Arya dan Mbak Laura selalu bahagia dan di berikan banyak anak seperti Oma dan opa. Tolong sampaikan juga permintaan maafku pada Mama dan papa, serta Opa dan Oma. Aku bukan menantu dan juga bukan cucu menantu yang membanggakan. Aku juga minta maaf atas nama Reyhan, jika selama ini Mas di repotkan dan terima kasih atas kasih sayang yang Mas berikan pada Reyhan.


“Mas ... apa boleh aku meminta padamu beberapa hal. Pertama, aku minta jika surat cerai dan putusan pengadilan sudah selesai, tolong kirimkan surat itu padaku. Nanti hubungi saja aku. Nanti aku akan mengambilnya. kedua, setelah sah berpisah, tolong jika melihat aku dan Reyhan dimana pun, tolong pura-pura lah tidak melihat kami begitu juga sebaliknya. Biarkan kami menata hati kami dan biarkan kami bahagia dengan cara kami sendiri. Itu saja, Mas. sekali lagi aku minta maaf sudah banyak salah. Oh iya satu lagi, untuk Reyhan. Jangan khawatir, dia ... dia anakku dan Mas tenang saja. Aku dan Reyhan tidak lagi di Mahendra school, jadi Mas tidak perlu repot lagi membayar sekolah Reyhan. Kami berdua sudah tidak lagi menjadi beban Mas Arya sepertinya yang Mama katakan.

__ADS_1


tertanda mantan istrimu, Isabella binti almarhum Bapak Husain.“


Begitulah isi surat Bella untuk Arya. Arya duduk dan terus memandangi cincin pernikahannya bersama Bella. Ia tidak menyangka rumah tangga yang tiga tahun ia bangun hancur begitu saja.


__ADS_2