DERITA ISTRI KETIGA

DERITA ISTRI KETIGA
BAB 84 AKAN RUJUK ?


__ADS_3

Reyhan dan Ara sudah tidur lebih dulu. Sementara Alex dan Bella masih duduk di kursi balkon hotel. Mereka sudah dua hari menginap di hotel setelah insiden restoran.


“Besok kita berangkat pulang kampung ya!”


"Iya, Bang. Tapi pulang ke rumah dulu ya. Mau bawa keperluan Reyhan. Sama nitip rumah sama tetangga. ya ... walau rumahnya gak ada apa-apanya.”


Keduanya tertawa kecil lalu Alex meraih tangan Bella. “Abang akan terus menjagamu dan Reyhan. Mungkin ini terlalu cepat tapi Abang tidak ingin menyesal kedua kalinya. Apa kamu mau kembali sama Abang?”


Bella terdiam, Ia tidak tahu harus menjawab apa disisi lain ada Reyhan yang membutuhkan sosok Ayah, disisi lain ia belum siap untuk menjalin hubungan, apa lagi dengan orang di masa lalunya.


“Tidak apa-apa, Kalau kamu tidak mau menjawab. Abang mengerti.”


"Maafkan Ibel, Bang. Ibel belum siap menjalin hubungan lagi. Biarkan Ibel menata hati Ibel dulu dan juga Ibel ingin menyelesaikan S2 Ibel yang tinggal beberapa bulan lagi.”


“Abang akan mendukungmu.” Alex tersenyum lalu mengusap lembut pipi Bella. Bella bpun tersenyum.


"Sekarang tidur ya. Abang tidur sebelah Reyhan.“ Bella Mengganguk lalu keduanya menuju tempat tidur. Mereka melihat anak-anak mereka yang sudah tidur lebih dulu.


Bella tidur di samping Ara dan Alex di samping Reyhan. Bella memeluk dan mencium Ara seperti anaknya. Bella memejamkan mata sedangkan Alex terus memandanginya.


Keesokan harinya Bella masih tidur setelah subuh karena ia begitu mengantuk. Alex membiarkan Bella tidur dan dirinya Mengurus anak-anak dibantu baby sister.


"Pelan-pelan sayang, Mama masih tidur,” ucap Alex pekan sambil menyuapi kedua anaknya. Sang baby sitter tersenyum melihat tuannya yang saat ini tersenyum lebar, sebab Bella saat ini ada di sisi sang tuan.


Baby sister merapikan barang-barang bawaan Ara, Alex serta milik Bella dan Reyhan.


"Sudah selesai, kalian main di sana ya, dekat Mbak Yuli. Papa mau bangunin Mama dulu.”


"Iya, Pa. Ayo dek!” Reyhan meraih tangan Ara untuk bermain bersama.


Alex menghampiri Bella yang masih meringkuk tidur, Alex mengusap lembut rambut Bella. Bella merasa ada yang mengusap rambutnya pun bangun dan melihat wajah ayah sang anak yang tersenyum padanya.


"Abang,” lirihnya. Ia bangkit lalu duduk dan mengusap wajahnya.

__ADS_1


“Kenapa Abang melihat aku seperti itu?”


"Kamu cantik dari dulu, sayang.” puji Alex.


"Masih pagi, Mas. Gak usah gombal sama mantan istrimu ini.”


"Sebentar lagi juga menjadi istriku lagi.” Alex mengambil air minum dari meja nakas.


"Abang bisa saja.” Bella mengambil air minum dari tangan Alex lalu meminumnya.


"Ya sudah, siap-siap . Sebentar lagi Abang pesankan sarapan. Baju ganti kamu juga sudah Abang belikan yang baru.”


"Terima kasih, ya Bang.” Bella tanpa ada sadar memeluk Alex.


Alex sedikit ragu untuk membalas pelukannya, ia tersenyum dan mengusap punggungnya.


“Ibel Rindu sama Ayah, Bang.”


"Iya, Hari ini kita ke kampung, Hem. Abang sudah sewa mobil selama di kampung.”


"Mobilnya di Jakarta, sayang. Di sini Abang, kan gak punya mobil sendiri."


"Baiklah, aku mandi dulu.


Bella menuju kamar mandi tak lupa membawa baju ganti buang di belikan Alex. Bella tersenyum saat menutup pintu kamar mandi, ia baru sadar sudah memeluk mantan suaminya. Kenangan saat bersama pun muncul kembali kenangan manis maupun yang menyakitkan. Namun melihat Alex kini berubah menjadi lebih baik dan sampai sekarang belum menikah, Ada rasa yang membuat Bella bahagia.


