
Bella dan Alex sudah sampai di kampung. Bella begitu takjub saat melihat rumah dan halaman rumahnya seudah di perbaiki Alex. Namun tidak mengubah setiap sudut yang mempunyai banyak kenangan, termasuk saat dulu menikah dengan Alex. Alex juga memperkerjakan satu asisten rumah tangga untuk merawat rumahnya tersebut.
"Abang, ini ... Aku tidak menyangka Abang memperbaiki semuanya.”
"Iya, sayang. Demi kamu Dan Reyhan.”
"Terima kasih, ya Bang.”
"Sama-sama.”
Bella masuk dan sudah di sambut asisten rumah tangga, yang kebetulan tetangga rumahnya.
"Bu lek Wati!” Bella kemudian memeluk Wati.
"Piye kabare, Nduk?”
"Sehat, Bu lek! Maaf ya, Bu lek, Ibel baru pulang lagi.”
“Tidak apa-apa, Kami disini juga ikut prihatin dengan rumah tanggamu dengan Nak, Arya. Tapi Kami bersyukur kalau kamu dan Alex sudah rujuk kembali.”
"Tapi, Bulek ... kami belum rujuk atau menikah lagi. Ibel belum siap lagi, Bu lek.”
Wati tersenyum lalu mengusap lengan Bella. "Menikah lebih baik Ibel, apalagi status kamu dan tuan Alex sama-sama Sendiri. Tuan Alex sepertinya juga tidak keberatan. Demi anak kalian juga.”
"Tapi, Bulek.“
"Tidak ada Tapi, kalian harus menikah lagi. Kalian datang kemari tinggal satu atap satu rumah, tanpa ikatan. Mau di gerebek orang Ronda.
Alex hanya diam pura-pura tidak tahu dan menahan tawa, padahal yang sebenarnya semua adalah rencananya agar Wati membujuk Bella untuk menikah dengannya.
"Kalian masuk, Bu lek panggil pak kiyai, sama pak RT dan pak lekmu. Dan kalian menikah dulu secara agama. Biar gak gerebek warga.” Wati kemudian berlalu meninggalkan rumah Bella, ia berjalan ke gerbang sambil mengacungkan jempol pada Alex dan Alex membalasnya tanda dengan ’ok.’
Alex sudah menceritakan semuanya pada Wati apa yang di alami Bella. Maka dari itu Alex meminta bantuan Wati agar Bella mau menikah lagi dengannya. Agar ada yang menjaga Bella.
Bella masih skeptis dengan ucapan tetangganya yang sudah ia anggap sebagai buleknya. Ia pulang hanya sampai liburan sekolah selesai dan Ziarah ke makam sang Ayah, tapi kenapa justru mau di nikahkan.
"Mama, Ara mengantuk.” Ara menghampiri Bella.
"Oh, iya sayang. Abang ayo masuk. udah malam. Yuli ayo masuk.”
__ADS_1
Bella menggendong Ara lalu membawanya masuk. Sejenak Bella melihat sekeliling rumahnya yang tampak lebih bagus dan sedikit moderen.
"Yuli, Ini kamar kamu dan anak-anak, sementara tidur di sini dulu. Reyhan langsung tidurkan saja.” ujar Alex sambil membuka kamar tamu yang dulu pernah ia tempati dan ia rubah menjadi lebih bagus.
"Baik, tuan!” Yuli masuk ke kamar tersebut, tak lama Yuli mengambil Ara di gendongan Bella yang ternyata sudah tidur dan membawanya ke kamar.
Bella menuju kamarnya yang dulu di ikuti Alex di belakangnya. Bella melihat kamar dan isinya di ambang pintu, semua sudah di ganti oleh Alex dengan yang baru.
"Abang, Kamarnya bagus!”
"Kamu suka?”
"Hem.”
Bella masuk ke dalam kamar, sedangkan Alex berdiri di ambang pintu sambil bersadar di pinggiran pintu dan melipat tangan di dadanya. Ia tersenyum melihat Bella begitu senang dengan kamar barunya yang dulu. Kamar yang ia rubah seperti keinginannya.
"Permisi!” salam seseorang. Alex menoleh rupanya rombongan Wati yang datang. Ada pak kiyai, ketua RT dan suami Wati.
"Silahkan Masuk, pak!” Alex menghampiri mereka dan bersalaman. Sementara Wati menyusul Bella ke kamar untuk meyakinkan Bella lagi.
"Nak Alex, bagaimana kabarnya?” tanya ketua RT.
"Baik, Pak. Kami senang sekali bisa bertemu lagi dengan, Nak Alex, apalagi kalau rujuk dengan Bella. Kami hanya ingin Bella yang terbaik untuk kedepannya.”
"Silahkan duduk, Pak.” Semua duduk di sofa.
Mereka berbincang dan mengobrol berbagai hal sampai Wati keluar dari kamar Bella.
"Maaf, pak kiyai. Alhamdulillah, Bellanya setuju untuk menikah lagi dengan, tuan Alex. Tapi ada satu syaratnya.
"Apa, Bu lek?” tanya Alex.