"Abang,” lirihnya kemudian ia mandi.


Sementara itu Alex merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan juga tersenyum. Hatinya begitu berbunga kini Bella ada disisinya.


Setelah selesai semuanya mereka semua turun dan cek out, Namun saat di lobby rupanya ada Laura yang ikut berkunjung bersama Arya, Arya tengah sibuk dengan manager hotel di ruangan staf sedangkan Laura menunggunya di lobby, ia melihat sinis Bella saat Bella berjalan di samping Alex.


"Baru saja surat cerai di serahkan, Hem. udah cek in ke hotel dengan pria, Kenapa? gatel ya?” seru Laura saat Bella dan Alex lewat bersama anak-anaknya dan baby sitternya.

__ADS_1


"Mbak tunggu di depan dulu ya.” Bella menyuruh Baby sitternya untuk keluar lebih dulu agar tidak mendengar ucapan Laura.


"Percuma atas ditutup, bawah gratisan.”


'Plak’ Akhirnya Bella berani menampar Laura.


"Jaga ucapan kamu ya, Aku tidak seperti yang kamu ucapkan.”


"Beraninya kamu menamparku. Terus untuk apa kamu datang ke hotel mewah, memangnya kamu sanggup bayar permalamnya kalau tidak di bawa laki-laki hidung belang!”


'Plak' Sekali lagi Bella menampar Laura. Alex sengaja diam dan ingin melihat perlawanan Bella.


"Siapa yang kamu sebut hidung belang, asal kamu tahu, orang yang kamu sebut hidung belang ini adalah Ayah dari anakku. Alex Felix Gunawan.”


"Oh, jadi ini mantan suami kamu. Ya sama saja, kamu itu gatel!”


“Laura CUKUP!!” teriak Arya tiba-tiba datang. Arya menghampiri Laura dengan emosi.


"Apa kamu tidak bisa menjaga ucapanmu! Mereka ini tamu di hotelku. Mereka ingin melakukan apa saja itu terserah mereka. Kamu tidak berhak ikut campur! PAHAM!”


"Bela saja terus mantan istrimu itu. Memang kenyataannya dia gatel, untuk apa menginap di hotel dengan mantan suaminya.”


"Cukup! Maaf, nyonya! Kami memang menginap, Saya dan Bella akan menikah dalam waktu dekat, kami akan rujuk. Tetapi bukan berarti kami melakukan hal yang ada dalam pikiran Anda. Anak-anak ada bersama kami. Legian jika terjadi sesuatu itu urusan kami. Bukan urusan Anda. Ayo sayang!” Alex merangkul Bella keluar dari hotel tidak peduli banyak karyawan Arya melihat keributan yang sudah terjadi.


"Kamu benar-benar, Laura! Jika aku tahu akan seperti ini. Lebih baik aku menceraikan kamu, Aku dan Bella sudah mengorbankan cinta kami untuk kamu dan anak-anak. Tapi kamu! Aaarrrqq?” Arya menuju fas bunga besar yang ada di dekat life.


"Ingat Laura! Kalau kamu tidak merubah tabiatmu menjadi lebih baik. lebih baik kita berpisah!” Arya pergi begitu saja keluar dari hotel. Saat di luar ia melihat Bella menangis di pelukan Alex.


Arya perlahan menghampiri mereka untuk meminta maaf. “ Bella, maafkan Laura. Aku juga minta maaf kejadian barusan. Tapi apa benar kalian akan menikah dalam waktu dekat.”


"Iya, Secepatnya kami akan menikah. Permisi,” ucap Alex merangkul Bella.


"Sebentar bang.” Bella melihat Arya.

__ADS_1


"Mas, Jangan pernah menggunakan kekerasan atau nada tinggi menghadapi Mbak Laura. Dia hanya butuh perhatian dan kasih sayang kamu. Sebenarnya dia hanya lelah mengurus anak-anak sendirian saat di London.Yang dia butuhkan hanya perhatian. Coba ingat-ingat saat Mas bersama dulu. Apa Mas perhatian dengannya. Matre adalah alibinya, karena aku melihat dia tidak pernah kekurangan. Bimbing dia menjadi lebih baik. Perlakukan dia semanis mungkin seperti Kamu memperlakukan aku dulu. Cukup hanya aku yang kecewa. Semoga kalian berdua bahagia dan pernikahan kalian seperti Oma dan opa. Oh iya, hari ini aku izin mau ke makam anak kita dan aku harap Mas Arya tidak melupakan anak kita yang sudah tiada.” Bella tersenyum lalu meninggalkan Arya dan berjalan bersama Alex menuju parkiran.


__ADS_2