“Setelah menikah, tolong segerakan di daftar ke KUA. setelah itu Bella minta izin tetap di Surabaya sampai kuliah S2 nya Selesai dan Reyhan lulus TK di sini. Kalau belum selesai semua, Bella belum mau ikut pulang ke jakarta dan satu lagi yang paling penting. Bella hanya ingin menjadi istri satu-satunya.”
"Baiklah, tidak masalah. Saya akan mendukung pendidikannya dan keputusanya. Hanya beberapa bulan saja berpisah. Saya juga masih ada urusan di luar negeri. Yang terpenting Bella sudah terikat lagi dengan saya dan masalah istri satu-satunya, itu sudah pasti. Karena semenjak istri saya yang pertama meninggal saya belum menikah lagi. Saya menunggu bella.” Mereka tertawa kecil mendengar ucapan Alex.
“ kalau Jodoh tidak kemana, tuan. Pasti akan kembali lagi walau sudah berpisah,” ujar Wati.
“Baiklah, hari sudah semakin malam. Mungkin Nak Alex dan Bella juga ingin istirahat. Bagaimana kalau di mulai sekarang saja,” ujar pak kiyai.
__ADS_1
“Lebih cepat lebih bagus, Pak. Saya juga sudah buatkan surat perjanjian nikah sirihnya, besok atau sempatnya tuan Alex bisa mendaftar pernikahannya ke KUA, nanti biar saya bantu untuk surat pengantarnya,“ sambung ketua RT.
Bella hanya bisa tersenyum dalam hati, mendengar ucapan Alex. Hatinya berdebar walau sebenarnya belum siap untuk menikah lagi. Akan tetapi benar kata Wati tidak baik Mereka bersama mengasuh anak dan status sama-sama sendiri tanpa ada ikatan pernikahan.
"Baiklah, jabat tangan saya, Nak Alex.”
Akhirnya Alex menikahi Bella kembali dan kini mereka sah suami istri. Alex tidak akan pernah lagi melepas Bella dan akan menebus semua kesalahan di masa lalu.
Bella keluar setelah Alex selesai ijab Kabul, Alex menyematkan cincin yang dulu pernah di kembalikan Bella dan kini ia jadikan sebagai mas kawin. Bella menyalami Alex dan mereka saling tersenyum bahagia. Setelah itu mereka menandatangani surat perjanjian nikah sirinya.
Wati mengeluarkan hidangan ringan, seperti teh dan kue tradisional dan seadanya, sebab acara juga dadakan dan atas permintaan Alex yang tidak di ketahui Bella. Mereka berbincang sebentar sambil memakan hidangannya lalu setelah itu semua pamit.
"Kalau begitu, kami semua pamit, Nak Alex. Semoga kali ini maut yang memisahkan.”
"Iya, pak kiyai, Terima kasih sudah menikahkan kami. Pak RT, Pak lek, dan Bu lek, terima kasih sudah di bantu dan mau menjadi saksi kami.”
"Sama-sama, tuan . Kami permisi.” Pak RT memberikan surat perjanjian nikah mereka.
Mereka semua pamit dan tinggalah Bella dan Alex. Alex menutup pintu gerbang dan menguncinya kemudian masuk kedalam rumah.
Bella membereskan sisa makanan yang ada di ruang tamu dan membawanya ke dapur. Alex menyusul Bella ke dapur dan memeluk Bella dari belakang.
"Abang, jangan sekarang. Aku Masih capek!”
"Abang juga capek sayang. Tapi Abang hanya ingin memelukmu.”
Bella membalikkan badannya dan tersenyum. "Ya sudah istirahat, aku siapkan baju ganti ya.” Bella melepas pelukan Alex dan menuju kamar di susul Alex.
Alex menutup pintu kamar lalu melihat Bella membuka koper untuk mengambil baju sang suami dan bajunya sendiri.
"Ini, Mas bajunya. Ini handuknya.” Bella memberikan handuk dan bajunya.
Alex mengambilnya dari tangan Bella, akan tetapi Alex membuang di tempat tidur. Alex membuka kerudung Bella. Bella tampak gugup namun ia tidak berani protes.
"Abang suka rambutmu yang panjang dan terurai,” ujar Alex lalu mencium bibir Bella.
"Abang, jangan sekarang.” Bella sedikit mendorong Alex, namun Alex terus mencumbu leher dan bibirnya
Alex yang sudah lama berpuasa sudah tidak lagi mendengar alasan Bella. Alex membuka baju Bella dan terus mencium bibirnya sambil menuntun mundur ke arah kamar mandi. Alex menghidupkan shower dengan suhu air hangat dan mereka bercumbu di bawah guyuran air shower.
__ADS_1
Suara rintihan nikmat Bella yang begitu Alex rindukan kini ia bisa mendengarnya kembali. Bella hanya bisa pasrah dan tidak mungkin ia menolak. Bella tau jika suaminya itu sudah lama menahan hasratnya mau tidak mau ia harus melayaninya walau ia sebenarnya begitu letih setelah perjalanan 6 jam.
Cinta mereka kini tumbuh kembali dan memang cinta mereka tidak pernah padam. Bukan hanya karena karena hasrat saja melainkan benar-benar saling mencintai. kesalah pahaman yang dulu, mereka jadikan pelajaran untuk memperkuat ikatan Cinta dan pernikahan mereka. Alex pun begitu bahagia bisa bersatu kembali dengan Ibu dari anaknya.